Rukun Islam yang keempat ialah berpuasa di bulan Romadlon. Terkadang ada orang mau melaksanakan Zakat , tapi ibadah Puasanya tidak mau melaksanakannya, padahal puasanya itu hanya setahun sekali, yakni sebulan di bulan Romadlon. 11 bulan bolehlah tidak berpuasa, tapi yang satu bulan berpuasalah. Terkadang ada yang berpuasa, tapi hanya oper jadwal saja.

Puasa itu bahasa Arabnya “Shoumun”. Dan “Shoumun” itu maknanya ialah mencegah. Jadi puasa itu artinya mencegah atau menahan. Menahan makanan, sebutirpun makanan dalam sehari tidak boleh masuk kedalam perut, walaupun perut itu lapar. Begitu juga walaupun hanya setetes air, tidaklah boleh masuk kedalam kerongkongan, ini semua dilaksanakan hanya semata-mata karena Alloh ta’ala.
  • Kalau hawa menghendaki minum, akan tetapi kalau Alloh Ta’ala menghendaki tidak boleh minum.
  • Kalau hawa menghendaki makan, akan tetapi Alloh Ta’ala menghendaki : Kamu satu hari jangan makan.
  • Hawa menghendaki omongan kotor, tapi Alloh menghendaki dalam berrpuasa jangan berbicara yang kotor.
Ada yang berpuasa, dia tidak makan, dan juga tidak minum,akan tetapi yang dia lakukan ialah mengumpat orang lain. Dan ini menurut Al Qur-an dikatakan sama halnya dengan memakan bangkainya manusia, namun orang tersebut tidak sadar yang ia lakukan itu sama dengan memakan bangkai.
Ibadah puasa itu ibadah yang paling aneh, Insya Alloh di bagian lain akan kami terangkan kehebatannya.
Kalau masalah Zakat, itu adalah untuk menyucikan diri. Sebagaimana tersebut dalam Al Qur-an :
KHUDZ MIN AMWAALIHIM SHODAQOTAN TUTHOHHIRUHUM WATUZAKKIIHIM BIHAA.
Supaya diri kita bersih dari mencintai dunia yang berlebih-lebihan. Sedangkan kalau ibadah Puasa itu adalah sebagai tameng atau benteng. Sebagaimana tersebut dalam Hadits:
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM : ASHSHOUMU JUNNATUN (Al Hadits).
Artinya : “Bersabda Rosululloh SAW : Puasa itu adalah benteng”.
Yang dimaksud benteng ialah membentengi diri kita dari pengaruhnya hawa. Dan masalah memulai puasa, yakni pada tanggal 1 bulan Romadlon, itu mengikuti pengumuman dari pemerintah. Ada juga yang ikhtiar dengan Ru’yah (melihat) di pantai Tanjung Kodok, untuk melihat tanggal satu bulan Romadlon.
Kalau masuk tanggal 1 bulan Romadlon, maka syetan-syetan diikat ditaruh dilautan, supaya tidak mengganggu orang yang sedang berpuasa, dan nanti kalau masuk Iedul Fithri dilepas kembali, mengenai hal ini kita jangan sampai salah faham. Nanti jangan-jangan dikira yang dimaksud lautan itu laut Pacitan, yang dimaksud lautan disini bukan lautan dhohir, akan tetapi lautan hati. Kalau syetan ongoh-ongoh saja bila bertemu makanan dan minuman, misalnya biasanya pagi-pagi minum kopi, tapi pada waktu berpuasa tidak boleh minum kopi, jadi hanya melihat saja sampai ngiler-ngiler, keinginan-keinginan itulah yang diikat atau dicegah.
Makanya makna puasa itu ialah “Al-Imsaaku” yakni mencegah, itulah sebabnya kalau pada waktu Sahur, kalau waktunya Sahur habis, ada aba-aba : Imsaak maknanya Stop, berhenti, tahan. Maksudnya sudah tidak boleh diteruskan makan atau minumnya.
Apabila akan berpuasa di bulan Romadlon, maka terlebih dahulu haruslah niat melaksanakan puasa, akan tetapi bila khawatir kalau setiap malam lupa untuk niat, maka boleh niat itu diropel (dobel) saja, seumpamanya berniat : Niat Ingsung berpuasa satu bulan. Ini boleh-boleh saja, tapi meskipun demikian, setiap hari harus disertai niat apabila tidak lupa, sebab maklum saja satu hari tidak bertemu dengan makanan dan minuman.
Kadang-kadang begitu waktu Maghrib tiba, maka semua makanan langsung dihabiskan. Katanya : Biar sholat Tarawihnya bisa Khusyu’. Jadi Khusyu’nya Sholat itu karena sebab kenyang.
Ada lagi terkadang waktu berbuka kekenyangan, kemudian berangkat ke masjid untuk ikut Jama’ah Sholat Tarawih. Dan sambil menunggu Imamnya datang, orang tersebut duduk-duduk bersandar didinding masjid, akan tetapi begitu Imam Sholat datang, orang tersebut sudah tidur karena kekenyangan.