Ada kesehatan tapi tidak sempat, ini tidak bisa. Ada kesempatan tapi tidak sehat, ini juga tidak bisa, jadi dua itu harus gandeng.

Kita diberi kesempatan, kesempatan kita itu kapan !. Kesempatan kita yang paling berharga, yang paling bernilai berlian, ada di dunia ini, bukan waktu kita di Akhirat. Di Akhirat sudah dalam keadaan menganggur, sudah libur. Jadi waktu yang paling berlian di dunia ini. Sebab istighfar kita bermanfaat selama kita masih di Dunia, taubat kita bermanfaat selama masih di Dunia. Sholat kita bermanfaaat selama masih di Dunia. Di Akhirat sholat tidak ada, sudah libur. Di Akhirat membaca Istighfar: Yaa Alloh saya minta ampun, selama saya di Dunia tidak sempat membaca Istighfar”.Ini sudah tidak berguna.
Kesempatan kita ada di Dunia ini.
  • Kesempatan bertasbih
  • Kesempatan bertahmid
  • Kesempatan sholat
  • Kesempatan berpuasa
  • Kesempatan Hajji
  • Kesempatan berbakti kepada diri kita sendiri
  • Kesempatan berbakti kepada masyarakat
  • Kesempatan berbakti kepada Tanah Air
  • Kesempatan berbakti kepada Negara
  • Kesempatan berbakti kepada Agama
Yang semuannya itu adalah perintah Alloh.
Kalau kesempatan di dunia ini tidak digunakan, cuma dipakai bermain-main, jalan-jalan yang tiada manfaat, awas itu nanti setelah habis kesempatan akan merengek-rengek, sudah tidak bisa (tidak ada manfaatnya).
Kadang orang itu akan taubat menunggu kalau sudah tua, waktu masih muda dianggap tidak perlu taubat dulu. Kalau sudah tua , renta, peyok, baru mau taubat. Ketika masih muda, masih kuat saja tidak mau taubat, apalagi kalau sudah tua, sudah peyok, malah tidak mau taubat, kalau sudah begitu berbahaya.
Kalau ada orang muda dzikir, dipoyok-i, padahal itu menjalankan perintahnya kanjeng Nabi :
SYABAABAKA QOBLA HAROMIKA
Mumpung kamu masih muda berdzikirlah, beramallah yang baik, sebelum kamu kedatangan renta / tua.
Mumpung kita ini masih hidup, kita diberi kesempatan, muda diberi kesempatan, sehat diberi kesempatan, perjuangkanlah sungguh-sungguh.
Waktu kita di dunia ini sangat singkat, dan tidak tahu kapan kita wafat. Asal hidup kita ini jadi hidup yang berbakti kepada Alloh, jadi hidup sejati, bukan hidup yang sekedar hidup-hidupan saja. Dan tidak mungkin akan jadi hidup sejati selama tidak di isi dengan berbakti kepada Alloh. Dengan berbakti kepada Alloh itulah hidup kita akan menjadi hidup sejati.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi hidup yang sejati.
***