WADZAKKIR FAINNADZDZIKROO TANFA’UL-MU’MINIIN (Adz-Dzariyaat / 55).

Artinya : Dan tetap memberilah peringatan, maka sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Sering kali kita mendengar kata-kata manfaat. Manfaat itu bahasa arab, lalu apakah yang dinamakan manfaat itu ?
Kitab Al Mufrodad Alfadlil Qur-an, yang mengarang kitab tersebut bernama Abdul Qosim bin Al Mufadhol yang mashurnya disebut Roghibul Asfahani. Kitab Al Mufrodad Alfadlil Qur-an adalah satu kitab yang menerangkan kalimat demi kalimat dalam Al Qur’an, jadi tiap-tiap satu kalimat di dalam Al Qur’an di maknani.
Dalam Kitab Al Mufrodad Alfadlil Qur-an bab huruf Nun / halaman 523, disitu disebutkan :
 ANNAF’U MAA YUSTA’AANU BIHI FILWUSHUULI ILALKHOIROOTI WAMAA YUTAWASHSHOLU BIHI ILALKHOIROOTI FAHUWA KHOIRUN.
Artinya : Yang dinamakan manfaat itu ialah sesuatu yang dapat memberikan pertolongan dengannya dalam menyampaikan kepada kebaikan dan sesuatu yang dengannya dapat menyampaikan kebaikan itulah kebaikan.
Jadi yang dinamakan manfaat itu sesuatu yang sesuatu itu dapat menyampaikan orang itu kepada kebaikan, itu namanya manfa’at. Sesuatu dengan sesuatu itu orang itu bisa tertolong, ditolong untuk sampai kepada kebaikan itulah yang dinamakan manfaat, bahasa arabnya :
“Maa Yusta’aanu Bihi Fil Wushuuli Ilalkhoirooti”.
Sesuatu apapun namanya yang tidak ada manfaatnya hanyalah seperti buih, seperti busa yang tidak ada nilainya.
Masyarakat manusia, kapan saja, dimana saja, dalam keadaan bagaimana saja, hanyalah membutuhkan sesuatu yang bermanfaat, tidak membutuhkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
Ilmu yang tidak manfaat, maka bahayanya besar sampai-sampai Rosululloh berdoa:
ALLOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’U.
Artinya : Ya Alloh sesungguhnya aku mohon perlindungan kepadamu dari ilmu yang tidak ada manfaatnya.
Jadi :
  • Ilmu yang tidak ada manfaatnya itu bahaya.
  • Kekayaan yang tidak ada manfaatnya itu bahaya.
  • Hidup yang tidak ada manfaatnya itu bahaya.
  • Berobat bertahun-tahun tidak ada manfaatnyapun, itu berbahaya, yang ada hanya mudlorotnya saja.
  • Iman yang tidak bermanfaat, itupun bahaya.
Apakah ada iman yang tidak bermanfaat ?
Jawabnya : Ada, seperti imannya iblis. Iblis itu beriman tapi imannya tidak bermanfaat, imannya tidak bisa menolong dirinya sampai kepada kebaikan.
Dan ini banyak contoh-contohnya. Lihatlah orang yang dibawa ke penjara-penjara itu, mereka itu kalau ditanya bagaimana jawabnya.
Agamanya apa ?
Jawabnya : Agamanya Islam. Mereka itu juga sholat, tapi manakah manfaatnya, yang dilakukannya hanya kejahatan saja.
Oleh sebab itu, sesuatu yang tidak ada manfaatnya, itu hanyalah buih belaka. Sholat yang tidak ada manfaatnya, maka yang didapat ialah neraka Weil : “Fawailul Lilmusholliin”.
Rosululloh pernah bersabda : “Yusholluuna Walaa Yusholluuna”: “Mereka itu kelihatannya saja sholat, tapi disitu sholat tidak ada”.
Ucapan salam yang tidak ada manfaatnya, itu juga berbahaya, padahal ucapan : “As-Salamu ‘Alaikum” itu adalah doa, yang artinya : “Mudah-mudahan sampeyan mendapatkan kesela-matan”. Wong setelah memberi salam kok nodong, itu namanya perampok berkedok agama, dan ini memang banyak perampok berkedok agama itu.
Jadi perampok itu jangan dianggap hanya ada di jalan-jalan saja. Perampok di atas podium itu juga banyak, perampok yang berkedok agama, mendalil-dalil ternyata ujung-ujungnya uang. Mereka itu menipu, ini memang banyak, sampai ucapan Hamdalah itu untuk menipu, bacaan Tasbiiha juga untuk menipu.
Orang itu kalau hatinya sudah tidak ada manfaatnya, maka apa yang dipegangnya dijadikan alat untuk kejahatannya. Kalau kebetulan dia itu menguasai hukum, maka hukum itu dijadikan alat untuk kejahatan.
Kalau mempunyai kedudukan, maka kedudukannya dijadikan alat untuk kejahatannya.
Kalau kebetulan dia orang pintar, maka kepintarannya dijadikan alat untuk kejahatan. Menguasai ilmu agama, maka ilmu agama dijadikan alat untuk kejahatan. Jadi apa saja yang dipegangnya, semua itu tidak akan bermanfaat. Kita mohon kepada Alloh supaya kita diberi ilmu yang bermanfaat.