Rosululloh SAW bersabda, tersebut di dalam kitab ATH-THIBU FIR ROHMATI WAL HIKMAH Bab I Hal. 3 susunan Jalaludin Sayuthi, namaya sendiri Abdur Rohman, julukanya Jalaluddin, kampungnya Sayuthi. Sayuthi itu nama kampung di ibukota kairo.

 
QOOLAN NABII SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM:
KHOLAQOL INSAANA MIN ARBA’ATIN ASY-YAK MINAL MAA-I WATH THIINI WAN NAARI WAR RIIHI
Alloh Ta’ala menciptakan manusia itu tersusun dari 4 unsur: dari unsur air, dari unsur tanah, dari unsur api dan dari unsur angin.
 
1.       Unsur Tanah sifatnya kering.
2.       Unsur Air sifatnya basah.
3.       Unsur Angin sifatnya dingin.
4.       Unsur api sifatnya panas.
 
Empat unsur itu di gabung manunggal menjadi satu menjadi badan manusia. Itu yang di sebut filsafat Jawa dulur papat limo badan. Kemudian mengandung kiblat papat limo pancer. Kiblat itu artinya arah menghadap.
 
Kiblat pertama timur, kiblat kedua barat, kiblat ke tiga utara, kiblat ke empat selatan, limo pancer ~ pancer dirinya sendiri. Jadi depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah. Kalau pancer sudah tidak ada, manusianya sudah meninggal maka tidak ada kiblat bagi manusia. Tidak ada timur, barat, utara dan selatan bagi orang yang sudah meninggal.
 
Kemudian sifat-sifat seprti kering, basah, dingin dan panas itu menjadi tabiatnya manusia. Ibaratnya seperti kopi, kopi itu kalau gulanya terlalu banyak menjadi manis. Manusia juga sperti itu kalau unsur apinya banyak akan mudah marah.
 
Kemudian sifat tanah itu tenang, kaya, dermawan. Tanah itu mempunyai sifat kaya, apa yang tidak ada didalam tanah? Dan pula tanah itu dermawan. Apabila kita meletakan sebutir biji padi ke dalam ibu pertiwi tidak lama kita akan dibalas 700 butir padi. Semua di tumbuhkan oleh ibu pertiwi. Apabila kikir berarti bertentangan dengan unsurnya sendiri. Sifat tanah di dalam Al Qur-an ada 10.
 
Air itu mempunyai sifat rendah hati dan benar. Air itu juga untuk penghidupan. Tanah yang asalnya kering kemudian di siram oleh air hujan akhirnya tanah menjadi hidup. Hidupnya tanah menghidupkan benih-benih yang ada di dalam tanah. Kemudian tumbuh bermacam-macam tumbuh-tumbuhan. Oleh sebab itu sifatnya air itu hidup dan menghidupkan. Kalau ada orang yang ingin hidup sendiri, enak sendiri dan kaya sendiri, mulya sendiri itu bertentangan dengan sifat dirinya sendiri. Bertentangan dengan dulur papat limo pancer.
 
Sifatnya angin itu pemerataan. Jadi jangan mengejar pertumbuhan dan perkembangan ekonomi saja tetapi juga pemerataan.
 
Sifatnya api memberantas yang tidak baik. Kata pujanga dahulu: onok lemah pinendem ing siti (diri sendiri), onok wong ngangsu pikulane banyu, onok baito momot segoro, utowo golekono susuhe angin. (Siapa susuhe angin? Diri kita ini, anginnya keluar-masuk lewat hidung). Onok wong golek geni dedamaran, onok sengenge pinepe. (Itu semua dirinya sendiri).
 
Sholat itu di dahului dengan wudlu, sarana wudlu memakai air, kalau tidak ada di perintahkan tayammum.
FALAM TAJIDUU MAA-AN FATAYAMMAMUU
Di perintahkan tayammum dengan debu.
 
Jadi tanah itu gantinya air. Kalau tanah dan air di gabung menjadi tanah air. Kalau tidak senang dengan tanah air bertentangan dengan dirinya sendiri.