Setelah manusia lahir ke dunia, mulailah timbul macam-macam kebutuhan(program). Dan kebutuhan manusia itu tidaklah bisa dihitung karena sangat banyaknya, seperti :

Manusia hidup itu jelas membutuhkan tahu warna-warna, seperti warna merah, kuning, hijau, putih dsb. Membutuhkan tahu bentuk-bentuk, seperti bentuk bundar, persegi, tipis dsb. Membutuhkan kenal bau-bauan, misalnya bau wangi, basin, menyengat dsb. Membutuhkan kenal rasa manis, asin, masam, getar, pahit dsb.
Hidup juga membutuhkan makan, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, pertolongan dsb. Dan untuk bisa memenuhi semua kebutuhan itu tentunya memerlukan alat-alat, software dan hardware. Tanpa alat-alat tidaklah bisa mencapai kebutuhan-kebutuhan hidup.
Ada alat luar dan ada alat dalam.
Alat luar (hardware) diantaranya :
  • Penglihatan yang dipasang di mata, itu alat untuk mengenal rupa.
  • Pendengaran yang dipasang ditelinga, itu alat untuk mengenal suara.
  • Lidah, ini alat untuk mengenal rasa.
  • Penciuman yang dipasang di hidung, ini alat untuk mengenal bau.
  • Kaki, tangan, itu semuanya adalah alat-alat luar.
Alat dalam (software) diantaranya :
Perasaan, angan-angan, fikiran, dll
Dan semua alat-alat itu bukanlah buatan manusia, bukan buatan orang tua laki-laki, bukan pula buatan orang tua perempuan. Waktu lahir, semuanya sudah dipersiapkan oleh Alloh, sudah lengkap terpasang langsung secara otomatis, manusia tinggal memakai saja.
Seperti mata juga langsung ada tutupnya yang bisa bekerja secara otomatis. Kalau ada apa-apa yang akan mengenai mata, kelopak mata langsung menutup sendiri, tanpa ditarik oleh tangan. Kalau kita bangun tidur, mata juga akan terbuka sendiri, tidak usah dibuka dengan tangan. Dan si tanganpun juga begitu, bisa bekerja secara otomatis, begitu bangun dari tidur langsung meraba-raba membuka selimut. Demikian juga dengan kaki, kaki langsung turun dari ranjang tanpa harus diperintah dan tanpa diprogram sebelumnya : Hai tangan dan kaki, bangun tidur ini kamu harus begini-begini. Itu semua tidak usah dilakukan, semuanya sudah terpasang secara otomatis.
Begitu juga dengan rambut, rambut itu sudah dipersiapkan dan diatur. Tapi kadang-kadang ada orang yang kesannya bergurau namun menunjukkan kecerobohannya, sebagaimana jawaban orang yang baru menikah ketika ditanya: Bagaimana keadaanmu?. Jawabnya : Baru membuat rambut. Kalimat ini adalah menunjukkan kecerobohan, kesombongan dan kedustaan, karena seakan-akan bisa menata rambut anak yang akan dilahirkan, padahal tidak bisa.
Kalau semua sudah siap barusah proses dijalankan. Proses semua itu adalah cerita hidup, lakon hidup.
>> bersambung…