Seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi, Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya, Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: “Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih”. (Shahih Muslim No.4157, Hadis riwayat Abu Hurairah ra)
Ini adalah Alasan shahih tentang larangan membunuh semut.
Meski kenakalan semut kadang membuat kita jengkel, tapi, jika kita renungi dan berfikir baik; pasti kita akan memahami, mungkin semut sedang lapar atau sedang mencarikan makanan buat anak anak semut di rumahnya yang jauh .

Berlembutlah kepada semut, mereka pun bertasbih.
Mungkin lebih banyak dari kita,
Subhanallah..Sahabat, seperti hal-nya Lebah, semut merupakan salah satu mahluk Allah yang diabadikan namanya dalam Al Qur’an. Hingga ada Surah Al Qur’an yang di beri Nama An-Naml / النّمل yang artinya “Semut”. Surat tersebut adalah surat ke-27 dalam Al Qur’an.

Dalam ayat ke-18, digambarkan tentang semut lebih hidup lagi tentang tentara Nabi Sulaiman Alahissalam yang melewati sebuah lembah dimana disana terdapat semut semut;

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

Diayat 19-nya Nabi Sulaiman tertawa mendengar semut semut itu dan berdoa;

…”Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS An Naml;19)

Semoga Kita dijadikan Hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan penuh senyum. Katanya senyum itu merupakan sebuah intruksi kepada tubuh bahwa kita baik baik saja, dan kemudian tubuh menjadi baik.

Tersenyumlah, anggap saja ini adalah sebuah tafaqur dari semut,

“Semut maafkan aku”