Mengapakah kita diperintah membaca sholawat padahal sholawat itu do`a.

Bila saya yang mengartikan ayat ini, artinya akan aneh :
Pertama, Alloh berfirman :
(INNALLOOHA) : “ Sesungguhnya Alloh “.
(WA MALAAIKATAHU) : “ Dan seluruh Malaikat Alloh “ ( Jumlahnya malaikat itu tidak terbilang banyaknya bahkan jumlahnya malaikat itu lebih banyak dari pada pasir yang ada di lautan ).
(YUSHOLLUUNA) : Ini ada dua macam ; ada sholawatnya Alloh dan ada sholawatnya malaikat.
 
Alloh membaca sholawat ditujukan kepada Kanjeng Nabi dan malaikat juga membaca sholawat yang ditujukan kepada Kanjeng Nabi.
Akan tetapi sholawatnya Alloh itu tidak sama dengan sholawatnya malaikat dan sholawatnya kita-kita, jangan disamakan.
Sholawatnya Alloh ialah : Alloh melimpahkan Rohmat Khusus kepada Nabi.
Sholawatnya malaikat ialah : Malaikat berdoa/ meminta kepada Alloh supaya Nabi Muham-mad terus dilimpahi rohmat dan salam.
           
Dan setelah pernyataan dari Alloh seperti itu tadi, barulah Alloh Ta`ala perintah :
YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU SHOLLUU `ALAIHI WASALLIMUU TASLIIMAA.
Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu membaca sholawat kepada Nabi dan membaca salam dengan sungguh-sungguh “.
           
Cobalah kita renung-renungkan ! , padahal tanpa kita mintakan rohmat kepada Kanjeng Nabi, toh sudah pasti Alloh selalu melimpahkan Rohmatnya kepada Nabi, sebab Alloh sendiri yang menyatakan hal itu.
Tapi mengapa kita diperintah memintakan rohmat kepada Alloh ? Padahal sudah dilimpahi rohmat.
Mungkin saja Alloh menjawab : “ Lho kamu kok memintakan rohmat untuk Nabi, ya seharusnya justru kamu yang minta rohmat dari Nabi “.
Kalau kita memintakan rohmat untuk Nabi, lalu manakah Rohmatan lil aalamiin pada diri Nabi itu ? Kan sudah jelas dalam Al Qur-an :
WAMAA ARSALNAAKA ILLAA ROH-MATAN LIL `AALAMIIN. ( Al Anbiya`/107).
Artinya : “ Dan tiadalah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali untuk Rohmat seluruh alam “.
 
Padahal Kanjeng Nabi itu Lautan Rohmat, lho kok dimintakan rohmat, seakan-akan kita menuangkan air satu cangkir kedalam lautan.
Rohmat manakah yang belum dilimpahkan Alloh kepada Kanjeng Nabi ? Adakah yang belum dilimpahkan ?
Dan yang kamu mintakan untuk Nabi itu rohmat yang mana ?
Padahal Alloh terus menerus memberikan rohmat.
Manusia : “ Ya Alloh, berikanlah rohmat kepada Nabi “.
Alloh : “ Sudah Kuberikan, bahkan terus-menerus “.
Manusia : “ Tapi ini yang perintah kan Panjenengan sendiri ? “.
Muser kan ?
           
Apakah Nabi Muhammad itu masih miskin rohmat sehingga seluruh manusia perlu memintakan rohmat dan salam kepada Nabi ?
Alloh sendiri yang berfirman bahwa Nabi Muhammad itu kekasihNya dan beliau sudah dijamin keselamatannya oleh Alloh tapi mengapa kok kita disuruh mendoakan ?
 
Apakah Nabi Muhamaad belum pasti selamat?
Kan beliau itu MA`SHUM artinya : Orang yang dijaga oleh Alloh dari keluputan-keluputan.
 
Mendengar ini, umat selain Islam senang, dan persoalan ini dijadikan celah untuk menyu-dutkan Islam supaya timbul keragu-raguan di kalangan umat Islam. Tujuan akhirnya adalah supaya orang-orang Islam itu pindah agama kemudian memeluk agama Kristen.
 
Kristen : “ Nabimu itu tidak patut, Nabi kok minta didoakan selamat, berarti belum tentu selamat. Kalau Nabiku justru menjadi Penebus dosa atau Juru selamat karena anaknya Alloh.Kalau Nabimu minta didoakan selamat, tapi kalau Nabiku justru juru selamat “.
Seandainya dipoyok-i demikian, apakah hati kita tidak panas ?
           
Jadi kita diperintah membaca sholawat itu ; secara dhohir mendoakan Kanjeng Nabi, tapi hakekatnya bukan mendoakan Kanjeng Nabi.
 
**>> Bersambung lagi