DUA PERKARA DUNIA

Tiap-tiap manusia menyadari, bahwa dirinya akan menghadapi almaut (mati). Tetapi tidak semua manusia itu mengadakan persiapan menghadapi almaut. Semua manusia sadar, akan mengalami kematian, tapi tidak semua manusia itu sadar, tentang persiapannya menghadapi almaut. Ada yang persiapan ada yang tidak persiapan.
QOOLA ROSUULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM:
‘ISY TA’IDDU LILMAUTI QOBLA NUZULIL MAUTI (‘AN THORIIQI SUHAARIBI) HADITS SHOHIH.
Artinya: Bersabda Rosululloh SAW.
Hendaklah kamu mengadakan persiapan, untuk menghadapi maut, sebelum turunnya mati.
Biasanya orang itu banyak yang tidak mengadakan persiapan, walaupun mengerti dia itu akan mengalami mati, tidak ada satupun manusia ini yang luput dari mati. Mengapa banyak yang tidak mengadakan persiapan…!.Kalau toh ada yang mengadakan persiapan itu hanya sepintas lalu saja. Ini semua karena manusia itu disibukkan waktu di dunia ini, disibukkan oleh dua perkara. Apa yang menyibukkan, manusia itu sampai lupa akan maut , sampai lupa kehidupan akhirat, sampai lupa tidak mengadakan persiapan-persiapan untuk hidup di akhirat. Yaitu disebabkan oleh dua perkara. Dua perkara inilah yang menyita perhatian manusia, yang menyita segala ilmu, menghabiskan daya, mengahabiskan umur. Apa perkara dua itu….! yaitu :
1. Masalah hidup
2. Masalah kehidupan
Dua inilah yang paling merampas perhatian manusia, daya, pikir, angan-angan manusia.
Untuk hidup dan kehidupan, manusia mengorbankan apa yang ada pada dirinya. Untuk hidup dan kehidupan, yang jauh dijelang, yang dekat dihampiri, yang tinggi didaki, lautan luas diarungi. Bahkan untuk hidup dan kehidupan, rela meninggalkan tanah airnya, jauh ke negeri orang lain. Untuk hidup dan kehidupan, sampai ada orang yang menempuhnya dengan segala cara. Dianggap tujuan menghalalkan segala cara. Ada dengan cara tipu menipu, jegal menjegal, khianat mengkhianati, sampai ada yang bertengkar antara teman, antara orang tua dengan anak, berbelah rotan, bertolak punggung, ini karena hidup dan kehidupan.
Silahkan diangan-angan, waktu sekarang ini, saling curiga-mencurigai, politik mempolitiki, gunjing-menggunjing, dan sebagainya. Sampai lupa, bila semua itu sudah berhasil akan dibawa ke mana…? Apa akan membawa pabriknya…? Kok merasakan pabrik, membawa dirinya saja tidak bisa..!.
Ada orang mengatakan :” Orang mati itu paling-paling, hanya membawa kain 3 meter atau 4 meter”. Meski kain itupun juga tidak bisa membawa. Tidak ada orang mati itu membawa kain, yang membawakan itu kan orang yang hidup. Apa ada orang mati merobek-robek kain kafannya sendiri..? tidak ada. Memandikan mayat itupun kira-kiranya orang yang hidup.
GIAT BERIBADAH DAN BEKERJA
Boleh kita itu ngotot mencari harta benda, tetapi harus dalam rangka ibadah. Kalau kamu waktu sholat (ibadah), harus punya perasaan, sepertinya besok pagi itu kamu akan mati. Agar sholatnya itu khusyu’, khusyu’nya karena besok paginya itu akan mati. Makanya semangat, sebab paginya akan mati.
Waktu kita bekerja itu, juga punya perasaan sepertinya kita itu akan hidup terus, tidak pernah mati. Kalau umpama sekarang kita bekerja kemudian besok itu mati, ya pasti malas. Dawuhnya Kanjeng Nabi SAW :
QOOLA ROSUULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM: I’MAL LIDUNYAAKA KA-ANNAKA TA’IISYU ABADAN, WA’MAL LI-AKHIROTIKA KA-ANNAKA TAMUUTU GHODDAN.
Artinya: Bersabda Rosululloh SAW
Beramallah kamu untuk duniamu, seakan-akan kamu itu hidup terus, beramallah kamu untuk akhirat, seakan-akan kamu esok pagi akan mati.
Itu tidak sungguhan, hanya seakan-akan, agar kita itu semangat. Itu cuma mendorong semangat ibadah untuk akhirat, semangat bekerja untuk dunia, itu maksudnya. Kalau tidak ada pendorong semacam itu, jadi lemas, malas. Umpama yaqin esok pagi akan mati, kenapa sekarang serius-serius bekerja…? Kalau umpama esok pagi akan mati, wah ibadahnya semangat, tahajudnya, dzikirnya semangat, semua ditumpahkan untuk beribadah, karena keburu mati.
Jadi tidak ada larangan bekerja, dan hasilnya untuk ibadah.
WAB TAGHII FII MAA AATAKALLOHUD DAAROL AAKHIRAH, WA LAA TANSA NASHIIBAKA MINAD DUNYAA.
Artinya:”Berjuanglah kamu untuk karunia Alloh, yang diberikan kamu di akhirat, tapi kamu jangan lupa bagianmu di dunia”.(Alqoshos S.28 /77)
Boleh kita itu semangat masalah akhirat, tapi kamu jangan lupa bagianmu di dunia. Kadang-kadang gayanya saja seperti orang Zuhud, tidak mau dunia. Katanya Zuhud itu tidak mau dunia, “untuk apa dunia ini, tempatnya Syaithon saja”. Kalau dunia ini tempatnya Syaithon, ya jangan di dunia.
KESEMPATAN BERIBADAH HANYA DI DUNIA
Walaupun kita itu nanti di akhirat, berjuta-juta tahun, tidak ada batasnya, tetapi itu bukan waktu untuk berjuang, bukan waktunya taubat, bukan waktu untuk sholat, bukan zamannya orang beramal sholeh. Bukan waktunya orang menanam, tapi waktunya orang memungut buahnya. Jangan sampai lupa,lihat dalam Al Qur’an, orang-orang kafir, senangnya di dunia dihabis-habiskan, karena dunia ini syurgannya orang-orang kafir.
QOOLA ROSUULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM:
ADDUNYAA JANNATUL KAAFIRIIN
Artinya:”Dunia itu syurganya orang kafir”.
HATTAA IDZAAJAA-A AHADUHUMUL MAUTU, QOOLA ROBBIR JI’UUNI.
Artinya:”Hingga apabila telah datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata ; Tuhanku kembalikan aku ke dunia”.(Al Mukminun S.23/ 99)
Kalau tanda-tanda kematian sudah datang, mohon-mohon :
QOOLA ROBBIR JI’UUNI.
Tuhan…kembalikan kami ke dunia ini, walaupun sebentar.
Untukapa minta kembali ke dunia….?
LA’ALLII A’MALU SHOOLIHAN FIIMAA TAROKTU (AL AYYAH)
Artinya:” Agar aku berbuat amal yang sholeh, terhadap yang telah aku tinggalkan”.(Al Mukminun S.23/ayat 100)
Jadi minta dikembalikan ke dunia itu perlu hanya satu, yaitu A’MAALU SHOOLIHAN, beramal sholeh.
Seandainya amal sholeh itu bisa dikerjakan di alam akhirat yang tidak ada batasnya, tidak perlu minta kembali ke dunia, akhirat kan setelah dunia (sana setelah sini). Tapi mengapa minta dikembalikan ke dunia…?. Karena mereka sadar bahwa di akhirat itu bukan waktunya orang mengerjakan amal sholeh. Amal sholeh itu waktunya hanya di dunia ini saja. Bisakah dikabulkan permintaan kembali orang-orang kafir itu…?.Jawab Alqur’an:
KALLAA INNAHAAKALIMATUN HUWA QOO-ILUHA.(AL AYYAH)
Artinya:”Sekali-kali tidak, (tidak mungkin kamu dikembalikan ke dunia), sesungguhnya itu hanya perkataan yang diucapkannya saja”.(Al Mukminun S.23/ayat 100).
Ini ketentuan Alqur’an, KALLAA, tidak bisa.
Umpama kamu dikembalikan lagi ke dunia, pasti kamu balik lagi ingkar di dunia (bohong tidak mau beramal sholeh). Paling-paling hanya main-main saja, tidak mau beramal sholeh. Itu hanya perkataanmu saja seakan-akan mau berbuat amal sholeh. Di dunia kamu hanya akan main judi saja, minum-minuman, sok-sok-an, bangga-bangga-an. Kamu itu sudah puluhan tahun diberi kesempatan, sekarang merengek-rengek (mengemis) minta kembali ke dunia. ROBBIR JI’UUNI.  LAA YASTA’KHIRUUNA SAA’ATAN WALAA YAS TAQDIMUN.
Artinya:”Mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya”.(Al A’rof S.7 / 34)
Kamu mundur tidak bisa, maju juga tidak bisa, sudah pasrah saja. Anaknya panggil-panggil, ya tetap tidak bisa. Bapaknya panggil-panggil, maksudnya menahan agar tidak pergi dengan alasan,” Anaknya masih kecil-kecil, lagi pula sebentar lagi akan menikahkan anaknya, bulan depan akan mengkhitankan anaknya, dan sudah menyebarkan undangan, kok kamu akan mati…”.
Mati kok dihubung-hubungkan dengan undangan, kalau mati ya mati. Malaikat melihat seperti itu berkata:” Manusia itu aneh“.
* bersambung…