Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, dalam surat Al maa’uun ayat 4 ada ancaman :

FAWAILUL LIL MUSHOLLIIN

Neraka wel bagi orang-orang yang mengerjakan sholat.

Coba ayat ini di angan-angan, akan tampak keanehannya, sudah sholat kok masuk neraka wel, padahal katanya dengan sholat itu bisa masuk surga. Mengapa bisa demikian, sudah sholat tapi masih dimasukkan neraka wel?

Sebabnya adalah karena lupa dengan tujuannya sholat. Makanya setelah sholat ada perintah untuk bertebaran dimuka bumi. Sebagaimana dalam surat Jum’at.

FANTASYIRUU FIL ARDLI WABTAGHUU MIN FAD-LILLAH (JUMU’AH / 10).

Maka bertebaranlah dimuka bumi dan carilah karunia Alloh.

Jadi maksudnya bertebaran dimuka bumi adalah untuk merealisasikan nilai-nilai dalam Islam. Nilai-nilai sholat itu diaktualisasikan, diwujudkan dimasyarakat.

 

Salamnya direalisasikan di masyarakat (ucapan WAROHMATULLOH nya direalisasikan di masyarakat, ucapan WABAROKATUH nya direalisasikan di masyarakat). Sehingga masyarakat bisa tersentuh, merasa terobati. Kalau masyarakat hanya di dalili saja, tidak di obati, ya capek yang mendalili.

Masyarakat kita itu saat ini sudah sakit, kalau hanya dibacakan resep-resep saja mungkin seperti penataran P4 dan lain sebagainya yang biayanya sampai ratusan milyar, tetap saja tidak sembuh karena hanya dibacakan resep, tidak di obati. Begitu juga pengajian-pengajian, khotbah, ceramah, diskusi-diskusi di TV, surat kabar, seminar-seminar, semuanya juga hanya resep saja.

 Adapun masyarakat kita itu tidak cukup hanya dibacakan resep tapi harus juga di obati. Kalau hanya dibacakan resep saja, ya tidak akan menyentuh perasaan rakyat.  Jadi kita itu harus merealisasikan nilainya sholat dan BISMILLAHIR ROHMAANIRROHIIM di masyarakat.

Dan mengenai apa yang dicanangkan oleh guru kami tentang “perhatian terhadap orang-orang fakir” berupa pembangunan rumah-rumah sederhana adalah termasuk merealisasikan BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM di masyarakat.

 

JIKA SERING MEMBACA BISMIL LAHIRROHMAANIRROHIIM, SEMESTI NYA BERSIFAT KASIH

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM itu artinya : Dengan nama Alloh yang Maha Penyayang dan Pengasih.

Mengapa Alloh dinamakan Maha Penyayang dan Maha Pengasih ? Karena apa yang dikasihkan kepada kita ini tidak terkira. Coba diangan-angan, apa yang tidak dikasihkan kepada kita? Bukankah kita telah dikasih wujud ? Begitu juga dengan semua apa yang kita lihat, yang kita dengar dan yang kita rasakan baik didalam diri kita maupun diluar diri kita adalah kasih Alloh atau pemberian Alloh?.

Benarlah apa yang difirmankan Alloh dalam surat An nahl ayat 18:

WA IN TA’UDDU NI’MATALLOHI LAA TUHSHUUHAA

Jadi pemberian Alloh atau kasih Alloh yang kita terima itu tidak terkira.

Maka bila sering membaca BISMILLAHIR ROHMAANIRROHIM seharusnya juga bersifat welas asih, jika bersifat kikir atau pelit ini bertentangan, bertentangan dengan dirinya sendiri. Berarti pula BISMLLAHnya tidak ada apa-apanya.

Kalau kita membaca BISMILLAHIR ROHMAANIRROHIM dan betul-betul menauladani sifatnya Alloh, yakni sifat kasih nanti bisa QORIIBUN MINALLOH.