Alloh Ta’ala menjadikan dalam satu tahun 12 bulan :
Artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan bagi Alloh ada 12 bulan, dalam kitab Alloh”.
12 Bulan itu adalah :
        1. Bulan : Muharrom
        2. Bulan : Shofar
        3. Bulan : Robi’ul Awal
        4. Bulan : Robi’ul Akhir
        5. Bulan : Jumadil ‘Ula
        6. Bulan : Jumadil Akhiroh
        7. Bulan : Rojab
        8. Bulan : Sya’ban
        9. Bulan : Romadhon
       10. Bulan : Syawal
       11. Bulan : Dzulqo’dah
       12. Bulan : Dzulhijjah
Kemudian dari 12 bulan, yang dipilih oleh Alloh (yang paling Istimewa) adalah bulan Romadhon.
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. : “Gusti­nya bulan/penghulunya bulan/Rajanya bulan yaitu Bulan Romadhon”.
Dan dalam Hadits Nabi juga diterangkan bahwa semua kitab suci yang berjumlah 104 kitab itu, awal turunnya semua di bulan Romadhon, tidak ada kitab yang awal turunnya di luar bulan Romadhon. Dan semuanya juga diturunkan diwaktu malam, tidak ada yang siang.
Jadi semua kitab suci itu waktu turunnya sama, yang beda hanya tahun dan tanggalnya saja.
Waktu Turunnya Kitab-Kitab Suci.
1.   Suhuf Ibrohim (yang berjumlah 10 suhuf), awal turunnya tanggal 1 (malam satu) bulan Romadhon, 700 tahun sebelum turunnya kitab Taurot.
2.   Kitab Taurot, awal turunnya tanggal 6 (malam enam) bulan Romadhon, 500 tahun sebelum turunnya kitab Zabur.
3.   Kitab Zabur, awal turunnya tanggal 12 (malam dua belas) bulan Romadhon, 1200 tahun sebelum turunnya kitab Injil.
4.   Kitab Injil, awal turunnya tanggal 18 (ma­lam delapan belas) bulan Romadhon, 620/ 610 tahun sebelum turunnya kitab Al-Qur’an.
5.   Kitab Al-Qur’an, awal turunnya tanggal 17 (malam tujuh belas, hari Isnen) bulan Romadhon, tahun 610 Masehi.
Yang menjadikan sebab Wajibnya Puasa di Bulan Romadhon.
Artinya : “Wahai orang-orang yang ber­iman telah diwajibkan atasmu (ummat Islam) berpuasa (di bulan Romadhon, seba­gaimana telah diwajib­kan (puasa di bulan Romadhon) atas orang-orang sebelum kamu (sebelum ummat Islam) agar kamu semua mencapai taqwa”.
Keterangan Ayat di atas :
Yang dimaksud ( Orang beriman ) dalam ayat ini adalah Ummat Islam, dan yang dimaksud (puasa) dalam ayat ini adalah puasa bulan Romadhon.
Jadi dalam ayat ini diterangkan bahwa ummat Islam dan ummat-ummat sebelumnya seperti ummatnya Nabi Syits as, Nabi Idris as, Nabi Ib­rohim as, Nabi Musa as, Nabi ‘Isa as, dan sete­rusnya semua itu diwajibkan untuk berpuasa di bulan Romadhon.
 
Dalilnya :
Artinya : “Sebagaimana telah diwajibkan kepada `orang-orang sebelum kamu”.
Kalau di dalam Haditsnya :
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. : “Puasa bulan Romadhon Alloh telah mewajibkannya atas seluruh ummat-ummat sebelum kamu (ummat Islam”.
Dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat : 84 – 85 diterangkan:
Artinya : “Segala sesuatu ada sebabnya (84) Maka ikutilah sebabnya (85)”.
Dan apa yang menjadikan sebab diwajibkan­nya puasa di bulan Romadhon itu?
Yang menjadi sebab pokok diwajibkannya puasa di bulan Romadhon adalah : “Karena semua kitab-kitab suci (yang menjadi pedoman semua ummat) itu turunnya di bulan Romadhon”.
Makanya dalam Al-Qur’an diterangkan :
Artinya : “Bulan Romadhon yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an sebagai petunjuk ummat manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda, maka barang siapa yang mengetahui dari antara kamu akan bulan Romadhon, maka hendaklah kamu mempuasainya”.