Bismillahirohmanirrohimi

Yang dinamakan ibadah ialah: Niat melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh baik perintah yang bersifat dhohir maupun perintah yang bersifat bathin. Walaupun bentuknya bentuk ibadah seperti bentuk ibadah sholat, bentuk ibadah zakat, bentuk ibadah puasa, bentuk ibadah haji dan lain sebagainya bila tidak diniati melaksanakan perintah Alloh itu bukanlah ibadah, melainkan hanya bentuk ibadah atau gambar ibadah. Karena dalam hadis Nabi diterangkan :
“Sesungguhnya amal itu harus dengan niat”
Orang yang mengerjakan sholat tahajud tapi niatnya bukan karena Alloh melainkan supaya dipuji orang atau supaya dikatakan ahli ibadah itu namanya hanya bentuk ibadah, gambar ibadah, bukan disebut ibadah. Karenanya mereka cuma mendapat capek saja atau kepayahan saja. Sering membaca Alhamdulillah, membaca masya Alloh dihadapan orang banyak dengan niat supaya dipuji orang (ahli syukur), itu namanya juga bukan ibadah melainkan hanya bentuk ibadah, gambar ibadah. Dan mereka itu adalah orang riya’, selanjutnya bila riya’ maka syabahlala (tidak mendapat apa-apa, tidak mendapat manfaat didunia dan juga tidak mendapat manfaat di akherat).
Ada yang ketika akan mengerjakan sholat niatnya tidak dikeraskan, karena tidak ada orang lain, tapi ketika ada banyak orang, niatnya dikeraskan supaya orang lain mendengan kalau niat sholatnya sampai ratusan rokaat (miataini /200 rokaat), dengan maksud supaya dianggap kuat ibadahnya.
Ada yang zakat sedikit saja, wartawan dipanggil supaya disiarkan disurat kabar. Ini juga bukan ibadah, ini gambar ibadah dan jangan dikira mereka itu banyak ibadah. Malahan mereka termasuk menipu dirinya sendiri, menipu orang banyak, menipu Alloh (dikira Alloh bisa ditipu, padahal hakekatnya mereka menipu dirinya sendiri), kasihan.
Jadi ibadah itu ialah niat melaksanakan perintah Alloh, menjauhi larangan Alloh bukan karena keturunan (sholat karena neneknya sholat, bapaknya sholat, buyutnya sholat, karenanya merasa tidak pantas bila tidak sholat).
DIANTARA PERINTAH ALLOH
Yang disebut ibadah adalah melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi laranganNya. Dan diantara perintah Alloh dalam Alqur-an, ialah tolong menolong diatas dasar kebaikan.
“Tolong menolonglah kamu atas dasar kebaikan dan taqwa”.(Al maidah ayat 2)
Jadi kalau kita mengerjakan tolong menolong diatas dasar kebaikan asal dengan niat melaksanakan perintah Alloh adalah termasuk ibadah. Baik tolong menolong dibidang pertanian, tolong menolong dibidang kesehatan, tolong menolong dibidang ketrampilan, tolong menolong dibidang pendidikan, tolong menolong dibidang politik (menyelamatkan negara) dan lain-lainnya.
Jadi ibadah itu tidak hanya sholat, zakat, puasa, haji, dzikir (membaca Subhaanallooh, Walhamdulillaah, Walaa-ilaaha illallooh, Walloohu akbar ) bukan itu saja. Jika hanya itu nanti dapatnya sedikit.
Makan dan minum adalah juga perintah Alloh, sebagaimana tersebut dalam Alqur-an surat Al A’rof.
“Makan dan minumlah”.
Oleh karena itu jika kita makan dan minumnya dengan niat melaksanakan perintah Alloh jadilah makan dan minumnya ibadah. Tapi kalau makan dan minumnya tidak diniati melaksanakan perintah Alloh maka makan dan minumnya hanya menjadi adat. Selanjutnya jika makan dan minumnya tergolong adat maka tidak ada bedanya dengan makannya orang kafir, orang musyrik, orang dholim, juga tidak beda dengan makannya kerbau dan sapi.
Jadi yang membedakan antara makannya orang mukmin dan makannya orang kafir serta hayawan adalah : kalau makannya orang mukmin itu dalam rangka ibadah (bila diniati melaksanakan perintah Alloh) dan makannya o-rang kafir hanya adat saja.
Begitu juga masalah SITRUL AUROT (tutup aurod). Oleh karena menutupi aurot itu ada perintahnya maka jika kita menutupi aurod (berpakaian) dengan niat melaksanakan perintah Alloh jadilah berpakaian ibadat. Tapi kalau tidak diniati melaksanakan perintah Alloh maka hanya menjadi adat. Soal dengan apa menutupi aurot, Islam tidak menerangkan. Apa ditutupi dengan celana atau rok atau jubah atau gamis atau karet atau karung, terserah. Begitu juga dengan potongannya, apa bentuk potongan jengki, jenggo, jongos terserah, pokok aurot tertutupi dan mengerjakannya niat melaksanakan perintah Alloh jadilah ibadah. Sebaliknya meskipun menutupi aurot dengan kerudung yang rapat tapi niatnya tidak karena Alloh melainkan supaya dianggap dinas itu bukanlah ibadah, itu adat. Jadi untuk membedakan antara ibadat dan adat adalah diniat.
Masalah sholat fardlu dan sholat sunah bedanya juga diniat. Walaupun rokaatnya sama, fatehahnya sama, sujudnya sama tapi yang satu dikatakan fardlu dan satunya lagi dikatakan sunah itu dapat diketahui dari niatnya.