Dosa itu bukan merubah jasmani tetapi merubah ruhani, mengerjakan dosa 1 kali ada titik 1 kali di hati. Kalau dalam sehari ada 1000 dosa maka hati berubah menjadi hitam. Dari hari ke hari, dari jam ke jam, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun semakin lama dosa itu semakin tebal, dalam Al Qur-an di sebutkan,

ROONA ALAA QULUUBIHIM MAA KAANUU YAKSIBUUN (Al Muthoffifin/14)
Artinya: Apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Itu yang di maksud dalam pelajaran Tashawuf. Makanya dalam pelajaran Tashawuf itu di titik beratkan pad 3 macam:
1.       Takholli (    تَخَلِّ   )
2.       Tajallii (  تَجَلِّ  )
3.       Tahalli (   تَحَلِّ   )
Di dalam kalimat (   تَخَلِّ   )takholli itu ada huruf Kho’ (خ   ), huruf Kho’ itu titiknya di atas. Titik di atas itu ibarat dosa. Titik itu harus di tekan ke bawah menjadi huruf Jim ( ج  ) (    تَجَلِّ   tajalli), kalau sudah seperti huruf Jim berarti dosanya kalah. Tidak cukup itu harus sampai bersih sehingga menjadi huruf Ha’ (  تَحَلِّ       tahalli). Dalam huruf Ha’ itu sudah tidak ada titiknya artinya sudah bersih dari dosa.
Jadi Takholli itu pembersihan, mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela dan Tahalli menghiasi diri dengan sift-sifat yang terpuji. Itu di ringkas menjadi:
1.       Sabiquu ila maghfiroh (berlomba-lomba menuju ampunan Alloh)
2.       Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba menuju kebaikan)
Siapa yang menjadi pahlawan dari 2 perlombaan itu akan mendapat piala dari Alloh Ta’ala.
Apa artinya kalau di dunia ini di sanjung-sanjung oleh jutaan manusia tetapi di barzah jadi pesakitan. Apakah bisa jutaan manusia itu memberikan pertolongan? Oleh sebab itu jangan terlalu terpesona oleh kehidupan dunia ini.
Kalau dirinya sendiri tidak sungguh-sungguh akan berharap pada siapa? Apakah hanya berharap di Tahlil atau Kautsaran saja?
Seandainya amal sholeh itu bisa di kerjakan di sana orang-orang kafir tidak minta di kembalikan di dunia, cukup di kerjakan di sana. Adanya minta di kembalikan ke dunia karena tidak bisa di kerjakan di sana. Tempatnya ada di sini (dunia) tetapi di dunia terpesona oleh kehidupan yang fana. Di sini kita bangun dengan sangat baik tetap tidak bisa memiliki.
Hakikat manusia di dunia ini orang asing (ghorib) yang asli penduduk dunia itu jasmani sedangkan ruhani itu pendatang. Makanya kalau mati itu istilahnya sudah pulang karena memang ruhani itu bukan asli penduduk dunia, pulang ke Rohmatulloh. Dari Rohmatulloh, di dalam Rohmatulloh, kembali kepada Rohmatulloh. (Roh=Rohman, Roh=Rohim, Roh=Rohmat).
Lewat Shirotol Mustaqim itu nanti atau sekarang? Harus mulai sekarang tidak perlu menunggu waktu kalau sudah wafat. Saya (Sang Guru) yakin kalau amalnya ingin di terima oleh Alloh Ta’ala dan saya yakin kalau amalnya tidak ingin di tolak.
Bagaimana bisa lewat Shirotol Mustaqim kalau tidak mengetahui Shirotol Mustaqim? Kalau di jawab sudah tahu nyatanya waktu sholat minta di tunjukan Shirotol Mustaqim.
IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM(Al Fatehah/6)
Artinya: Ya Alloh tunjukan akan Shirotol Mustaqim.
Katanya Shiroothol Mustaqiim itu Islam. Katanya Shiroothol Mustaqiim itu Al Qur-an. AL Qur-an itu hidayah (petunjuk). Shiroth artinya Jalan. Jalan dengan petunjuk itu beda.
Kita tidak akan mampu kalau tidak lewat Nabi Muhammad SAW. Jadi Nabi Muhammad itu rohmat besar, suatu keberuntungan yang besar untuk kita. Bagaimana kalau Nabi Muhammad tidak lahir?
Walaupun begitu, banyak manusia yang jarang membaca sholawat. Membaca sholawat kalau ada maunya saja.