Dalam kitab Badai’uz Zuhur halaman 158 (karangan Asy Syaikh Muhammad bin Ahmad Al Hanafi) diterangkan : Bahwa Luqman itu adalah anaknya Sarun, ia berasal dari Nubiya (Timur Laut Afrika). Dan ia adalah seorang budak belian yang dibeli oleh seorang Israil dari kota Ailah dengan harga 30 dinar tapi kemudian dimerdekakan. Luqman akhirnya menetap di kota Romalah dekat Baitul Maqdis. Ia se-zaman dengan Nabiyulloh Dawud as (Jadi sangat jauh dengan zamannya Nabi Muhammad s.a.w).
Dari lesannya Luqman keluarlah kata-kata yang mengandung hikmah-hikmah yang sangat dalam sampai ia dijuluki Al Hakim (Luqman Al Hakim) dan namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam Alqur-an, yaitu surat ke 31 serta disebut 2 kali dalam surat Luqman, yaitu pada ayat 12 dan 13. Dan ribuan ulama’ Bani Israil mendengarkan kata-kata hikmah dan mencatatnya dari Luqman.
SEBABNYA LUQMAN BISA MENGELUAR KAN HIKMAH.
Pada suatu saat ada seorang yang tanya kepada Luqman, dari manakah dapat kata-kata hikmah itu?. Luqman menjawab : Saya mendapat hikmah dari 2 pokok :
1.   Saya senantiasa menghindar dari kata-kata yang dusta.
2.   Dan saya meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Hal ini (kedua-duanya) sesuai dengan hadis Nabi:
       “Bersabda Rosululloohi s.a.w : Sebagian dari baiknya orang terhadap agamanya (agama Islam) adalah kalau meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya”.
Tinggalkanlah sesuatu yang tidak bermanfaat (tinggalkan sesuatu yang mudlorot, logho). Mudlorot adalah sesuatu yang membahayakan. Jadi janganlah mengerjakan sesuatu yang mudlorot, mudlorot terhadap diri kita, terhadap keluarga, masyarakat, tanah air, bangsa dan negara. Dan kerjakanlah sesuatu yang bermanfaat, manfaat terhadap diri kita sendiri, manfaat terhadap orang tua, manfaat terhadap keluarga, terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Dan Luqman itu adalah mempraktekkan hal ini (Ia menghindari kedustaan dan ia selalu mengerjakan sesuatu yang bermanfaat). Karena itu kemudian timbulah hikmah-hikmah yang mendalam yang bersumber dari hatinya Luqman sampai ia dijuluki Luqman Al Hakim. Dan namanya juga dijadikan nama surat dalam Alqur-an (surat 31).
PESAN !!
Apa-apa yang membahayakan terhadap diri, keluarga, masyarakat, tinggalkanlah. Ini dawuhnya kanjeng Nabi. Mudah-mudahan kita dapat mengamalkan “TARKUHU MAALAA YA’NIHI”. (Meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat).
Nasehat nasehat Luqman akan kami posting berlanjut.. selamat mengikuti.