Di antara sekian banyaknya manusia (dari manusia awal sampai akhir) disortir lagi oleh Alloh. Dan yang dipilih oleh Alloh adalah manusia yang beriman.

Sebagaimana diterangkan dalam Hadits Nabi. 
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. : “Tiada sesuatu yang paling mulia atas Alloh Ta’ala dari pada orang mukmin”.
Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur’an :
Artinya : “Para Nabi-Nabi itu lebih utama / mulia daripada orang mukmin dari diri manusia”.
Jadi Nabi-Nabi itu adalah pilihan dari orang mukmin dan orang mukmin adalah pilihan dari seluruh manusia, dan manusia adalah pilihan dari berbagai macam makhluk yang diciptakan Alloh Ta’ala.
Dan Nabi-Nabi yang merupakan pilihan dari orang-orang mukmin itu menurut Hadits jumlah­nya ada 124.000 Nabi, sebagaimana pernah diterangkan oleh Shohabat Amamah Al Bahili.
       Artinya : “Ada orang yang bertanya kepada Nabi. Ya Rosululloh, berapakah jumlah Nabi? Jawab Rosul : “Ada 124.000 Nabi”.
      
Hadits ini banyak sekali diriwayatkan oleh Ahli Hadits, Di antaranya :
       1. Imam Abi Hatim
       2. Imam Ibnu Hibban
       3. Imam Thobroni
       4. Imam Hakim
       5. Imam Baihaqi
Dinukil dari Kitab Tafsir Durul Mantsur – Jilid I halaman : 51.
Tujuh Nabi yang menerima Kitab Suci itu ialah :
1.   Nabiyulloh Syits bin Adam As, dituruni 50 Kitab.
2.   Nabiyulloh Idris As, dituruni 30 Kitab.
3.   Nabiyulloh Ibrohim As, dituruni 10 Kitab.
4.   Nabiyulloh Musa As, dituruni 10 Suhuf, sebelum Kitab Taurot.
5.   Nabiyulloh Dawud As, dituruni 1 Kitab (Zabur).
6.   Nabiyulloh ‘Isa As, dituruni 1 Kitab (Injil).
7.   Nabiyulloh Muhammad SAW., dituruni 1 Kitab (Al-Qur’an).
Jadi jumlah Kitab yang diturunkan kepada Tujuh Nabi (yang merupakan Pilihan dari 124.000 Nabi) itu ada 104 Kitab. Ini pernah diterangkan oleh Nabi sendiri ketika ditanya oleh Shohabat Abi Dzarrin Al Ghiffari RA.
Bagi Nabi-Nabi yang tidak dituruni kitab dalam menghukumi ummatnya memakai kitab sebelum­nya. Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Qur’an :
Artinya : “Sesungguhnya Saya menurunkan kitab Taurot, di dalamnya (Kitab Taurot) petunjuk dan cahaya, menghukumi dengannya (Taurot) para Nabi-nabi, Nabi-Nabi yang Islam”.
Sebagai Contoh :
1.   Para Nabi antara Nabiyulloh Syits as, sampai Nabi Idris as, seperti : Nabiyulloh Anwas, Nabiyulloh Qinan, Nabiyulloh Mahlail, Nabi-yulloh Harif, ini menggunakan kitab yang di­turunkan kepada Nabiyulloh Syits as
2.   Para Nabi antara Nabiyulloh Idris as, sampai dengan Nabiyulloh Ibrohim as, seperti : Nabi­yulloh Nuh as, Nabiyulloh Hud as, Nabiyulloh Sholeh as, ini menggunakan kitabnya Nabi­yulloh Idris as, (30 Shuhuf).
3.   Para Nabi antara Nabiyulloh Ibrohim as, sam­pai dengan Nabiyulloh Musa as, seperti Nabi­yulloh Luth as, Nabiyulloh Ismail as, Nabi­yulloh Ishaq as, Nabiyulloh Yusuf as, Nabi­yulloh Syu’aib as, Nabiyulloh Ayub as, ini semuanya menggunakan kitabnya Nabiyulloh Ibrohim as.
4.   Para Nabi antara Nabiyulloh Musa as, sampai dengan Nabiyulloh Dawud as, seperti : Nabi­yulloh Yasa’ as, Nabiyulloh Harun as, Nabi­yulloh Dzulkifli as, Nabiyulloh Ilyas as, ini menggunakan kitab Taurot.
5.   Para Nabi antara Nabiyulloh Dawud as, sam­pai dengan Nabiyulloh ‘Isa as, seperti : Nabi­yulloh Yunus as, Nabiyulloh Zakaria as, Nabi­yulloh Yahya as, ini berpedoman kepada kitab Zabur.
6.   Para Nabi antara Nabiyulloh ‘Isa as, sampai dengan Nabi Muhammad saw, seperti : Nabi­yulloh Yuhana, Nabiyulloh Sam’un, Nabiyulloh Bulisun, ini menggunakan kitab yang turun kepada Nabiyulloh ‘Isa as, yaitu kitab Injil.
7.   Setelah Injil turun selang beberapa ratus tahun, turunlah kitab Al-Qur’an, dan Al-Qur’an itu adalah kitab penutup. Setelah Al-Qur’an turun sampai hari Qiyamat semuanya berpe­doman kepada kitab suci Al-Qur’an.
Jadi undang-undang yang turun sebelumnya itu akan dihapus setelah turun undang-undang yang baru, begitu seterusnya sampai turun undang-undang yang terakhir (Undang-Undang Abadi) yaitu Al-Qur’an.