* Zaman Fathroh adalah zaman di dunia ini tidak ada Nabi. Lamanya Zaman Fathroh itu 434 tahun, selama itu dunia ini kosong dari Nabi-Nabi. Zaman Fathroh yang lamanya 434 tahun itu ditutup oleh munculnya Nabi Muhammad. Jadi penutupannya Zaman Fathroh itu terjadi pada Bulan Romadhon.

* Jumlah Nabi ada 124.000 nabi, juga ditutup di dalam Bulan Romadhon.
* Tiap-tiap satu tahun ada satu malam yang nilainya itu lebih baik dari pada 1000 bulan, juga ada di dalam bulan Romadhon.
* Pintu surga jumlahnya ada 8, tiap-tiap malam yang dibuka sampai fajar hanya pintu Taubat lainnya ditutup akan tetapi di bulan Romadhon pintu-pintu tersebut semuanya di buka.
* Pintu neraka ada 7, yaitu: 2 mata, 2 telinga, 2 lubang hidung dan 1 mulut. 7 ini adalah pintu gerbang jiwa, dari alam semesta ini masuk melalui pintu 7 ini. Sedangkan yang ada di bawah adalah pintu keluar. 7 pintu bisa berubah menjadi 8 pintu apabila pintu hati terbuka. Sehingga jumlahnya menjadi 8, dan itu dinamakan pintu surga.
Adapun yang banyak itu hatinya tidak pernah terbuka, hanya 7 pintu yang dibuka. Pintu hatinya (mangkel terus), dikunci terus.
Kalau hati kita ikhlas, bersih selama 40 hari maka pintu hati itu akan terbuka. Kalau pintu hati itu terbuka semuanya akan terasa nikmat yang tak bisa dibandingkan dengan kenikmatan yang ada di dunia ini. Akan tetapi kalau pintu hati itu tertutup tidak pernah di buka, tidak tahu apa yang akan terjadi.
Ikhlas selama 1 hari saja godaannya sudah sangat banyak. Godaan dari anaknya, istrinya, pekerjaannya, temannya, kadang-kadang dari fikirannya sendiri. Kadang-kadang merasakan takut, marah, putus asa, sombong, berdiri, jatuh. Dari dulu sampai sekarang keadaannya kok begini terus….! Seperti itu kok minta surga, seperti itu tidak akan menjadi pintu surga.
Pintu surga selama satu bulan penuh di buka dan pintu neraka selama satu bulan penuh ditutup, Syaithon-syaithon dibelenggu. Syaithon-syaithon dibelenggu diletakan di pantai selatan agar supaya tidak menggoda orang yang berpuasa.
Hati ibarat lautan dan panca indera ibarat sungai-sungai. Semua sungai-sungai itu mengalir ke lautan Qolbun.
Di waktu pagi kebiasaannya adalah sarapan kemudian masuk bulan puasa sedangkan pagi tidak boleh sarapan akan tetapi sangat ingin sarapan. Kalau tetap bisa membelenggu di dalam hati dan jangan sampai dilepaskan itu namanya kita bisa menjaga.
KUU ANFUSAKUM
Artinya : Jagalah dirimu.
~     Matanya dijaga,
~     Telinganya dijaga,
~     Hidungnya dijaga,
~     Ucapannya dijaga.
Semuanya ini adalah sungai, namanya sunan Kalijaga, menjaga sungainya sendiri. Di kira sunan kalijaga itu menjaga sungai yang ada di Tuban itu adalah Tajassudil Makna.
Jadi nilai-nilai kebaikan yang terkumpul di dalam bulan Romadhon ini kalau kita berpuasa semuanya ini akan tercerap oleh Ruhani kita dengan ibadah Puasa. Masuk ke dalam Ruhani kita menjadi nilai-nilai Taqwalloh.