Untuk apa Muhammad di datangkan ke dunia ini?

Muhammad telah datang ke dunia ini dan Muhammad telah meninggalkan dunia ini .
Datangnya pada hari Isnain, perginya pada hari Isnain.
Datangnya pada tanggal 12, perginya pada tanggal 12.
Datangnya pada bulan Robi’ul Awal, perginya pada bulan Robi’ul Awal.
Hari datangnya itulah hari perginya.
Tanggal datangnya itulah tanggal perginya.
Bulan datangnya, itulah bulan perginya.
Datangnya membawa apa? Datangnya membawa tugas.
Perginya meninggalkan apa? Perginya meninggalkan bekas.
Berapa lamanya di dunia? Lamanya 63 tahun.
Apa saja bekas-bekas yang di tinggalkan di dunia ini?
Kita sebagai umat Islam tidak hanya di perintah memperingati Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w. akan tetapi kita itu mempunyai hutang budi. Kalau hanya peringatan itu masih umum. Perintahnya adalah FADZAKKIR, buatlah peringatan!
Adapun tugas pokok Nabi Muhammad s.a.w. adalah sebagaimana tersebut di dalam Al Qur-an surat Al Anbiya :
WAMAA ARSALNAAKA ILLAA ROHMATAN LIL’AALAMIINA
Artinya:   Dan tiadalah Aku mengutus kepadamu Muhammad kecuali untuk menjadi rohmat manusia seluruh alam.
Rohmat besar bagi seluruh manusia
Rohmat apakah yang kita rasakan? Dalam Al Qur’an surat Nuh di sebutkan :
” MANUSIA ITU DALAM KEADAAN GELAP GULITA ”
Manusia di liputi gelap gulita, istilah dalam bahasa jawa peteng dedet lelimengan. Yang di maksud adalah gelapnya manusia bukan gelapnya malam, oleh karena sangat gelapnya, hingga:
manusia tidak tahu apa yang ada di atas manusia,
manusia tidak tahu apa yang di bawah,
manusia tidak tahu apa yang di muka,
manusia tidak tahu apa yang di belakang,
manusia tidak tahu apa yang di kanan,
manusia tidak tahu apa yang di kiri.
Jangan sampai salah paham di sini yang di bahas bukan di atas kepala tapi mambahas manusia, jadi di atas manusia.
Manusia diliputi gelap sampai manusia tidak tahu dirinya sendiri.
Dari manakah manusia itu datang?
Kemanakah manusia itu pergi?
Untuk apakah manusia datang?
Mengapa tidak menetap di sini ( dunia ) terus?
Siapakah manusia itu?
Semuanya tidak tahu, karena memang sangat gelapnya manusia itu.
Manusia menerima bermacam-macam ni’mat. Bagaimana cara mensyukuri nikmat? Manusia tidak tahu.
Manusia pasti terkena cobaan, bagaimana cara menghadapi cobaan itu? Manusia tidak tahu.
Keterangan:
Manusia di coba dengan :
1. Cobaan Hidup
2. Cobaan Mati
Jadi mati dan hidup adalah cobaan, bila tidak ingin cobaan jangan hidup karena hidup itupun juga cobaan.
Badannya sehat atau sakit, mendapat keberuntungan atau kerugian, di cintai atau di benci orang, semuanya itu adalah cobaan. Walhasil cobaan itu terus mengikuti manusia. Bila manusia di perintah memilih pasti manusia memilih cobaan yang menyenangkan.
Tiap-tiap manusia pasti mendapat musibah.
Apakah musibah kematian, sakit dan lain-lain. Bagaimanakah cara menghadapi musibah tersebut? Manusia tidak tahu.
Muhammad adalah NUR
ALHAMDULILLAH dengan bermacam-macam kegelapan yang meliputi manusia, cahaya turun ke dunia yaitu NUR MUHAMAD.
Dalam surat An Nisa’ di sebutkan ;
QOD JAA-AKUM MINALLOHI NUURUN
artinya: Telah datang kepadamu dari Alloh cahaya.
Al Qur-an adalah cahaya, Muhammad adalah cahaya. Yang di bawa cahaya, yang membawa pun juga cahaya, tujuannya untuk menyingkap kegelapan yang meliputi manusia. Biar manusia itu tahu, mengerti tentang dirinya.
Soalnya masih banyak manusia yang belum mengetahui tentang dirinya ( Kami yaqin tentang hal itu ).
Kegelapan yang menyelimuti manusia itu di singkap dengan kedatangan Kanjeng nabi Muhammad s.a.w. Ini adalah Rohmat yang besar. Semuanya di terangkan di dalam Al Qur’an, haqiqat manusia, tujuan manusia, yang di atas manusia semuanya di terangkan satu persatu sampai jelas oleh Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w.
Suatu contoh kalau Nabi Muhammad itu menjadi Rohmat yang besar. Di dalam hadits di terangkan:
QOOLA ROSULULLOHI S.A.W.
U’THIYAT UMMATII SYAI-AN LAM YU’THIIHI AHADUN MINAL UMAMI
Artinya:  Bersabda Rosulullohi s.a.w.
              Di berikan kepada ummatku akan sesuatu  yang belum pernah di berikan kepada umat-umat yang dahulu.
Ni’mat besar bagi umat Muhammad
Apakah yang dimaksud ni’mat besar bagi umat Muhammad itu?
Umat Muhammad itu di beri satu pemberian yang pemberian itu belum pernah di berikan kepada umat-umat yang dahulu. Pemberian ini khusus kepada umat Muhammad. Umatnya 124.000 nabi belum pernah di beri, kecuali umatnya Nabi Muhammad. Ini adalah keistimewan bagi umat Muhammad. Ini adalah setengah dari sebagian rohmat yang tersebut di dalm Al Qur’an:
WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL’AALAMIINA.
Apakah pemberian yang khusus itu? Yaitu :
QOOLA ROSUULULLOOHI S.A.W :
AN YAQUULU ‘INDAL MUSHIIBATI INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN.
Artinya:   Satu ucapan ketika di timpa mushibah yaitu: INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN.
                   ( ket.dari ibnu Abbas ) di riwayatkan oleh Thobrooni dan inbu Mardawaihi, Tersebut dalam kitab Jaami’ush shoghir, bab huruf Alif, hal. 42
Demikian juga di Alqur’an Surat Al baqoroh : 156
Ini adalah satu Rohmat besar, keberuntungan bagi kita di beri INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN dan Rohmat itu belum pernah di berikan kepada umat yang terdahulu. Maka dari itu harus betul-betul hafal, kemudian di mengerti maknanya lalu di amalkan dan di hayati.
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN
ini Nikmat besar yang mengandung rahasia yang sangat luas dan sangat dalam.
Di dalam ayat yang bunyinya :
(INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN) susunan kalimatnya ada 5 atau di sebut Panca Kalimat yaitu :
1. INNAA
2. LILLAAHI
3. WA INNAA
4. ILAIHI
5. ROOJI’UN
Kemudian Panca kalimat ini di gubah oleh para Wali Songo yang ada di pulau Jawa menjadi kalimat yaitu : ILMU LEPAS SANGKAN PARANE DUMADI. Ini juga mengandung 5 kalimat, yaitu:
1. ILMU
2. LEPAS
3. SANGKAN
4. PARAN
5. DUMADI.
Kami akan bahas ini secara bertahap : INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN.
* Bersambung…