SYARAT-SYARAT MA’RIFAT
Apabila seseorang bermaksud hendak ber­MA’RIFAT, maka terlebih dahulu yang bersangkutan harus memiliki syarat-syarat, sebagai berikut.:
  1. Harus memiliki niat, dan tekad serta keyakinan ingin bertemu dengan Allah.
  2. Harus memiliki kemerdekaan berpikir dengan menggunakan akal dan ratio untuk menemui Allah.
  3. Harus memiliki kemerdekaan kemauan/kehen­dak, yaitu kemauan untuk menemui Allah itu henar-benar kemauan/kehendak dari hati sanu­barinya, bukan karena terpaksa, ikut-ikutan atau sekedar ingin tahu saja.
  4. Menggunakan Ayat-ayat, Kitab Suci sebagai referensi untuk dapat menemui Allah.
  5. Mencari dan mendapatkan seorang Guru Mursyid yang benar-benar sudah Ma’rifat, yaitu yang sudah tahu dan kenal kepada Tuhannya.
Sesuai dengan bunyi ayat-ayat sebagai berikut:
AL-ANKABUT : 5 & 23
5. Barangsiapa yang mengharap Pertemuan dengan Allah, Maka Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
23. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan Pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
AL-MUJJAADILAH : 12-13
12. Hai orang-orang beriman, apabila kamu Mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu. yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak sanggup maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum Mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
MANFAAT BAGI YANG TELAH MA’RIFAT
Adapaun manfaatnya atau keuntungan bagi orang-orang yang sudah MA’RIFAT (tahu dan kenal Tuhannya) serat taqwa dan taat kepada Allah, itu semua dapat dipelajari dari ayat-ayat berikut:
AL-MAIDAH :3
… pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
AL-WAAQI’AH : 88-89
88. Adapun jika Dia termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
89. Maka Dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta kenikmatan.
AN-NAHL : 97
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
ASH-SHAAFAAT : 148
lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
YAA-SIIN : 25-26-27
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah kesaksianku.
26. dikatakannya: “Masuklah ke syurga”. Dia berkata: “Alangkah baiknya Sekiranya kamumku mengetahui.
27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku Termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
AL-FATH : 1-2
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,
2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
Demikianlah manfaat bagi yang telah berma’rifat sesuai dengan bunyi ayat-ayat tersebut di atas, maka apabila para pembaca benar-benar mampu melakukan Mi’raaj, dapat mengenal secara nyata dengan Yang Wajib Disembahnya, maka dengan pasti akan me­nerima/menga lami/memiliki hikmah-hikmah seperti yang telah digelarkan dalam ayat-ayat tersebut di atas; dan kehidupan para pembaca akan dapat merasakan lebih nikmat dan lebih indah, di dalam batin para pembaca akan merasakan bagai mengalirnya air sungai yang sangat tenangnya, meskipun sedang di­landa badai yang sangat besar (ketenangan lahir dan batin).
Sabda Rasulullah saw.
“Bila engkau sibuk dengan duniamu, makaakhiratmu akan luput “
“Bila engkau sibuk dengan akhiratmu, makaduniamu akan turut”.
“Carilah duniamu seakan-akan engkau akanhidup selamanya, dan 
“Carilah akhiratmu seakan-akan engkau akancoati besok”.