Jumlah Nabi itu ada 124.000 Nabi, dan kanjeng Nabi S.A.W. bersabda :

QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU `ALAIHI WASALLAMA : AFDLOLU MAA QULTU ANAA WANNABIYYUUNA MIN QOBLII LAA ILAAHA ILLALLOH. ( Al Hadits ).
Artinya : Bersabda Rosululloh S.A.W : “Ucapan yang paling utama yang keluar dari Ruhaninya 124.000 Nabi itu hanya Laa ilaaha illalloh”.
Jadi berlian yang keluar dari Ruhaninya 124.000 Nabi adalah :  Laa ilaaha illalloh
Dan kalau Laa ilaaha illalloh itu masuk kedalam diri kita, bukankah itu termasuk Lailatul Qodar ?
Kalau menurut pandangan umum :
Lailatul Qodar itu perbandingannya sama dengan 80 tahun, tapi sebenarnya Lailatul Qodar itu tidak bisa diukur.
Oleh sebab itu, yang dinamakan usia panjang itu ada dua macam, yaitu :
1. Ada usia panjang karena waktu.
2. Ada usia panjang karena nilai.
Berdasar inilah sehingga ada seorang waliyulloh yang pernah berkata bahwa setiap detik yang dialaminya itu adalah Lailatul Qodar.
Begitulah rahasianya, tapi pengertian Lailatul Qodar seperti ini adalah pengertian yang bersifat khusus.
Bila hal ini sampai kedengaran orang ahli dhohir pastilah mereka akan marah-marah dan berkata :
“ Kamu itu sombong / takabbur / kemlete !
Bagaimana tidak sombong, itu adalah hal yang sangat sulit, mencari Lailatul Qodar itu setahun sekali, itupun manusia sedunia ini yang mendapatkan Lailatul Qodar belum tentu ada dua orang, kyai-kyai yang besar-besar saja belum tentu mendapat Lailatul Qodar, masak sampai berkata bahwa setiap harinya itu adalah Lailatul Qodar ! “.
Ya mesti saja tidak bisa mendapatkannya, karena salahnya sendiri kok dicari.
Ada ayat Alqur-an yang berbunyi :
WALADZIKRULLOOHI AKBAR
Kalau orang ahli dhohir memaknai dan memahami ayat ini adalah :
Dzikir kepada Alloh itu besar manfaatnya “.
Akan tetapi lain lagi kalau menurut pandangan orang shufi, ayat ini dipahami mereka begini :
” Dzikir kepada Alloh itu menangkap dzikirnya Gusti Alloh sendiri “.
Lho apakah Alloh itu juga dzikir ?
” Iya, Alloh itu dzikir “.
Lho Gusti Alloh kok dzikir.
Cobalah dimengerti ;
Kalau Gusti Alloh itu tidak dzikir, masak Alloh itu lupa, padahal Alloh Ta‘ala itu tidak pernah lupa, Alloh itu dzikir terus :
WALADZIKRULLOOHI AKBAR.
Jadi kita ini diliputi dzikirnya Gusti Alloh, adapun soal kita ini bisa menangkapnya atau tidak adalah persoalan lain, persoalannya sendiri-sendiri, bagi yang nakal ya jelas tidak bisa menangkapnya.