Apabila kita menengok barang sepintas tentang perkembangan Islam maka kita akan dihadapkan pada permaslahan yang kompleks sekali, bukan saja permaslahan tentang agama akan tetapi kita akan dihadapkan pada permaslahan politik, pemerintahan, organisasi, pergolakan dan lain-lain. Pada zaman dahulu orang islam sudah tidak asing lagi dengan masalah politik dan demokrasi, hal ini dibuktikan dengan sejarah mencatat bahwa pada zaman Rasullallah SAW. pengangkatan panglima perang, kepala pemerintahan di wilayah Islam yang telah ditakhlukkan itu berdasarkan musyawaroh yang bertempat di serambi masjid. Dimana pada waktu itu masjid bukan semata-mata untuk beribadah akan tetapi juga berfungsi untuk bermusyawaroh memecahkan masalah umat, hal ini bisa dibuktikan dengan pengangkatan khalifah sebagai penerus Nabi mulai Abu Bakar, Umar, Usman dan Al. Perlu digaris bawahi bahwa proses penunjukkan para sahabat untuk menjadi pengganti Nabi melalui proses musyawaroh yang memakan waktu cukup lama.

 
Dalam musyawaroh itu timbul silang pendapat yang sudah lazimnya dalam dunia demokrasi. Adapun di bidang politilk sudah tidak menjadi rahasia umum bahwa sebelum agama lain mencanangkan diri sebagai golongan yang ahli di bidang politik, islam sudah memulainya terlebih dahulu yaitu berawal dari urusan tentang Negara yang telah ditakhlukkan oleh Islam.
 
Pada masa itu Nabi menunjuk para panglima perang atau para sahabat yang sudah mampu untuk menjadi kepala Negara yang mengatur tentang hubungan pemerintahan urusan agama, bahkan pada masa itu sudah terbentuk berbagai majelis yang diberi nama sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya syuro yang mempunyai arti musyawaroh. Ini sebagaimana ilustrasikan di atas dalam pemilihan calon-calon kepala Negara.

Berdasarkan keterangan di atas dapat dirtarik suatu kesimpulan bahwa pandangan Islam dan demokrasi mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan, antara lain: Islam dan demokrasi itu adalah dua sistem yang berbeda karena Islam adalah faham aqidah yang bersumber dari Al-qur’an dan hadits yang menitikberatkan pada keluhuran budi, sopan santun, hormat-menghormati. Sedangkan demokrasi dan politik seringkali menitik beratkan pada kebebasan berfikir dan berpendapat tanpa disadari oleh sikap yang saling menguntungkan dan perlu diketahui bahwa demokrasi dan politik terlahir dan tercipta oleh tangan manusia yang hanya bertitik pangkal pada kekuasaan serta jabatan. Sedangkan Islam lahir dan diciptakan oleh tuhan melalui Nabi Muhammad SAW. Secara garis besar Islam sudah mempunyai pedoman roda kehidupan yang sudah baku dan tidak akan berubah sampai akhir zaman yaitu Al-Qur’an dan Hadits.

 
Jadi menurut kami anggapan sebagian ahli tokoh barat yang notabene mereka merupakan orang non muslim yang mengatakan bahwa Islam itu hanya suatu golongan yang terbelakang, ketinggalan dalam masalah berpolitik, berdemokrasi. Itu sungguh salah besar karena pada dasarnya agama Islam dari dahulu hingga sekarang sudah mengajarkan dan menciptakan sistem berdemokrasi akan tetapi belum maksimal dalam prakteknya pada dewasa ini disebabklan karena beberapa faktor;
  1. Terjadi perselisihan, pertentangan di dalam tubuh umat Islam sendiri. Baik permusuhan dan pertikaian itu berpangkal pada aqidah, keagamaan, aliran kepercayaan dalam Islam sehingga dewasa ini seakan umat islam disibukkan pada masalah intern.
  2. Islam, demokrasi serta politik memang secara garis besar tidak bisa disamakan. Karena secara mendasar faham dan tujuan keduannya jauh berbeda dimana islam merupakan faham keagamaan yang bertitik pada masalah jiwa dan hati manusia yang berbudi pekerti luhur, saling hormat mengormati dan toleransi. Sedangkan politik demokrasi adalah dua sistem yang diciptakan manusia untuk meraih kekuasaan, jabatan demi memenuhi ambisi hawa nafsu.