ORANG LEMAH MENURUT ISLAM.
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM : ALKAISU MAN DAANA NAFSAHU WA’AMILA LIMAA BA’DAL MAUTI WAL ‘AAJIZU MAN ATBA’A NAFSAHU HAWAAHU WATAMANNII ‘ALALLOOHIL AMAANII.
(‘An Syaddad bin Aus)
Rowahu Ahmad wat Tirmidzi wa Ibnu Majah wal Hakim.
Jami’ush Shoghir / Jilid II / Huruf (Alif) / Hal : 164.
Artinya :” Bersabda Rosululloh SAW : “Orang yang berakal bijaksana ialah orang yang dapat mengendalikan nafsunya, dan beramal untuk sesuatu setelah matinya. Dan orang yang lemah itu orang yang mengikuti hawa nafsunya, dan mengharap kepada Alloh dengan harapan kosong”.
Hadits diatas isinya sangat mendalam, coba kita angan-angan isi Hadits diatas.
Menurut Rosululloh yang dikatakan orang yang bijaksana atau orang yang pandai itu ialah bukan orang yang ilmunya banyak tapi orang yang :
1. Dapat menguasai nafsu.
2. Beramal untuk hidup setelah matinya.
Sedangkan orang yang lemah itu ialah orang yang :
1. Nafsunya mengikuti hawanya.
2. Mengharap-harap kepada Alloh tapi tidak diserati dengan ikhtiar, cuma harap-harap kosong saja.
– Mudah-mudahan masuk syurga akan tetapi tidak mau beribadah.
– Mudah-mudahan menjadi orang yang mulya akan tetapi tidak mau bertaqwa.
– Mudah-mudahan menjadi orang yang kaya tapi tidak mau bekerja.
Ingin menjadi orang kaya tapi maunya hanya duduk-duduk saja sambil kakinya digoyang-goyangkan, ya kalau menjahit kakinya bergoyang-goyang uang datang, tapi dia bukan penjahit kok minta duduk-duduk sambil kakinya digoyangkan lalu uang datang, ya tidak bisa.
Kadang uang tidak datang-datang dzikir diikut-ikutkan : “Sudah berapa tahun, setiap hari aku dzikir Nafi Itsbat 2000, tapi bekerja kok tambah begini saja, modal uang 1 juta, sekarang tinggal 100 ribu itu, coba fikirkan !”  Jadi orang lain disuruh mikir.