Ada seeorang yang terkenal sakti. Tapi masih berusaha menambah ilmu kanuragan yang dimiliki. Bermacam-macam dilakukan, untuk mendapat ilmu kanuragan. Beliau itu juga seorang pendekar yang kesukaannya itu dulu bergulung-gulung di durinya salak, dilempari dengan batu, bata, linggis, memakan daging ayam mentah-mentah. Tapi sudah mendapat ilmu-ilmu yang macam-macam tersebut masih kurang puas.

Jika saudara ingin sakti, ingin ilmu :
  • Ilmu yang kalau di bacok itu menyala byar.
  • Ilmu yang kalau di tabrak mobil itu tidak apa-apa.
  • Ilmu Bandung Bondowoso.
  • Ilmu Brojomusti.
  • Ilmu bledek Jibril. Dsb
Saudara salah kamar, saudara salah masuk di web kami ini, karena kami tidak mempunyai ilmu yang seperti saudara cari itu.
Kami tidak punya ilmu-ilmu yang saudara inginkan itu. Wong Kanjeng Nabi Muhammad saja tidak punya, buktinya kanjeng nabi ketika di Thoif itu diperintah Alloh Ta’ala berda’wah, dan beliau melaksanakan perintah Alloh Ta’ala berda`wah ke negeri Thoif.
Dan disitu Kanjeng Nabi dilempari dengan batu, ya juga mandi darah. Itu batu bukan mobil. kanjeng nabi sendiri tidak punya, apalagi kami.  jadi kami itu tidak punya ilmu kesaktian, tidak punya ilmu kekebalan, kami ini kalahan. Ya kalahan, ya lemah, ya apes, wong kami digigit nyamuk saja terasa sakit kok, kalau dibacok menyala itu, digigit nyamuk kan tidak sakit.
Kadang-kadang lalat itu hinggap dengan santainya kok di hidung kami. kadang-kadang kami itu kalau ngantuk juga nggloyor kok. Kalau ada orang dibacok bisa menyala, ditembak tertawa terbahak-bahak, kalau batuk keluar petir, kalau kumisnya diplintir, kanan kiri jadi layu, itu kami kira, kalau orang tersebut kena ngantuk ya sempoyongan.
Jadi kami masih kalah dengan ngantuk, kalah dengan menguap, jadi kami itu tidak punya ilmu-ilmu yang saudara inginkan.
Kesaktian ada dua segi, dari segi agama dan segi kamuragan. Segi kanuragan, seperti yang diatas tadi kalau segi agama islam, sakti itu yang bisa mengalahkan musuhnya, yaitu :
  1. Musuh hawanya sendiri.
  2. Musuh Syaithon.
  3. Musuh tipu daya kehidupan dunia.
kalau bisa mengalahkan tiga musuh tersebut, itulah yang dinamakan sakti Indalloh tidak sakti Indannas.
Cara mencapinya dengan memperkuat iman. Jadi sakti menurut agama itu orang yang imannya tidak jebol karena kekayaan yang banyak, imannya tidak jebol karena penderitaan yang bermacam-macam.
Diwaktu dirinya kebanjiran harta benda, dia tetap bersyukur kepada Alloh Ta’ala, harta bendanya dipergunakan untuk mengabdi kepada Alloh, itu namanya tidak jebol imannya.
Diwaktu menderita tetap tidak sampai putus asa, tidak sampai bertindak yang negatif, tetap sabar, itu namanya sakti Indalloh.
Kalau itu, Insya Alloh di sini (jalanpincang.com) cukup banyak, tapi kalau ilmu dibacok bisa menyala, kami tidak punya.
Jadi iman !, kalau iman itu kuat, itulah sakti bagi Alloh Ta’ala, itu nanti pahalanya besar. Kalau sakti kanuragan itu sakti apa, orang itu hanya untuk persiapannya cacing, itu akan hancur, fana, busuk.
Untuk memulai menempuh kesaktian Haqiqi,  Bai’at ke salah satu thoriqoh dulu..