Dari SULALAH kemudian menimbulkan HABBAN artinya: Biji-bijian.

ANNAA SHOBABNAL MAA-A SHOBBAA (25). TSUMMA SYAQOQNAL ARDLO SYAQQOO (26). FA-AMBATNAA FIIHAA HABBAA (27).
Artinya:” Sesungguhnya kami telah mencurahkan (menurunkan) air (hujan) sebanyak-banyaknya.(25) Kemudian kami belah (renggangkan) tanah serenggang-renggangnya.(26) Lalu Aku tumbuhkan padanya biji”. (27) (‘Abasa / S. 80)
Adapun biji-bijian itu mempunyai kulit dan bau yang wangi.
WAL HABBU DZUL ‘ASHFI WAR ROIHAAN
Artinya :”Dan biji itu mempunyai kulit dan bau yang wangi.” (Arrohman / S. 55 / ayat 12).
Dan dari biji (Habban) itu ada Habban lagi yang sangat halus, yaitu yang dinamakan NAWAA.
INNALLOOHA FAALIQUL HABBI WAN NAWAA.
Artinya : “Sesungguhnya Alloh memecah di dalam biji dan biji yang halus”. (Al An’am / S.6 / ayat 95).
               
Kemudian biji-bijian (HABBAN) yang didalam tanah itu dipecah oleh Alloh sehingga keluarlah sesuatu yang hidup dari yang mati, yaitu muncul tumbuh-tumbuhan.
YUKHRIJUL HAYYA MINAL MAYYITI
Artinya:”Dikeluarkan (ditumbuhkan) hidup dari yang mati”.   (Ar Rum / S.30 / ayat 19)
Makanya Alloh berfirman dalam surat Nuh :
WALLOOHU ANBATAKUM MINAL ARDLI NABAATAA.
Artinya : “Dan Alloh menumbuhkan kamu semua dari bumi berupa tumbuh-tumbuhan.” ( Nuh / S.71/ ayat 17).
Jadi kita itu pernah menjadi tumbuh-tumbuhan, yaitu setelah jadi SULALAH lalu jadi HABBAN, kemudian tumbuh menjadi NABAATAA (tumbuh-tumbuhan). Dan macamnya tumbuh-tumbuhan itu banyak sekali, bermacam -macam bentuknya, warnanya, namanya, rasanya, baunya, kasiatnya, hikmahnya. Ada yang hikmahnya dijadikan makanan, ada yang dijadikan obat, ada yang dijadikan rokok dan lain sebagainya. Ada yang jelek tapi hikmahnya besar, seperti : Gedebok pisang yang sudah busuk, yaitu : Bisa dibuat untuk mengobati udun (bisul). Jadi biar busuk, masih tetap dicari-cari. Ada yang bermanfaat hanya waktu hidup saja dan ada juga yang bermanfaat dari hidup sampai mati, seperti : Kayu jati.
Walaupun air yang menyiram tanah hanya satu macam, namun tumbuhan yang dikeluarkan dari tanah itu macam-macam, diantaranya :
1. Ada yang rasanya pedas, seperti : Lombok.
Meskipun lombok itu pedas tapi pedasnya tidak membuat jera bagi yang memakan. Buktinya walau pernah ngoweh-ngoweh karena kepedasan tapi lain waktu minta lagi.
Lo itu lanang (laki-laki).
Mbok itu wedok (perempuan).
Jadi lombok itu laki-laki dan perempuan (bapak dan ibu). Makanya kalau bapak ibunya sedang menasehati anaknya tapi tidak dihiraukan, biasanya ngeses-ngeses.
2. Ada yang rasanya pahit, seperti : Sambiroto.
Walaupun pahit tapi banyak dicari orang, yaitu sebagai obat.
3. Ada yang rasanya masam sekali, seperti : Asam, cerme dll.
4. Ada yang umurnya panjang, tapi manfaatnya tidak begitu banyak, yaitu seperti : Cangkring.
5. Ada yang umurnya pendek tapi manfaatnya besar, yaitu seperti : Padi.
6. Ada yang tumbuhnya berdiri sendiri dan tegak, yaitu seperti : Mangga, kelapa dll.
7. Ada yang batangnya tidak bisa berdiri sendiri (selalu mencari sandaran), yaitu seperti : Suruh.
8. Ada yang banyak suaranya (kemresek / ramai) , yaitu seperti : Tebu yang tertiup angin.
9. Ada yang tidak banyak suaranya, tahu-tahu ada buahnya, yaitu seperti : Ketela.
10.Ada yang pohonnya besar, buahnya besar, yaitu seperti : Durian.
11.Ada yang pohonnya besar, buahnya kecil, yaitu seperti : Kentosan, beringin.
Suatu saat pernah ada orang yang berteduh dibawah pohon kentosan dan berkata dalam hati: Kalau dipikir-pikir, pohon ini sepertinya kurang pantas. Tampang pohonnya besar sekali, tapi buahnya sangat kecil.
Kalimat ini adalah termasuk maido (mencela) Alloh. Kemudian tiba-tiba jatuhlah salah satu buahnya dan tepat mengenai wajah orang tersebut. Setelah kejatuhan buah kentosan itu dia baru sadar dan berkata dalam hati : Oh-iya seandainya pohon ini buahnya besar (mungkinsebesar durian), pasti remuk kepala saya. Ini memang keadilannya Tuhan,menciptakan pohon dengan bermacam-macam hikmah, termasuk juga menumbuhkan pohon yang besar dengan buah yang kecil, jadi cocok buat berteduh.
12. Ada yang pohonnya kecil, buahnya juga kecil, yaitu seperti : Lombok.
13. Ada yang pohonnya kecil, tapi buahnya besar, yaitu seperti : Blencong, semangka.
14. Ada yang modelnya berbunga dulu, setelah itu baru berbuah. Ini umum, seperti : Mangga, jeruk dsb.
15. Ada juga yang berbuah dulu, baru kemudian berbunga, yaitu seperti : kudu.
16. Ada yang beranak dulu, kemudian baru mengandung, yaitu seperti : padi, pisang.
17. Dan masih banyak lagi.
Jadi tumbuh-tumbuhan itu macamnya banyak sekali, sesuai dengan firman Alloh dalam Alqur-an :
FA-AKHROJNAA BIHII AZWAAJAN MIN NABAATIN SYATTAA.
Artinya : “Lalu Kami tumbuhkan dengan dia beberapa jodoh diantara tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (Thoha / S : 20 / ayat : 53).
Dari tumbuhan ke mana? … Ikuti lanjutannya