QOOLAROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAM : AWWALU MAA IFTARODLOLLOOHU TA’ALA ‘ALA UMMATII ASH SHOLAWAATIL KHOMSI WA AWWALU MAA YURFA’U MIN A’MAALIHIM ASH SHOLAWAATUUL KHOMSU WA AWWALU MAA YAS-ALUUNA ‘ANISH SHOLAWAATIL KHOMSI (‘AN IBNU UMAR) ROWAHUL HAAKIM FIL KAANII / JAMI’USH SHOGHIR JILID  I BAB HURUF ALIF HAL.195.
Artinya:”Bersabda Rosululloh SAW ; Awwalnya sesuatu  yang difardlukan oleh Alloh Ta’ala atas umatku ialah Sholat lima (waktu). Dan awwalnya sesuatu yang dinaikkan dari amal mereka adalah Sholat lima (waktu). Dan awwalnya sesuatu yang ditanyakan ialah tentang Sholat lima (waktu).
Kewajiban paling awwal :
AWWALU MAA IFTARODLOLLOOHU TA’ALA ‘ALA UMMATII ASH SHOLAWAATIL KHOMSI
Paling awwal kewajiban itu Sholat lima waktu. Dan  Sholat lima waktu itu diwajibkan pada tahun 610 M, itu tahun 1 kenabian.
Dan jumlah rokaatnya hanya 11 rokaat. Yang  rinciannya ialah :
  • Sholat Dhuhur 2 rokaat
  • Sholat  ‘Asyar 2 rokaat
  • Sholat  Maghrib 3 rokaat
  • Sholat  Isya’ 2 rokaat
  • Sholat Subuh 2 rokaat
Jadi jumlahnya 11 rokaat, itu kewajiban Sholat yang pertama. Setelah kanjeng nabi menerima kewajiban Sholat lima waktu di tahun 1kenabian, orang yang paling pertama di ajari Sholat lima waktu itu adalah Siti Khodjijah r.a. Pada tahun 10 kenabian  atau tahun 620 M Siti Khodjijah wafat.
Jadi Siti Khodjijah melaksanakan Sholat lima  waktu itu selama 10 tahun. Kemudian tahun 622 M. nabi Muhammad SAW dimi’rojkan, dan sebelum dimi’rojkan sudah diwajibkan sholat lima waktu, yang kewajiban itu pada tahun 610 M. Jadi  kewajibannya sholat lima waktu pada tahun 610 M, dan mi’rojnya tahun 622 M.
WAFIS SANATITS TSAANIYATI ‘ASYROTA MINAN NUBUWWATI QOBLAL HIJROTI BISANATIN KAMAA QOOLAHUBNU SYIHAABIN ‘ANIBNIL MUSAYYABI USRIYA BIN NABIYYI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAMA WA’AROJA (NURUL ABSHOR / 19)
Artinya :”Dan pada tahun 12 dari kenabian satu tahun sebelum hijrah, sebagaimana dikatakannya oleh Ibnu Syihab dari Ibnu Musayyab, diisro’kan  nabi SAW dan  dimi’rojkan”.
Jadi jauh sebelum kanjeng nabi Mi’roj sholat lima waktu itu sudah diwajibkan, sudah dikerjakan oleh kanjeng Nabi, para Shohabat. Tapi umumnya sholat lima waktu itu baru diwajibkan ketika kanjeng Nabi Isro’ Mi’roj. Ini silang pendapat (perselisihan), sedangkan ini sudah  umum.
Di sini  tidak berani menerangkan yang  seperti umumnya itu, tetap menerangkan bahwa sholat lima waktu itu turun pada tahun 1 kenabian, bukan pada waktu Isro’ Mi’roj. Kalau Sholat lima waktu diwajibkan pada kanjeng Nabi dan umat Islam ketika Isro’ Mi’roj, apa itu dikatakan kewajiban Awwal..?. Wajib awwal itu pada awwal kenabian, tahun 1 kenabian, setelah turunnya Iqro’, waktu itu sudah diajari sholat lima waktu (kanjeng  Nabi). Ini dalam kitab AL ANWAARU MUHAMMADIYYAH. Hanya saja waktu itu belum 4 rokaat, tapi masih 2 rokaat-2 rokaat.
  • Dhuhur belum 4 rokaat, masih 2 rokaat
  • ‘Asyar belum 4 rokaat, masih 2 rokaat
  • Isya’ belum 4 rokaat, masih 2 rokaat.
Jadi jumlah rokaat sholat lima waktu masih 11 rokaat.
Di pahami dulu, soalnya ini masalah agak rawan perdebatan. masih ada sambunganya..