Di dalam Alqur-an disebutkan bahwa :

1. Tongkatnya Nabi Musa AS. itu bisa jadi ular, yaitu hayawan yang tanpa bapak tanpa ibu.
    Di sini menyampaikan makna bathin bukan makna dhohir. Dan tongkatnya Nabi Musa AS yang bisa jadi ular itu menelan-i ular-ularnya tukang sihir. Ularnya itu :
    1) Panjang
    2) Mlungsungi (ganti kulit)
    Kalau panjangnya dhohir itu panjangnya badan, dan kalau panjangnya Mlungsungi itu panjangnya waktu.
Jadi kalau anda melihat ular itu adalah bukan melihat ularnya, akan tetapi melihat plungsungannya saja, sebab kalau ditinggal ularnya maka yang ada tinggal plungsungannya (kulitnya).
Makanya kalau sudah tua itu mlungsungi, sudah tua muda lagi, sudah tua muda lagi, ini mesti saja hidup terus, karena minum air hidup (banyu urip), ini namanya HIDUP ABADI.
2. Tongkatnya Nabi Musa AS itu bisa menghilangkan banjir.
3. Tongkatnya Nabi Musa AS itu bisa menghilangkan topan.
4. Tongkatnya Nabi Musa AS itu bisa menghilangkan belalang.
5. Tongkatnya Nabi Musa AS itu bisa menghilangkan kutu.
6. Tongkatnya Nabi Musa AS itu bisa menghilangkan kodok (katak)
7. Tongkatnya Nabi Musa a.s. itu bisa menghilangkan darah.
Sebagaimana tersebut dalam Alqur’an :
FA-ARSALNAA ‘ALAIHIMUT TUUFAANA WAL JAROODA WAL KUMMALa WADZ DHOFAADI’A WAD DAMA
Artinya:” Maka Kami kirimkan kepada mereka topan,belalang, kutu, katak dan darah. “ (surat Al A’rof/S.7/ayat 133)
* Pada zaman Raja Fir’aun, didalam mesir itu kedatangan banjir kutu ( di saku, di telinga dll) makan, minum, banyak kutu. Kemudian Fir’aun didemonstrasi oleh kaum Bani Isroil, dan mereka berkata “ jika kamu itu Tuhan, maka hilangkanlah kutu-kutu ini !”...Akan tetapi kenyataannya Fir’aun sendiri kewalahan , lalu ia datang kepada Nabi Musa AS minta pertolongan, dan jika bisa menghilangkannya, maka ia berjanji akan percaya pada Tuhannya Nabi Musa AS
Lalu Nabi Musa AS memberikan pertolongan dengan memukulkan tongkatnya, dan setelah dipukul lalu kutu-kutu itu hilang, akan tetapi ternyata Fir’aun tetap tidak percaya.
* Lalu Allah mengirimkan lagi hayawan kodok (hijau, klawu,dll) seluruh negeri Mesir semua penuh kodok. Dan raja fir’aun didemonstrasi lagi oleh kaum Bani Isroil, lalu ia datang kepada Nabi Musa AS minta pertolongan, dan jika bisa menghilangkannya, maka ia berjanji akan percaya pada Tuhannya Nabi Musa AS.
Lalu Nabi Musa AS memberikan pertolongan dengan memukulkan tongkatnya, dan setelah dipukul lalu kodok-kodok itu hilang, akan tetapi ternyata Fir’aun tetap tidak percaya (tidak Iman lagi).
*Kemudian Allah mengirimkan lagi yaitu darah. Seluruh negeri Mesir (sumur, bengawan Nil, air minum, getah / dadaknya daun-daunan dsb nya ) penuh cairan darah dan baunya arus (amis), hanya di tempat Nabi Musa AS dan pengikutnya yang tidak ada darahnya. Kemudian Fir’aun didemontrasi lagi oleh kaum Bani Isroil dan Fir’aun tidak bisa mengatasi, lalu ia datang kepada Nabi Musa AS minta pertolongan, dan jika bisa menghilangkannya, maka ia berjanji akan percaya pada Tuhannya Nabi Musa AS.
Lalu Nabi Musa AS memberikan pertolongan dengan memukulkan tongkatnya, dan setelah dipukul lalu darah-darah itu hilang, akan tetapi ternyata Fir’aun tetap tidak percaya (tidak Iman lagi).
8. Tongkat Nabi Musa AS bisa untuk memukul batu yang keluar AIR HIDUP, makanya timbul TUBAN. TU asalnya watu (batu), BAN asalnya BANYU (air). Jadi watu metu banyu (batu keluar air).
Makanya dinamakan oleh Sunan Bonang itu TUBAN. Ini asalnya adalah :
IDLRIB BI’ASHOOKAL HAJAR, FAN FAJAROT MINHUTS NATAA ‘ASYROTA ‘AINA
Artinya:”Pukullah dengan tongkatmu kepada batu, maka memancar dari batu itu 12 mata air sumberan-sumberan”. (S.AlBaqoroh/S.2/Ayat 60).