Memahami teori evolusi mirip memahami kemunculan kita atau kelahiran diri kita di dunia.

Ketika kita lahir ceprot ! Tak ada yang dapat meyakinkan kita bahwa kita lahir pada jam itu, tanggal itu dan oleh ibu itu dengan sang ayah yang itu. Yang ada hanyalah selembar surat. Dan kesaksian mereka. Kita yakin itu adalah tanggal kelahiran kita tanpa kita mampu membuktikannya atau menolaknya.
Ketika umur sekian bulan ada foto-foto kita. Juga ketika TK, SD. Nah saat itu kita baru punya ingatan. Pertanyaan yang mungkin agak sulit tentang mulainya sejarah diri kita sendiri, “kapan saat terkecil yang anda ingat ?“. Saya yakin ndak ada yg ingat saat dilahirkan. Ndak ada yg ingat wajah doker, atau bidang yg menolongnya.
Lain lagi dengan saya. Saya dilahirkan di desa yang jauh dari bidan atau dokter. Yang ada hanya mantri kesehatan yang berjarak sekitar 5KM dari rumah kami. Kami lahir (katanya) hanya ditolong dukun bayi, yang juga menolong kelahiran adik kami, kami mulai ingat ini. Karena saya sudah umur 5 tahun. Saya samar-samar masih ingat ketika aku masih netek emak di usia sekitar 3 tahun. Saya minum ASI sampai umur 5 tahun, sampai adik-ku lahir.
Tidak ada bidan, tidak ada dokter, tidak ada akta lahir, hanya secuil surat keterangan lahir dari desa yang dibuat asal-asalan. Tidak ada foto apalagi video. Tapi saya yakin dan percaya sekali sampai sekarang kalau saya anak dari emak dan bapak saya, tanpa ingin membuktikan lebih jauh.
Sekalilagi kita hanya percaya pada selembar surat dan selembar foto(kalaupun ada), serta pengetahuan dari orang yg tahu tentang masa kecil kita. Jarang diantara kita yang kemudian melakukan checking dan recheck ke Rumah sakit atau bertanya pada bidan yang membantu ibu melahirkan kita. Juga ndak ada yang berniat membuktikan apakah kita keturunan ayah dengan uji DNA. Namun rata-rata hanya percaya saja dengan surat dan cerita dari orang tua yang sudah ada saat kita lahir.
EVOLUSI ROHANI
Sejak waktu ketika semua belum ada, belum ada alam semesta, yang ada hanya Allah SWT. Kemudian diwujudkannya NUR MUHAMMAD.( Kisah ini sering kita dengar, cari di kitab Google untuk lengkapnya kisah ini). Sejak keadaan di MARTABAT WUJUD AHADIYYAT – WAHDAD – WAHIDIYYAT…Hingga ke Alam Arwah – Alam Mitsal – Alam Ajsam – Alam Insan Kamil.. sekarang ini, kita hanya mampu mengingat setitik atom berbanding alam raya. Sedikit sekali.
Kemudian dengan kemampuan kita sekarang kita sudah merasa sangat-sangat sombong. Merasa sangat pandai, sangat pintar, tahu segala RAHASIA… Aneh.
Sebagain besar dari kita menyakini, kita hanya singgah di dunia ini sejak kita lahir yang kapannya-pun tidak kita ingat, sampai kita mati, yang kapannya pun kita juga gak tahu. Kita merasa perjalanan rohani kita hanya sangat-sangat singkat. Ingat Ruh kita ada sejak Ruh di wujudkan, hingga selama-lamanya, sampai kita kembali ke lautan ruh lagi.
Monggo dipikir sendiri yo… jangan dikit-dikit kitab suci. Cari yang lebih universal, bukan dari sudut salah satu agama saja.
Dilain kesempatan kami akan mencoba menganalisa perjalan Ruh sebelum dan sesudah di dunia yang sekarang.. tapi katanya juga. Kami kan belum bisa… he he..