Sebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad SAW diterangkan :

RUWIYA ‘ANIN NABIYYI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM, ANNAHU QOOLA :
AL ‘AQLU NUURUN FIIL QOLBI YUFARRIQU BAINAL HAQQI WAL BAATHIL.
(AL MUNAABIHAAT ‘ALAL ISTI’DAADI LIYAUMIL MA’AAD- KARANGAN IBNU HAJAR AL ASQOLANI, BAB X / HAL. 60)
Sebabnya disebut IBNU HAJAR (anaknya batu) itu karena kesabarannya dalam mencari ilmu bagaikan melobangi batu dengan tetesan air sedikit demi sedikit. Jadi sangat sabar sekali. Meskipun batu itu keras dan air itu lembut, tapi karena sangat lamanya terkena tetesan air maka bagaimanapun kerasnya batu, akan bisa berlubang juga.
Adapun ASQOOLAN itu adalah negari yang masuk wilayah Palestina.
Artinya :”Diriwayatkan dari Nabi S.A.W: Sesungguhnya beliau bersabda : AQAL itu ialah cahaya di dalam hati yang bisa membedakan antara yang benar dan yang salah “.
Jadi yang dinamakan aqal ialah cahaya yang ada di dalam hati yang bisa membedakan antara benar dan salah. Dan yang dimaksud hati di sini bukanlah hati yang bergantung (seperti buah sonubari), sebab hati yang bergantung itu adalah daging. Dan hati yang bergantung ini, bila diukur besarnya, masih lebih besar hatinya kerbau.
Adapun yang dimaksud HATI (QOLBUN) di sini adalah yang molak-malik (bolak-balik) itu. Sebentar-sebentar berubah, sebentar gembira-sebentar susah, setelah susah-gembira, setelah nangis-senyum, setelah senyum-mrengut, jadi cepat berubah. Bahkan berubahnya lebih cepat dari pada bergolaknya air yang direbus.

Aqal sebagai tiang bagi manusia.

Diterangkan dalam hadis Nabi Muhammad S.A.W:

QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALOOHU ‘ALAIHI WASALLAMA : QOWAAMUL MAR-I AQLUHU . (AN JAABIIR / ROWAAHUL BAIHAQI ) (JAAMIUS SHOGHIIR / HL.229).

Artinya : “Bersabda Rosululloh S.A.W : Tegaknya seseorang itu karena aqalnya ”

Jadi aqal itu juga merupakan tiang bagi manusia.

>>> Bersambung…