Sebagaimana ditulisan sebelumnya dzikir itu banyak sekali macamnya ; ada dzikir didalam hati, ada dzikir di lesan, dan ada dzikir di hal atau di gerak kita, namun dzikir yang paling menonjol ialah dzikir Kalimat Tauhid yaitu dzikir Laa ilaaha illalloh.
Ini dari segi penonjolannya saja.
Mengapa ?
Karena Rosululloh sendiri yang telah bersabda :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM : AFDLOLUDZ DZIKRI LAA ILAAHA ILLALLOH. ( Al Hadits ).
Artinya : Bersabda Rosululloh S.A.W :“ Seutama-utamanya dzikir ialah dzikir Laa ilaaha illalloh “.
Sebenarnya kalimat dzikir itu ada bermacam-macam :
– Subhaanalloh : “ Maha Suci Alloh “, ingat akan Kemahasucian Alloh, itu juga dzikir.
– Alhamdulillah ; ingat akan Sifat-Sifat Alloh yang terpuji, adalah dzikir juga.
– Alloohu Akbar : “ Alloh Maha Besar “, juga dzikir.
– Laa haula walaa quwwata illaa billaah, juga dzikir.
– Hasbunalloohu wani‘mal wakiil, juga dzikir.
– A‘uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim, juga dzikir.
Tetapi umumnya, kalau seandainya kata-kata dzikir itu disebut, maka yang terlintas di fikiran kita adalah dzikir Laa ilaaha illalloh, sedangkan kalimat dzikir lainnya itu seakan-akan tenggelam.
Mengapa ?
Karena memang dzikir yang paling menonjol atau seutama-utamanya dzikir atau intinya dzikir adalah : LAA ILAAHA ILLALLOH