FAHSYA’ DAN MUNKAR
Alloh Ta’ala melarang  orang-orang beriman akan perbuatan :
1) Fahsya’
2) Munkar
Fahsya’ artinya : perbuatan keji, dan
Munkar artinya : perbuatan yang tidak disukai Alloh Ta’ala.
Syaithon menyuruh orang-orang beriman supaya melakukan perbuatan Fahsya’ dan perbuatan Munkar. Jika orang-orang Mukmin itu menjauhi perbuatan Fahsya’ dan Munkar, orang tersebut adalah thoat akan Alloh Ta’ala. Orang yang Thoat akan Alloh Ta’ala itulah Hamba Alloh, itulah Abdulloh.
Bila orang mukmin itu melaksanakan perbuatan Fahsya’ dan Munkar, dialah mengikuti perbuatan Syaithon, dialah thoat akan Syaithon. Orang yang thoat akan Syaithon itulah dinamakan hambanya Syaithon, ( ibadah kepada Syaithon, atau Abdus Syaithon ).
BENTUK PERBUATAN FAHSYA’ DAN MUNKAR
Perbuatan Fahsya’ dan Munkar (perbuatan keji) itu ada berbagai macam bentuknya. Ada keji di dalam ucapan, dalam hati, dalam perbuatan (keji itu meliputi). Keji dalam ucapan, ucapan yang kotor, ucapan yang tidak baik, itu keji dalam perbuatan.
Keji dalam hati, seperti sifat Kibir, Riya’, Hasud. Dengki, Iri , Bakhil (penyakit hati), itu semuanya keji di dalam Hati. Kalau kita mengerjakan perbuatan Fahsya’ dan Munkar itu namanya Abdus Syaithon, bukan Abdulloh. Kalau kita menjauhi Fahsya’ dan Munkar, kita thoat kepada Alloh, thoat kepada Alloh itulah Hamba Alloh.
KEMERDEKAAN BAGI MANUSIA
1) Manusia diberi kemerdekaan memilih apakah thoat akan Alloh Ta’ala apakah thoat akan Syaithon laknatulloh. Apakah menjadi Abdulloh atau menjadi Abdus Syaithon.
2) Kenyataan manusia banyak yang mengikuti Syaithon dari pada mengikuti Alloh.
TALQIN DI WAKTU MANUSIA BARU LAHIR
Menurut Hadits Nabi, manusia yang baru lahir dari perut ibunya, telinga kanannya harus dibacakan Adzan, dan telinga kirinya haruslah dibacakan Iqomat. Adzan dan Iqomat yang dibacakan kepada manusia yang baru lahir, itulah sebagai Talqin, pelajaran, agar manusia yang baru lahir itu nanti setelah baligh melaksanakan sholat lima waktu, dan sholat lima waktu itulah dapat mencegah manusia dari perbuatan fahsya’ dan Munkar.
WA AQIMIS SHOLAATA INNAS SHOLAATA TANHAA ‘ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKAR
Artinya : “Dan tegakkanlah sholat,  sesungguhnya sholat itu mencegah dari Fahsya’ dan Munkar”.(Al ‘Ankabut /45)
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAMA:  MAN LAM TANTAHI  SHOLAATUHU ‘ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI  LAM YAZ DAD MINALLOOHI ILLA BU’DAN (‘An  Ibni Abbas) Rowahut Thobroni – Jami’us Shoghir/ II/Huruf Mim/Hal. 316.
Artinya :Bersabda Rosululloh SAW : Barangsiapa yang sholatnya tidak mencegah dari Fahsya’ dan Munkar, maka tiadalah akan ada tambahnya dari Alloh, melainkan tambah jauh”.
Kita ini diberi kemerdekaan oleh Alloh Ta’ala , mana yang kita pilih, apakah kita ini memilih menjadi hamba Alloh, apakah kita ini menjadi hamba Syaithon…! . Yang menjadi hamba Alloh (Abdulloh) akan menerima pahala dari Alloh dan yang menjadi hambanya Syaithon, nanti di Akhirat mintalah pahala kepada Syaithon, (tinggal pilih).