KEWAJIBANDZIKIR

“Telah bersabda Rosululloohi s.a.w : Sesungguhnya bagi tiap-tiap orang yang berjalan ada akhirnya dan akhir perjalanannya anak-anak Adam (di dunia ini) adalah mati. Maka wajiblah atas kamu semuanya ingat akan Alloh. Maka sesungguhnya (ingat akan Alloh) itu memudahkan kamu dan menyenangkan kamu di akherat”     (Jami’ush shoghir, jilid I, bab huruf “Alif Nun”, halaman 166 ).
Lakon (SA’I) manusia didunia ini secara sempurna terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Lakon lahir.
2. Lakon hidup.
3. Lakon mati.
Sebelum manusia sampai pada lakon akhir (mati) menurut hadis diatas yang wajib dikerjakan adalah DZIKIR.
     “Maka wajib kamu dzikir / ingat kepada Alloh”.
HIKMAHNYA DZIKIR
Hikmahnya dzikir menurut hadis diatas ada 2, yaitu :
1. Memudahkan perjalanan manusia di dunia.
     Keterangannya :
 Adanya dzikir bisa memudahkan manusia dalam menghadapi mati (memudahkan perjalanan manusia di dunia) itu adalah karena sudah semata-mata ingat pada Alloh dan sudah tidak ingat pada lainnya Alloh. Bila sudah tidak ingat kepada lainnya Alloh maka lainnya Alloh sama dengan tidak ada, hanya Alloh saja yang ada. Jadi sudah lepas dari daya tariknya lainnya Alloh.
2. Menyenangkan kepada kamu semuanya waktu hidup di akherat.
     Keterangannya :
     Nabi Muhammad telah bersabda :
” Bersabda Rosululloohi s.a.w : Dunia itu penjara bagi nafsunya orang mukmin dan tabiatnya. Maka tatkala orang mukmin pisah dengan dunia maka pisahlah ia dari penjara dan tabiatnya”.     ( Jami’us shoghir jilid II / bab huruf DAL  / hal 27 )
Menurut hadis ini : Nafsunya orang mukmin didunia itu di penjara, maksudnya dipenjara ialah dibatasi oleh tembok-tembok perintah Alloh dan tembok-tembok larangan Alloh. Dan perintah-perintah Alloh serta larangannya itu terbagi 2, yaitu : Ada perintah dan larangan yang bersifat dhohir, ada perintah dan larangan yang bersifat batin. Jadi bisa dikatakan nafsunya orang mukmin itu dibatasi dengan 4 lapis tembok, yaitu :
1. Tembok perintah Alloh yang bersifat dhohir.
2. Tembok perintah Alloh yang bersifat bathin.
3. Tembok larangan Alloh yang bersifat dhohir.
4. Tembok larangan Alloh yang bersifat bathin.
Namun semuanya itu adalah demi untuk keselamatan manusia, bukan untuk memperlambat.
Seperti ibaratnya rambu-rambu lalu lintas, ada warna merah (tanda berhenti), ada warna kuning (tanda siap-siap), dan ada warna hijau (tanda berjalan). Semuanya itu demi untuk keselamatan bukan untuk memperlambat.
Sedangkan bagi orang kafir, dunia ini adalah surga bagi nafsunya. Karena tidak ada larangan baginya, mereka merasa bebas sebebas-bebasnya.
Akan tetapi bila orang mukmin sudah lepas dari dunia (wafat) maka mereka lepas dari penjara masuk kepada kebebasan atau masuk ke surga.
Dan anehnya bagi orang mukmin yang mau dibebaskan dari penjara (mati) kok banyak yang takut atau susah, mestinya senang. Ada yang beralasan susahnya itu karena meninggalkan istri yang masih muda, meninggalkan kekayaannya sehingga tidak bisa menikmatinya lagi. Mereka mengira nikmat itu adanya hanya di dunia saja, padahal seandainya mereka tahu nikmat yang di akherat, pasti inginnya cepat kesana dan tidak mau kembali. Yang minta kembali adalah orang kafir sebab menyesal, ingin berbuat amal sholeh.
Artinya :” Ya Tuhanku kembalikan aku ke dunia (99) Supaya aku bisa mengerjakan amal baik kepada orang yang kutinggalkan “. (Al mukminun ayat 99-100)
Orang yang mati syahid juga ingin kembali kedunia tapi sebabnya tidak sama dengan orang kafir. Sebabnya orang mati syahid ingin kembali kedunia adalah karena ingin merasakan mati syahid lagi (karena nikmatnya).