FA-IDZAA QUDLIYATISH SHOLAATU FANTA-SYIRUU FIL ARDLI WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH WADZKURULLOOHA KATSIIROO LA‘ALLAKUM TUFLIHUUN. (Q.S. Al Jum‘ah / 10). Artinya : “ Maka apabila telah ditunaikan/diselesaikan sholat maka berte-baranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Alloh dan ingatlah kamu akan Alloh dengan sebanyak-banyaknya supaya kamu menjadi orang yang beruntung “. Dalam ayat ini diterangkan : FA-IDZAA QUDLIYATISH SHOLAATU “ Setelah kamu itu selesai menunaikan sholat “ FANTASYIRUU FIL ARDLI “ Maka bertebaranlah kamu dimuka bumi “. Janganlah kita salah faham dalam memahami ayat ini ; bukan berarti setelah kita melaksanakan sholat itu diperintah harus langsung bubaran atau harus segera pergi meninggalkan masjid atau kita tidak boleh duduk-duduk santai dulu. Akan tetapi yang dimaksud (FIL AR-DLI : dibumi) dalam ayat di atas, ini adalah bumi dengan pengertian yang luas, sebagaimana diterangkan dalam surat Al Lail / ayat 4 : INNA SA‘YAKUM LASYATTA (Q.S. Al Lail / 4). Artinya : “ Sesungguhnya usahamu itu ber-macam-macam “. – Ada usaha sebagai petani, – Ada usaha sebagai pegawai, – Ada usaha sebagai guru, – Ada usaha dengan membuka toko, dsb. Adapun maksudnya ialah : Setelah menunaikan sholat, silahkan kamu bertebaran kembali ke tokonya, kembali ke pasar, kembali ke kantor. Walhasil setelah sholat kita dipersilahkan untuk kembali kepada usahanya masing-masing. Mengapakah kita diperintah : ” Silahkan kamu bertebaran dimuka bumi ” ? ( FANTA-SYIRUU FIL ARDLI ). Karena bumi itu luas, silahkan kamu pergi kemana saja, apakah ke Eropa atau ke Asia ataukah ke Afrika dengan membawa produk-produk unggulan, silahkan, ini diperbolehkan. Jadi maksudnya ayat ini tidak sempit. WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH. Artinya : “ Dan carilah karunia Alloh “. Hendaklah kamu mencari karunia Alloh, dan karunia Alloh itu tidak didalam masjid saja, tetapi sangat banyak : – Ada karunia Alloh dalam pertanian, – Ada karunia Alloh dalam nelayan, – Ada karunia Alloh dalam perdagangan, Walhasil karunia Alloh itu ada didalam bermacam-macam pekerjaan, karena perintah mencarinya itu setelah kita selesai menunaikan sholat. Jadi mencari karunia Alloh itu tidak di masjid saja atau tidak dengan sholat saja atau tidak dengan wiridan saja, tetapi mencari karunia Alloh itu luas yakni dalam segala pekerjaan. Ada yang mencari karunia Alloh dengan menunaikan pekerjaan sebagai guru, Ada juga yang mencari karunia Alloh dengan usaha perdagangan, Ada yang mencari karunia Alloh dengan usaha pertanian, Dan juga ada yang mencari karunia Alloh dengan membuat macam-macam keterampilan. Semuanya itu adalah termasuk : (WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH) ” Mencari karunia Alloh “. DIPERSILAHKAN MENERJUNI PEKERJAANNYA ASAL TIDAK LUPA KEPADA ALLOH WADZKURULLOOHA. (Q.S. Al Jum‘ah / 10). Artinya : “ Dan ingatlah kamu akan Alloh “. Dalam ayat ini kita dilarang lupa kepada Alloh, tapi kita harus ingat akan Alloh. Maksudnya : Kamu boleh bergelimang dengan perdagangan/perniagaan tetapi perdagangan/perniagaan kamu itu jangan sampai menjadikan kamu lupa kepada Alloh. Boleh kamu itu sibuk mengurusi pertanianmu tapi jangan sampai kesibukanmu dalam bertani itu sehingga melupakanmu kepada Alloh. Jadi kesimpulannya ; boleh kamu sibuk dalam urusan pekerjaan tapi janganlah kamu lupa Alloh disebabkan tertutup oleh kesibukanmu yang bermacam-macam itu.