Hubbud dun-yaa itu kepalanya kesalahan
Dalam hadis Nabi telah diterangkan :
hubbud dun-yaa ro’su kulli khothiI-‘atin.
Artinya : “Cinta dunia itu kepala dari segala kesalahan “.
Padahal masalah cinta dunia itu umum. Siapa yang tidak cinta dunia ?.
Tapi bila cinta dunia, berarti kepalanya kesalahan.
Yang dimaksud dengan HUBBUD DUN-YAA.
Yang dimaksud dengan cinta dunia (Hubbud dun-yaa) itu adalah cinta mutlak atau cinta 100% terhadap dunia. Dan bila hati itu telah terisi dengan cinta dunia (cinta yang 100%), maka sudah tidak ada lagi tempat untuk cinta kepada lainnya, tidak ada tempat untuk cinta kepada Alloh, tidak ada tempat untuk cinta kepada Rosululloh, tidak ada tempat untuk cinta jihad fi sabilillah, tidak ada tempat cinta kemanusiaan, karena hatinya sudah dipenuhi oleh cinta dunia. Dan bila hatinya sudah terisi cinta dunia 100% maka bila punya harta, hartanya tidak akan dipergunakan untuk mengabdi kepada Alloh, melainkan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
Adapun yang tidak termasuk cinta dunia (tidak termasuk hubbud dun-yaa) itu adalah yang apabila kaya, kekayaannya itu dipergunakan untuk mengabdi kepada Alloh, dipergunakan untuk melaksanakan perintah-perintah Alloh.
Jadi kaya itu tidak dilarang. Boleh kita itu kaya, boleh kita itu punya uang 100 juta asalkan uang itu dipergunakan untuk mengabdi kepada Alloh. (menafkahi keluarga itu juga termasuk mengabdi kepada Alloh, karena memberi nafkah keluarga adalah perintahnya Alloh). Untuk shodaqoh, untuk menolong orang fakir, untuk membantu kepentingan umum dan seterusnya. Ini semua tidak tergolong hubbud dun-yaa, tidak termasuk cinta dunia. Jadi yang tergolong cinta dunia itu adalah yang hartanya hanya dipakai untuk pribadinya sendiri, untuk nafsunya sendiri, bukan untuk melaksanakan perintah Alloh. Jadi jangan salah faham, nanti karena ada larangan cinta dunia terus tidak mau dunia. Ini salah. (Di dunia kok tidak mau dunia).
Kadang ada orang yang mengatakan : Pembaca jalanpincang.com itu tidak mau dunia. Kalau mendengar demikian, jawablah : Ayo kamu punya apa, apa mau dicoba memberikan hartanya kepada saya, ayo kalau tidak kepingin habis milikmu. Kita itu nrimannriman. Dikasih Rp 1.000,- diterima, dikasih Rp 10.000,- juga diterima, 1 juta-diterima, 1 milyar- diterima, dikasih rumah-diterima, diajak ke warung-diterima (kadang diwarung sampai lupa, ngobrol terus sampai hampir pagi), ya karena memang kita itu nriman. Jadi omongan yang mengatakan kami tidak mau dunia, itu salah.
Ada juga yang mengatakan : jalanpincang.com itu apa, hanya diajari dzikir saja. Ini adalah tuduhan yang tidak benar. Tapi apa sih jeleknya diajari dzikir ?. Masak diajari supaya sadar itu jelek ?. Coba, bagus mana antara orang yang mabok (tidak sadar) dengan orang yang sadar ?. Yang jelas ya bagus yang sadar. Bukankah yang tidak sadar itu biasanya malah diobati agar bisa sadar?.