WALLOOHU AKHROJAKUM MIN BUTHUUNI UMMAHAATIKUM LAA TA’LAMUUNA SYAI-AN WAJA’ALA LAKUMUS SAM’A WAL ABSHOORO WAL AF -IDATA LA’ALLAKUM TASYKURUUNA
Artinya:” Alloh telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”.(An Nakhl/S.16/78)
WALLOOHU AKHROJAKUM MIN BUTHUUNI UMMAHAATIKUM
Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu yakni kelahiran. Di awal ayat ini menerangkan masalah kelahiran, di akhir ayat ini menerangkan masalah Syukur. (la’allakum Tasykurun).
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Ahad
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Isnen
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Selasa
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Rabo
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Kamis
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Jum’at
  • Ada orang yang dilahirkan di hari Sabtu
Semuanya itu bertujuan la’allakum Tasykurun, (Agar kamu semua menjadi orang-orang yang bersyukur).
Bermacam-macam nikmat yang disyukuri manusia.
  •  Ada manusia mensyukuri nikmat sebagai petani yang sukses, dengan ucapan ” Alhamdulillaah saya menanam tanaman Jagung, dari tanah selas 1 ha dapat kira-kira 100 Ton, mendapatkan kesuk sesan / berhasil”.
  • Ada manusia mensyukuri nikmat sebagai Pegawai Teladan. Misalnya dengan ucapan:”Alhamdulillaah saya dari satu daerah Suarabaya ini tidak pernah mbolos”.
  • Ada manusia mensyukuri nikmat sebagai Pedagang yang berhasil.
  • Ada manusia mensyukuri nikmat sebagai siswa yang lulus ujiannya.
  • Ada manusia mensyukuri nikmat sebagai orang yang baik atau orang yang naik jabatannya.(Kalau orang turun jabatan tidak ada yang mensyukurinya, dan ini sudah biasa terjadi setiap hari).
  • Ada yang mensyukuri waktu minum sampai bisa sendawa , jadi yang disyukuri adalah bisanya sendawa .
  • Ada yang mensyukuri masalah ngantuk, dll.
Akan tetapi apakah banyak orang yang bersyukur karena hari kelahirannya sebagai manusia…?. Yang ini sedikit sekali. Namun bersyukur yang macam-macam itu tadi lebih banyak sekali.

Seandainya kita tidak pernah dilahirkan, apakah pernah bersyukur yang macam-macam itu tadi…!. atau syukur yang lainnya…!. Jadi syukur yang bermacam-macam itu berdiri di atas nikmat kelahiran.Kenyataan yang ada sedikit sekali manusia yang mensyukuri nikmat kelahirannya, nikmat sebagai manusia, padahal pada ayat tersebut di atas menerangkan syukurlah atas kelahiran sebagai manusia.