Memang ada sebagian orang yang tidak faham akan Thoriqoh sampai-sampai berkata :

“ Jangan masuk Thoriqoh, nanti kamu bisa gila“.
Bayangkan tentang cemoohan yang satu ini ; masuk Thoriqoh kok dituduh bisa mengakibatkan orang jadi gila.
Kalau orang yang masuk Thoriqoh itu gila maka apalagi orang yang tidak masuk Thoriqoh, ya pasti lebih gila lagi.
Mungkin yang menyebabkan bisa gila adalah :
asalnya orang tersebut susah karena suatu hal, kemudian masuk Thoriqoh, umpama masuk sebuah Thoriqoh Qodiriyyah, tapi masuknya itu tidak karena Alloh Ta‘ala, tidak lillaahi.
–  Ada yang sumpek disebabkan bangkrut, kemudian masuk Thoriqoh ,jadi masuknya itu tidak lillaahi tapi lil bangkruti.
–  Ada yang karena naksir si A tapi yang ditaksir itu lepas, kemudian masuk Thoriqoh, jadi masuknya itu tidak lillaahi tapi lil lepasi.
–  Ada yang karena tidak lulus atau lamaran pekerjaannya selalu ditolak, kemudian masuk Thoriqoh, jadi masuknya itu tidak lillaahi tapi supaya diterima lamaran pekerjaannya.
Jadi latar belakangnya masuk Thoriqoh itu tidak murni, akhirnya ketika waktu dzikir Laa ilaaha illalloh itu yang diingati hanya lamarannya, sehingga akhirnya jadi bingung dan ndleming.
Masak seperti ini yang disalahkan itu Thoriqoh-nya, padahal salah orangnya sendiri, kenapa diwaktu dzikir itu yang diingati hanya kesusahan-kesusahannya saja.
Bila yang menyebabkan gila itu Thoriqoh, mestinya semua yang masuk Thoriqoh itu gila semua, dan bahkan yang lebih gila itu kami, tapi kenyataannya kan tidak ?
Tuduhan yang seperti itu jelas tidak tepat.
***
Murid-murid Thoriqoh  itu memang bermacam-macam ; ada yang sedikit nakal, ada yang nakal, dan bahkan ada yang nakalnya keterlaluan.
Contohnya :
–  Ada murid sebuah Thoriqoh  itu setelah bai‘at dzikir Ismu dzat, lalu nekat membai‘at orang lain, katanya itu Thoriqotush Shiddiqun Bi‘ati.
     Dan akhirnya yang nekat membai‘at sendiri itu jadi gila.
     Ini masalah ruhaniah, jangan dibuat main-main untuk mencari uang, orang yang demikian itu adalah murid Shiddiqiyyah yang nakal.
–  Ada lagi murid sebuah Thoriqoh itu yang tidak bisa menjaga rahasia, isinya bai‘atan atau muqoddimah bai‘atan itu yang semestinya tidak boleh diomong-omongkan keluar tapi malah diberitahukan kepada orang lain.
Semua pelanggaran-pelanggaran itu adalah tanggung jawabnya sendiri-sendiri sampai nanti di akhirat, bukan tanggung jawabnya yang membai‘at dan bukan tanggung jawabnya mursyid.