Didalam sebuah hadits diterangkan :
QOOLAN NABII `ALAIHIS SALAAM : 
ASHSHOLAATU MI`ROOJUL MU`MIN.
( Kitab Tafsir Mafaatihul Ghoib / Jilid I / Hal 207 )
Artinya : Bersabda Nabi A.S. :
” Sholat itu mi`rojnya orang mukmin “.
Didalam Kitab Marqod Su`uudut Tashdiq / Bab Auqootus Sholaatil Maktuubah / hal 16 ( Kitab ini adalah sarahnya Kitab Sulaamut Taufiq yaitu kitab yang sudah umum di seluruh pesantren di Indonesia ), diterangkan demikian :
FASHSHOLAATU UMMUL `IBAADAATI WAMI`ROOJUL MU`MINIINA WAMUNAAJAATU ROBBAL `AALAMIINA.
( Kitab Marqod Su`uudut Tashdiq / Bab Auqootus Sholaatil Maktuubah / Hal 16 ).
Artinya : ” Sholat itu induk / ibu segala ibadah, dan sholat itu mi`rojnya orang-orang mu`min, serta sholat itu adalah munajatnya orang -orang mukmin kepada Tuhan yang menguasai alam “.
Kemudian didalam Kitab Khoziinatul Asroor / Bab Tartiibul `Ibaadati Minash Sholawaatin Nawaafili ( artinya : Urut-urutannya ibadah dari sholat sunnat ) / hal 24, diterangkan :
LIAANNASH SHOLAATA AFDLOLUL`IBAADAATI WAMI`ROOJUL MU`MINIINA ILAA ROBBIHI.
( Kitab Khoziinatul Asroor / Bab Tartiibul `Ibaadati Minash Sholawaatin Nawaafili / Hal 24 ).
Artinya : ” Sesungguhnya sholat itu lebih utama-utamanya ibadah dan mi`rojnya orang-orang mukmin kepada Tuhannya “.
Jadi baikpun keterangan yang disebutkan dalam Kitab Tafsir Mafaatihul Ghoib, atau dalam Kitab Marqod Su`uudut Tashdiq, maupun yang disebutkan dalam Kitab Khoziinatul Asroor, semuanya  menerangkan bahwa : Sholat itu adalah MI`ROOJUL MU`MIN.
Oleh karena orang mukmin itu wajib melaksanakan sholat lima waktu, sedangkan sholat itu adalah mi`rojnya orang mukmin, maka berarti orang mukmin itu WAJIB MI`ROJ, tidak boleh tidak, kalau tidak mi`roj akan dosa besar.
Jadi jangan dikira bahwa mi`roj itu cuma satu macam saja yaitu mi`rojnya Nabi Muhammad S.A.W. yang didahului dengan operasi, diberangkatkan dari Mekkah ke Sidrotul Muntaha.
Tidak seperti yang didongengkan orang awam dalam tiap-tiap bulan rojab ; bahwa selain mi`rojnya Nabi Muhammad itu tidak ada mi`roj lagi.
Adanya dikatakan bahwa yang mi`roj itu tidak hanya Nabi Muhammad saja adalah karena Nabi sendiri bersabda :
” ASHSHOLAATU MI`ROOJUL MU`MIN “.
Dan juga karena didalam Al Qur-an diterangkan bahwa mi`roj itu ada beberapa macam :
DZIL MA`AARIJI.  ( Q.S. Al Ma`aarij / 70 / Ayat 3 ).
  Jadi mi’roj itu tidak hanya satu macam saja, tetapi ada beberapa macam.
*** (tunngu Posting lanjutan berjudul  : DZIKRULLOH YANG MELIPUTI )