* Lanjutan HAQ & BATHIL
Dalil Tarikh
Ketika Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam di Mekkah, beliau belum mengadakan organisasi. Beliau masih mengadakan pembentukan kader-kader tauhid selama 11 tahun.
Pada tahun 12 Kenabian, kader tauhid tersebut diseleksi keimanannya melalui peristiwa Isro’ Mi’roj. Dengan adanya seleksi Isro’ Mi’roj itu kader-kader tauhid tersebut pecah menjadi 3 golongan :
1. Golongan Pertama.
Golongan yang tambah kuat Imannya. Golongan inilah yang dipelopori Shohabat Abu Bakar Shiddiq RA.
2. Golongan Kedua.
Ada yang murtad keluar dari Islam.
3. Golongan Ketiga.
Ada yang terombang-ambing antara iman dan kufur.
Karena peristiwa Isro’ Mi’roj itu adalah peristiwa yang sangat sulit dengan pertimbangan akal fikir semata-mata. Hanyalah harus diterima dengan iman yang sungguh-sungguh.
Kemudian pada tahun 13 kenabian, Kader-kader Tauhid yang lulus dari ujian Isro’ Mi’roj, diuji lagi dengan ujian yang paling berat, yaitu : Peristiwa hijrah dari mekah ke madinah. Dari ujian ini ada yang lulus, ada yang tidak lulus.
Setelah Rosululloh saw. sampai ke madinah, barulah Beliau membentuk organisasi yang tersusun dari shohabat shohabat : Muhajirin dan Anshorin (Hisbulloh) untuk menghadapi ( Hizbus Syaithon) yang di organisasi oleh golongan kaum kafirin Makah. Terjadilah peperangan sampai 52 kali. Berkat kualitasnya kader tauhid Muhajirin atau Anshorin dan kokohnya persatuan, rapinya organisasi, kompaknya kerjasama kader-kader tauhid, maka hancurlah Hizbusy Syaithon, walaupun mereka itu golongan yang besar.
Itulah Uswatun Hasanah yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW.
***
Pada abad sekarang ini kita dapat menyaksikan sendiri, Israel adalah satu negara yang kecil, penduduknya hanya sedikit, padahal terkepung oleh negara-negara Islam yang banyak yang jumlah penduduknya umat Islam lebih banyak dari pada umat Yahudi.
Akan tetapi mengapakah negara Islam yang banyak itu kalah dengan satu negara yang kecil ?
Tidak lain disebabkan karena kader-kader Yahudi sangat tinggi kualitasnya, organisasinya rapi, kerja samanya kompak dan kesatuaannya kokoh. Sampai kaum Yahudi dapat mendikte Amerika Serikat yaitu satu negara Super Power.
Sebaliknya, negara-negara Islam timur tengah walaupun penduduknya banyak, akan tetapi persatuannya rapuh, organisasinya semrawut, kader kadernya tidak berkuwalitas, hatinya kejangkitan penyakit wahan( cinta dunia dan takut mati )
Yang sangat memalukan Umat Islam seluruh dunia ialah negara Kerajaan Saudi Arabia. Obrolannya saja katanya menjadi penjaga Ka’batulloh, akan tetapi demi untuk mengagungkan kekuasaan raja, perlu mengundang tentara Amerika yang pro Israel itu untuk melindunginya.
Hingga sampai sekarang ini, lebih-lebih keanehan yang sulit diterima oleh agama Islam dan akal sehat, negara Saudi Arabia malahan memusuhi negara Irak dan Iran yang sama-sama negara Islam.
Dengan minta bantuan negara amerika, tak terbilang harta kekayaan Raja Saudi Arabia yang membanjiri Amerika. Akan tetapi saudaranya Islam palestina yang di hancurkan oleh Israel, mereka tidak peduli, jangankan tenaganya, harta bendanya-pun tidak menetes ke negara palestina.
Saudaranya Ummat Islam Palestina dibantai oleh Israel yang di sokong Amerika, tapi raja Saudi Arabia malah cumbu cumbuan dengan mesranya dengan tentara-tentara Amerika.(Subhanalloh).
Sekarang tela’ah dalam-dalam, bagaimanakah keadaan umat Islam di Indonesia sekarang ini. Ketika waktu reformasi, kompak tapi setelah itu persatuannya rapuh, ribut mendirikan partai-partai sendiri, yang semuanya gampang di baca oleh lawan-lawannya, yang mungkin kalau tidak waspada dapat digulung oleh penegak-penegak kebathilan yang semakin rapi, kokoh kesatuannya.
Oleh sebab itu, saya mengharap-harap dan berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara pembaca di sini dapat memeperoleh manfaat bagi diri kita, keluarga dan bagi warga negara Indonesia.