Manusia, kemunculannya dari dalam bumi kejagad yang luas ini juga ada yang memunculkan yaitu: Dzat yang maha kuasa, Dzat yang maha bisa. Sebagaimana tersebut dalam surat Najm:

HUWA A’LAMU BIKUM IDZ AN SYA-AKUM MINAL ARDLI.
Artinya :”Dia (Alloh) maha mengetahui tentang kamu ketika Dia memunculkan kamu semua dari bumi.” (An Najm / S.53 / ayat 32)
Setalah manusia muncul di jagad raya ini, barulah ada cerita atau lakon yang bermacam-macam. ada yang jadi kepala negara, ada yang jadi menteri, gubernur, bupati, camat, lurah, carik, kamituwo, jogo tirto, pedagang, pendeta, kyai, guru, tukang ramal dan lain sebagainya. Ini semua sudah tersebut didalam Alqur-an surat Al Lail.
INNASA’ YAKUM LASYATTAA.
Artinya :”Sesungguhnya pekerjaan kamu (ketika di dunia) macam-macam. ” (Al Lail / S.92 / ayat 4 )
Jadi adanya ratu, kyai dan lain sebagainya itu hanyalah ketika di dunia saja dan disitupun hanya sementara bukan selamanya. Kalau sudah ditaruh lagi ya sudah tidak ada gelar macam-macam. Begitu pula dengan manusia di jagad juga seperti wayang di kelir atau bisa juga di ibaratkan seperti panggung sandiwara (ludrukan) yakni dikala itu saja (dikala pentas saja) adanya raja (mungkin menceritakan raja majapahit), ada istrinya raja, ada mbok embannya dan itu hanya sesaat, setelah turun dari panggung ya kembali seperti semula. Jadi baik yang menjadi raja maupun jadi mbok emban dan lain sebagainya itu hanyalah sesaat. (Kadang yang jadi mbok emban, yang sering dimarahi itu malah pemimpinnya, sedangkan yang baru jadi raja (memerankan raja) setelah tiba dirumah dimarahi istrinya). Wal hasil lakon yang macam-macam dijagad ini hanyalah sementara.
Manusia dijagad ini dibagi menjadi 2 bagian. Sebagaimana diterangkan dalam surat Waqi’ah (Surat ke 56) :
Ada yang disebut golongan kanan
WA ASH-HAABUL YAMIIN, MAA ASH-HAABUL YAMIIN. (Ayat 27)
Artinya : “Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu ?”
Dan ada yang disebut golongan kiri
WA ASH-HAABUSY SYIMAAL, MAA ASH-HAABUSY SYIMAAL. (Ayat 41)
Artinya : “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu ?”
( Masalah ini lebih jelasnya, baca dalam surat Waqi’ah ).
Yang dimaksud kanan dan kiri disini bukanlah arah-arah, melainkan kanan dan kiri ma’nawi. Adapun maknanya kanan secara maknawi adalah baik dan maknanya kiri secara maknawi adalah buruk. Sebagaimana sering di ucapkan oleh orang-orang : Jangan melakukan kiri terus (maksudnya itu jangan melakukan keburukan terus).
Jadi dijagad manusia itu ada 2 golongan atau 2 blok, yaitu golongan baik dan golongan buruk (blok baik dan blok buruk). Seperti :
                   ~   Ada blok tauhid               Ada blok syirik.
                   ~   Ada blok syukur               Ada blok kufur.
                   ~   Ada blok to-at                  Ada blok ma’siat.
                   ~   Ada blok iman                  Ada blok kufur.
                   ~   Ada blok taubat               Ada blok tabbat.
                   ~   Ada blok jannah              Ada blok jahannam.
                   ~   Ada blok persatuan         Ada blok persatean.
Padahal Alloh sudah memberi petunjuk tapi kenyataannya tetap ada yang memilih keburukan. Sebagaimana diterangkan dalam Alqur-an :
INNAA HADAINAAHUS SABIILA, IMMAA SYAAKIRON WA IMMAA KUFUUROO.
“Sesungguhnya kami menunjukkan jalan, tapi ada yang memilih jalan syukur dan ada yang memilih jalan kufur” (Ada yang memilih jalan kanan dan ada yang memilih jalan kiri). (Ad Dahr / Al Insan / S.76 / ayat 3)
QOD TABAYYANAR RUSYDU MINAL GHOYYI.
“Sudah jelas petunjuk dari pada kesesatan”. (Al baqoroh / S. 2 / 256)
Jadi sebenarnya didunia ini masalah kebaikan dan keburukan sudah ditunjukkan oleh Alloh. Manusia tinggal pilih ;
  • Apakah memilih kebaikan atau memilih keburukan.
  • Apakah memilih menempuh jalan syukur atau memilih jalan kufur.
  • Apakah memilih SABIILI ROHMAAN atau memilih SABIILI SYAITHOON.
  • Apakah memilih jalan ASH-HAABUL YAMIIN atau memilih jalan ASH-HAABUSY SYIMAAL ?   Semuanya terserah manusia, manusia bebas memilih, tidak ada paksaan.
Semoga para pembaca, asalnya adalah ikut blok ASH-HAABUL SYIMAAL kemudian mendapat pencerahan, dan sekarang ikut blok ASH-HAABUL YAMIIN.
Amin..