Di dalam waktu yang sempit antara lahir dengan maut, kita di perintah oleh Alloh Ta’ala mengerjakan 2 macam perlombaan. Tidak boleh santai-santai, tidak boleh sampai lalai-lalai, jangan asyik dalam kehidupan dunia saja. Kita di perintah musabaqoh dalam 2 perkara.
* Musabaqoh Maghfiroh
SAABIQUU ILA MAGHFIROTIN MIN ROBBIKUM WA JANNATIN ARDHUHA KA’ARDLIS SAMA-I WAL ARDLI (Al Hadid/21)
Artinya: Hendaklah kamu semuanya musabaqoh (perlombaan) dan surganya Alloh itu luasnya 7 langit dan 7 bumi.
Harus menggerakan segala kemampuan untuk menuju ampunan Alloh.
Ayat lain:
WA SAARI’UU ILAA MAGHFIROTIN MIN ROBBIKUM WA JANNATIN ‘ARDLUHAS SAMAAWAATU WAL ARDLU U’IDDAT LIL MUTTAQIIN (Al Imron/133)
Artinya: Dan cepat-cepatlah kamu menuju ampunan Alloh sebab surganya Alloh itu luasnya 7 langit dan 7 bumi. Dan surga itu di persiapkan untuk manusia.
Oleh karena manusia itu berlian hidup, berlian berfikir (menurut Imam Ghozali dalam kitab Bidayah), Tiap-tiap satu nafas dari nafasmu itu berlian.
Oleh karena kita itu berlian hidup dan berlian berfikir, di dunia manusia berlumuran dengan bermacam-macam kotoran. Ada yang sengaja masuk ke kotoran ada yang tidak sengaja tetapi terpeleset. Ini harus cepat-cepat membersihkan diri sebelum kita masuk dalam alam Barzah langsung alam Akhirat. Sebab surga itu suci dan surga di persiapkan untuk berlian-berlian hidup ini. Jadi kita di perintah membersihkan diri itu untuk menyesuaikan tempat yang suci supaya kita itu sesuai dengan tempat yang telah di persiapkan untuk kita. Neraka itu bukan di persiapkan untuk manusia
WALLOHU YAD’UU ILAL JANNAH
Artinya: Dan Alloh mengajak kamu semua supaya menuju ke surga.
Bila sampai ada manusia yang masuk ke neraka karena status manusianya sudah berubah, sebagaimana di sebutkan di dalam Al Qur-an;
ULAAIKA KAL AN’AM (Al A’rof/179)
Artinya: Mereka itu seperti hayawan ternak.
KUUNUU QIRODATAN KHOOSYI-IIN (Al A’rof/166)
Artinya: Adalah kamu seperti kera.
FAMATSALU KAMATSALIL KALBI (Al A’rof/176)
Artinya: Maka perumpamaanya seperti perumpamaan anjing.
FAHIYA KAL HIJAROH (Al Baqoroh/74)
Artinya: Mereka seperti batu.
Menyalanya neraka itu memakai bahan bakar dan bahan bakarnya bukan bensin, spirtus, kayu atau aspal tetapi batu dan manusia.
WA QUUDUHAN NAASU WAL HIJAAROH (At Tahrim/6)
Artinya: Bahan bakarnya (neraka) adalah manusia dan batu
Bukan batu sungai tetapi batu hati (hati yang sudah keras seperti batu). Kalau neraka tidak kemasukan batu hati ya tidak akan menyala. Kalau ada manusia ada yang masuk neraka bukan Alloh yang menyiksa akan tetapi manusianya yang hanya menuruti keinginan hawa nafsunya.
Kalau ingin sesuai dengan tempatnya maka bersihkan cepat-cepat, bagaimanapun besarnya dosa asal minta ampun kepada Alloh dengan Taubat Nasuha pasti di terima. Tapi jangan sampai menghina, maksudnya sekarang minta ampun besuk mengulangi lagi.
* Musabaqoh Khoiron
FASTABIQUL KHOIROT (Al Baqoroh/148)
Artinya: Maka berlomba-lombalah menuju kebaikan.
Jadi didalam hidup mulai lahir sampai mati hanya ada 2 itu perintah perlombaan.