Beberapa waktu lalu sudah di terangkan bahwa apabila nikmat itu dipandang dari sudut wujudnya nikmat, maka nikmat itu ada yang besar dan ada yang kecil. Lalu apa sajakah yang tergolong nikmat besar ?.
Yang tergolong ni’mat besar itu banyak, diantaranya :
  1. Ni’mat keberadaan
  2. Ni’mat hidup
  3. Ni’mat wujud manusia
  4. Ni’mat aqal
  5. Ni’mat Iman
  6. Ni’mat Islam
Inilah diantara ni’mat yang besar, tetapi ada lagi ni’mat yang paling besar, yaitu : Ni’mat hidup sejati – hidup yang baik
Sebagaimana tersebut dalam Alqur-an :
Artinya : ” Maka Aku berikan hidup dia dengan hidup yang thoyyibah ” .
Istilah lainnya ialah ” Hidup haq “. Sebagaimana tersebut dalam Alqur-an :
Artinya : ” Mereka itu adalah orang mu’min yang haq “.
Istilah lainnya lagi ialah : Hayatan haqiqi artinya: hidup hakekat, hidup yang sejati, hidup yang bermakna , hidup yang berarti, bukan sekedar hidup-hidupan .
Nikmat hidup sejati di katakan ni’mat yang terbesar karena hidup manusia yang tidak hidup sejati, tidak hidup haq atau tidak hidup yang bermakna itu diterangkan dalam Alqur-an surat Ar-Ro’du ayat 17, “adalah seperti buih”.
Artinya : ” Demikianlah Alloh membuat perumpamaan bagi yang haq dan yang bathil. Maka adapun buih itu akan hilang sebagai suatu yang tidak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia , maka ia tetap di bumi.Demikianlah Alloh membuat perum­pamaan – perumpamaan “
Jadi bagi Alloh hidup yang tidak sejati atau tidak bermakna atau tidak haqiqi walaupun 1000 tahun adalah sama dengan buih. Sedangkan buih itu akan hilang ikut gerakan air, bila dikumpulkan tidak ada apa-apanya dan tidak ada harganya sama sekali
Maka apalah artinya hidup ini bila hanya seperti buih ? Tampaknya saja hidup, padahal sebenarnya mati bagi Alloh, tampaknya saja ada padahal sebenarnya tidak ada.
( Angan-anganlah sendiri, kita ini seperti buih apa tidak. Mudah terombang-ambing keadaan/ berita apa tidak ? )