Ada lagi penghuni neraka yang mengeluh, kelaparan, :”Saya lapar..?”. Ada makanan, jangan khawatir. Apa itu makanannya…? Yaitu Zaqum. Namanya makanan Zaqum, bentuknya bagus, seperti kepalanya Syetan.

KA-ANNAHU RU-UUSUSY SYAYAATHIIN
Artinya:”Seperti kepala Syetan-syetan”.(Ash Shofat S.37 /65
Dalam Alqur’an di sebut kayu Zaqum. Mereka tanya rasanya :”Rasanya bagaimana…?”. Rasanya enak, ayo dicicipi. Makanan ini kalau digigit rasanya pahit lamanya 40 tahun. “Aduh kok pahit begini rasanya malaikat…., kapan selesainya…?”. Satu gigitan rasanya pahit, lamanya 40 tahun, kalau dua gigitan 80 tahun. “Lho…kok begini rasanya..?”. Itu yang kamu makan di dunia dulu, pahit itu kan kamu dulu juga pahit, medit, kikir. Kalau ada tarikan shodaqoh, uangmu sebagian tidak kamu pergunakan untuk shodaqoh jariyyah, karena pelitu. Tidak untuk membangun musholla, kepentingan umum, membangun jembatan, madrasah, dll.Tapi uangmu kamu simpan, sering-sering kamu pergunakan untuk nafsumu sendiri.
Sangking pelitnya, kalau ada orang membawa serkiler pesan pada istrinya “Bilang kalau aku tidak ada di rumah, pergi”. Ada orang datang, di bilang bapaknya pergi. Akhirnya suatu waktu karena sudah berkali-kali datang tidak pernah ada, tidak ketemu orangnya, secara kebetulan menumpang akan ke kamar kecil dan ternyata orang yang selama ini dikatakan pergi tidak ada di rumah itu bersembunyi di belakang. “Lho pak.. kok di sini, katanya pergi..?”. Jawabnya “Iya pergi ke belakang”.Orang akan dimintai sumbangan kok bersembunyi.
Berhubung sudah tidak ada yang menyumbang, orang banyak yang kikir, akhirnya orang sama minta-minta di jalan untuk membangun masjid, musholla. Menghadang kendaraan, di jalan untuk minta sumbangan, sambil memukul-mukul tempat sumbanganya,(tek-tek, syurga-syurga…). Astaghfirullohal ‘Adhiim, ini memalukan, tidak seperti itu ajaran islam itu bro…?. Memakai cara yang seperti itu siapa yang menganjurkan, apa di kanan-kirinya itu sudah tidak ada Kyainya. Coba dibukakan kitab, yang kecil-kecil saja, tidak usah yang besar, seperti kitab Sulam saja, di situ tidak setuju (tidak ada) anjuran cara yang seperti itu. Tidak ada anjuran (minta-minta) menghadangi kendaraan di jalan, dengan mempromosikan Syurga, sebagai hadiahnya, bagi orang yang menyumbang.
Saya sering menjumpai hal yang semacam itu, di Jawa Timur – Jawa Tengah, mencegat minta sumbangan untuk bangunan musholla dsb. Astaghfirullohal ‘Adhim, mudah-mudahan sadar. Pemimpin kanan kirinya itu kok tidak ada yang memberi fatwa. Apa ini karena sangat meditnya orang-orang itu, sehingga untuk membangun masjid saja tidak mampu kalau tidak dengan minta-minta.
Kadang orang itu salah menerapkan zakat fithrah yang mestinya itu haknya fakir miskin, malahan Amil yang tidak mempunyai hak menerima, jadi menerima zakat fithrah. Yang kebetulan Amilnya itu kaya, maka akan dapat bagian lagi, tambah kaya. Sebenarnya bisa, membangun masjid itu diambilkan sebagian dari shodaqoh, zakat maal. Ini semangat beramalnya yang jelas kurang.
Usia Islam di Indonesia ini sudah cukup tua, 500 tahun lebih, jumlah umat Islam di Indonesia juga cukup banyak, jumlah kyainya, Ulama’nya, juga sudah cukup banyak, bahkan sampai inflasi Ulama’. Pondoknya, Pesantrennya, Mushollanya, Masjidnya, Madarasahnya, cukup banyak. Tetapi di dalam yang serba cukup itu ada yang belum cukup, yaitu SEMANGAT BERAMAL, ini yang belum cukup.
Kadang ada anjurannya di khutbah itu berapi-api, anjuran zakat fithrah, shodaqoh, dsb. Kalau tidak zakat, shodaqoh dsb. akan dimasukkan neraka. Tetapi kalau ada yang zakat kepada orang lain, ia menggerutu. Dalam hatinya saat menganjurkan zakat itu agar orang-orang berzakat kepadanya. Kalau yang seperti itu, namanya Bethoro kolo. Inilah yang kurang, yaitu beramal tentang akhirat. Umpama orang Islam yang kaya itu sama sadar, beramal tentang akhirat, tidak sampai ada Musholla yang bobrok.
WABTAGHII FII MAA AATALLOHU DAAROL AKHIROH
Lihatlah di Bali, rumahnya orang-orang Hindu, tempat ibadahnya hebat, mereka mementingkan akhiratnya.
Pernah saya waktu bepergian, mencari Musholla, dan ketemu Musholla. Rumahnya orang yang punya Musholla itu gedung tingkat, tapi Mushollanya itu reyot (bobrok). Ini contohnya, gitu kok bangga sebagai umat Islam, sudah 27 kali ke Mekkah, tapi mushollanya bobrok, banyak kotoran ayamnya. Ini saya pernah ketemu yang seperti ini. Itulah yang kurang, ini karena sangat meditnya, kikirnya. Itu kena tipu masalah kehidupan dunia. KURANGNYA SEMANGAT BERAMAL