Pada Tulisan sebelumnya manusia asalnya dari benda mati, bisa jutaan tahun di bumi. Setelah itu menjadi Sulalah dan akhirnya menjadi tumbuhan.
Dari tumbuhan yang beraneka macam itu bermacam-macam pula yang dimakan manusia yaitu lebih dari 3000 macam, ada yang rasanya pahit, manis, asin dsb. Kemudian makanan yang dimakan manusia itu ada sarinya, juga ada ampasnya. Dari sarinya makanan akhirnya menjadi darah. Dan mengenai ampasnya dibuang (dikembalikan lagi ketanah).
Untung ada pembuangan ampas. Setelah ampas dibuang ketanah, oleh tanah diserap lagi lalu ditumbuhkan lagi. Selanjutnya diambil dan dimakan lagi oleh manusia lalu dikeluarkan lagi oleh manusia, begitu seterusnya, muser terus (berputar terus).
Begitu juga dengan perputarannya ikan yang ditangkap manusia, setelah ikan ditangkap oleh manusia kemudian dimakan lalu ampasnya dibuang ke sungai. Selanjutnya ampas yang disungai dimakan ikan, ikan dimakan lagi oleh manusia. Proses perputaran ini dinamakan ‘ID (kembali).
Lalu dari sari darah menjadi MANIYYI YUMNA (air suci) atau TIRTO KAMANDANU. (Al qiyamah / S. 75 / 37)
                   TIRTO = air. KAMAN = benih. DANU = sumberan.
Jadi TIRTO KAMANDANU itu adalah air yang menjadi benih yang berasal dari sumberan. Bukan sumberan dari bumi bawah melainkan dari dirinya sendiri.
Adapun tempatnya TIRTO KAMANDANU / MANIYYI YUMNA bagi orang laki-laki namanya SULBI dan bagi orang perempuan namanya TAROIB. Sebagaimana tersebut dalam Alqur-an :
                   YAKHRUJU MIM BAINISH SHULBI WAT TAROOIB.
                   Artinya : “Yang dikeluarkan dari antara tulang punggung (laki-laki) dan tulang dada (perempuan). (Ath Thoriq / S. 86 / ayat 7)
Selanjutnya air suci (TIRTO KAMANDANU) yang berada di SHULBI dan TAROIB itu kalau sudah bertemu (menyatu) jadilah NUTHFAH. Dan kalau sudah jadi NUTHFAH, tempatnya tidak lagi di SHULBI dan TAROIB melainkan di QOROORIM MAKIIN (sebagaimana dalam Surat Almu’minun ayat 13) atau disebut dengan ALAM ARHAM atau dalam istilah ilmu pedalangan dinamakan CUPU MANIK ASTOGINO.
* Setelah jadi NUTHFAH selama 40 hari lalu menjadi ALAQOH.
* Dari ALAQOH (juga 40 hari) berubah jadi MUDLGHOH.
* Setelah jadi MUDLGHOH (40 hari) kemudian Malaikat diperintah oleh Alloh untuk menulis 4 kalimat. Dan tulisan Malaikat di alam Arham itu umumnya di sebut: SASTRO CETO HAYUNINGRAT PANGRUWATING BAWONO.
Jadi manusia dimasuki unsur Malaikat itu ketika masih dalam usia 40 hari x 3 (120 hari). Karenanya bila bisa mujahadah dengan sungguh-sungguh sejumlah 40 hari x 3 (120 hari) maka nanti bisa sampai disitu, yaitu tiba diunsur Malaikat. Dan disitu akan mengetahui rahasia tulisan yang ada dalam dirinya sendiri.
Mujahadah 40 hari x 3 dengan sungguh-sungguh itu menurut istilah tasawufnya dinamakan KHOLWAT.
Selanjutnya proses terus di alam rahim (di gua garbo) sampai 9 bulan. Setelah 9 bulan bertapa dalam perut, lalu dikeluarkan (dilahirkan) oleh Alloh untuk melanjutkan proses di alam dunia (menjadi lakon di dunia).
Setelah selesai lakonnya didunia kemudian pisahan (jawanya : pegatan), maksudnya adalah perpisahan antara jasmani dan ruhani dan inilah yang dinamakan dengan mati / meninggal dunia (Jawanya : pejah). Jadi hakekat maut itu adalah perpisahan, yaitu perpisahan nya jasmani dan ruhani.
Kemana perginya jasmani …..?
Jasmani kembali lagi ke asalnya, yaitu ke kotak (bumi) dan yang unsurnya Malaikat kembali kepada Malaikat, yang dari alam amar juga kembali ke alam amar.
Ketika dilain waktu kotak dibuka lagi, proses berulang lagi, hanya alur ceritanya saja yang berbeda. Tergantung dalangnya.
Semoga menjadikan kita sedikit terbuka terhadap teori Evolusi jasmani ataupun Evolusi Rohani.. >>