Dapatkah kita men yaksikan /bertemu Tuhan?
Banyak pendapat, di kalangan umat beragama mengatakan akan bahwa manusia tidak akan bertemu/menyaksikan Tuhan terkecuali Nabi. Kata menyaksikan pasti ada hubungannya dengan pandangan mata. Sebagaimana kita ketahui, bahwa ada dua macam pandangan mata, yaitu mata lahiriah dan mata batiniah. Mata lahiriah dari alam inderawi dan alam kasat mata (“alamul hiss was-syahadah”) dan mata batiniah dari alam lain, yaitu alam malaikat, atau alam malakut
Memang manusia tak akan mampu melihat,-Nya dengan mata lahiriah. Kalaupun seandainya Allah menampakkan dirinya, pasti kita tak akan kuat menatap wujudnya dengan indera mata kita. Dan akal kita tak akan mampu menjangkau pemahaman tetang Allah, kecuali melalui Ma’rifat atau tingkat keyakinan yang tinggi. Dikarenakan Tuhan itu tersembunyi, maka inilah yang menyebabkan tak terjangkaunya Dia oleh pemahaman.
Akan tetapi bagi orang yang kuat dan tajam mata batinnya, penuh ketekunan maka hal itu bagi mereka dalam keadaan bagaimanapun, di manapun berada yang dilihat hanya Allah. Mereka dapat melihal, wujud-Nya dengan mata batinnya yang tajam dan kuat itu. Sedangkan ciptaan-Nya yang ada di alam semesta ini hanyalah kodrat-Nya saja, sesuatu yang ia lihat., disebut orang yang bertauhid dalam arti yang sebenarnya; bahkan dirinya tidak dipandang sebagai makhluk yang berdiri sendiri melainkan dirinya adalah merupakan suatu kesatuan dengan Semesta Alam.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut di atas dalam rangka mencari kebenaran maka sebaiknya per¬hatikanlah bunyi ayat-ayat sebagai berikut:
AL-AHZAB :21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
AL-ANKABUT :5
Barangsiapa yang mengharap Pertemuan dengan Allah, Maka Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
AL-BAQARAH: 55
55. dan ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan nyata. Lalu kamu disambar halilintar dan kini kamu telah melihat-Nya”.
A-RAFF: 143
… “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. ..
QAFF: 22
Sesungguhnya kamu berada dalam Keadaan lalai dari (hal) ini, Maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, Maka penglihatanmu pada hari itu Amat tajam.
Apabila kita menyimak ayat-ayat diatas dengan akal yang sehat, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita dapat bertemu dan menyaksikan Tuhan, apabila Tuhan mengizinkan dan menghendaki-Nya. Demikian pula perhatikanlah bunyi KALIMAT SYAHADAT sebagai berikut :
“ Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah “
Dari kalimat tersebut dapat deitegaskan bahwa kita dapat menyaksikan Tuhan, bila dikehendaki-Nya dan atas seizin-Nya. Dan Shalat kita benar-benar seperti apa yang diucapkan oleh mulut kita.