Lanjutan dari NIKMAT HIDUP

Bismillahir rohmanir rohimi

Ketahuilah bahwa nikmat hidup itu adalah nikmat besar karunia Alloh Ta’ala. Apabila Nikmat hidup itu kita gunakan untuk bersyukur kepada alloh Ta’ala maka itulah yang dinamakan hidup yang bernilai / hidup yang haqiqi / hidup yang sejati .
 Akan tetapi apabila nikmat hidup itu tidak dipergunakan untuk bersyukur kepada Alloh Ta’ala, maka hidupnya itu tidak akan bernilai, tidak akan menjadi hidup yang haqiqi
Jadi yang menjadi tolak ukur hidup haqiqi itu atau tidak adalah tergantung ; ” apakah didalam hidupnya itu diisi dengan syukur kepada Alloh atau tidak “.
CARA MENSYUKURI SELURUH NIKMAT
Bagaimanakah kita mensyukuri nikmat Alloh, padahal :
  • Nikmat-nikmat Alloh itu sangatlah banyak sekali, kita menghitung saja pasti tidak akan mampu, sebagaimana tersebut didalam Al Qur’an:  Artinya : ” Dan apabila kamu menghitung nikmat Alloh , pasti kamu tidak akan sanggup menghitungnya “.
  • Jika kita menghitung saja tidak mampu, lalu mampukah kita mengingatnya ? Padahal kita juga diperintah untuk ingat akan nikmat Alloh. Artinya :” Dan ingatlah akan nikmat-nikmat Alloh”.
  • Kemudian apabila menghitung dan mengingat nikmat Alloh saja tidak mampu, akan lebih mustahil lagi untuk bisa mensyukuri semuanya. Padahal semuanya itu harus disyukuri, apabila tidak dapat mensyukuri semuanya, berarti banyak sekali nikmat yang dikufuri ( karena menghitung nikmat saja kita tidak mampu).
Bagaimanakah dengan persoalan ini ?
Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW
Yang pertama harus disyukuri itu adalah ni’mat hidup ( ni’mat pondasi ).
Apabila yang disyukuri itu nikmat pondasi maka otomatis semua nikmat yang berdiri di atas pondasi itu akan tercakup didalamnya. Tapi bila hanya mensyukuri nikmat yang cabang-cabang, maka tidak akan bisa mencakup seluruh nikmat Alloh ta’ala, dikarenakan menghitung saja tidak akan mampu, apalagi mengingatnya dan lebih mustahil lagi mensyukurinya.
Jadi bila ingin mensyukuri seluruh nikmat maka jalan yang harus dilalui adalah mensyukuri dari pondasinya, ini berdasarkan ajaran rosululloh.
Ajaran doa dari Rosululloh.SAW
Rosululloh mengajarkan kepada kita : diwaktu bangun dari tidur, hendaklah yang paling pertama disyukuri adalah ni’mat hidup.
Sebagaimana do’a Nabi setelah bangun dari tidur, yaitu :
ALHAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAA TANAA WAILAIHINNUSYUUR
 “ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami kembali sesudah kami mati (tidur), dan kepadaNyalah kami akan kembali ”
Semoga manfaat.