Lanjutan dari SYEKH SITI JENAR

WEDARAN KISAH SITI JENAR

Setelah keputusan itu Sunan Giri di tanya muridnya. “Bagaimana hukumnya Kanjeng sunan Giri atas meninggalnya siti Jenar ..?
jawabannya “Siti Jenar itu Kafir Indannas (bagi manusia),tapi Mukmin Indalloh ( bagi Alloh )”.
Sampai sekarang ditentukan makamnya di mantingan, Jepara, orang-orang sampai tidak ada yang berani ziaroh kesana kawatir kalau njenar.
Apa ada sungguhan cerita itu, Kok sampai umum dan memdalem? Adanya kisah tersebut diatur cerita aneh aneh itu supaya akal kita berfikir. Didalam Al Qur-an tidak ada keterangan begitu mendengar SATRO JENDRO HAYU NINGRAT, tiba-tiba cacing bangkit jadi manusia, itu tidak ada. Cuma, diatur begitu itu mengertilah sebenarnya cerita Siti Jenar adalah tajassudil makna atau massal atau perumpamaan.
Oleh masyarakat diterima apa adanya, diterima mitsil (cerita asli), diperkuat ada makamnya.
kalau ingin mengetahui secara mendetail selanjutnya akan dikupas rahasia-rahasia dalam kisah Siti Jenar.
  • Apa yang dimaksud Perahu itu ?
  • Apa yang dimaksud Kapal itu   ?
  • Apa yang dimaksud Syaikh itu ?
  • Apa yang dimaksud Siti itu?
  • Apa yang dimaksud Jenar itu ?
  • Dipanggil itu benar apa salah … ?
  • Dipanggil Siti Jenar tidak mau berangkat yang ada Alloh benar apa salah ?
  • Dipanggil lagi Aloh tidak ada yang ada Siti Jenar benar apa salah…?
  • setelah di panggil kedua – duanya berangkat itu benar apa salah ?
  • Kalau tidak hati – hati bisa terjerumus kedalam kesesatan.
  • Kemudian diperkuat lagi mandapat pengaruh fahamnya HALAJ AL MANSUR (famamnya orang Persi masuk ke Indonesia). HALAJ AL MANSUR di hukum ketika sultan Persi namanya SULTAN MUQTADIR BILLAH.
  • Guru kami melihat cerita dalam buku, beliau tidak mudah percaya sebab mempunyai fikiran, mempunyai akal, mempunyai Al Qur-an,pasti disaring ini masal(perumpamaan) atau misil(sejarah). Akhirnya ternyata masal, akan tatapi kalau di terima misil terserah.
  • mengapa tidak di baiat di darat tetapi di laut.
  • Mengapa lautnya yang dipilih laut Tuban?.
LAUTAN DAN PERAHU
Sering dalam Al Qur-an di sebutkan. Lautan dan perahu menjadi ayatulloh.
WALFULKIL LATII TAJRII FIL BAHRI BIMA YANFAUN NAAS.( Al Baqoroh S/ 2 ayat /164 ).
Artinya :” Dan kapal yang berlayar dilautan yang membawa sesuatu yang manfaat bagi manusia”.
Mengapakah kapal dan perahu yang berlayar dilautan itu menjadi ayatulloh ( menjadi tanda-tanda kekuasaan Alloh?) Mengapa bukan rumah atau bakiak (terompa ) yang sama-sama buatan manusia ?
Diantara sebabnya PERHATIKAN keterangan sebagai berikut :
1.  Manusia yang naik kedalam kapal atau perahu itu bergerak karena ikut geraknya kapal atau perahu kekanan dan kekiri.
2.  Geraknya kapal itu adalah karena geraknya air dilautan.
3.  Geraknya air dilautan itu digerakkan oleh angin.
4.  Geraknya angin digerakkan oleh sinar matahari ( Karena sinar matahari itu mengandung berat/ dhiya’, maka udara yang tertimpa sinar matahari itu akan ngendelong (udara menjadi ringan dan naik ke atas), kemudian udara yang lain mengisinya maka terjadilah angin).
5.  Dan geraknya matahari itu digerakkan oleh qodratulloh.
 KAPAL YANG BERLAYAR DILAUTAN ADALAH TAMSIL DIRI MANUSIA
1.  Dunia ini adalah ibarat lautan yang luas dan dalam.
2.   Batu karangnya besar-besar dan tajam-tajam.
3.   Diri manusia adalah ibarat kapal yang berlayar dilautan dunia.
4.   Berangkat dari pelabuhan ALASTU BIROBBIKUM (alam arwah) menuju ke pelabuhan akhirat melalui lautan dunia yang luas ( luasnya lautan dunia itu antara pelabuhan alam arwah sampai pelabuhan akhirat).
5.   Kapal-kapal yang melalui lautan dunia itu banyak yang tidak selamat.
– ada yang kapalnya bocor.
– ada kapal yang sudah mirng.
– Ada kapal yang hancur.
– ada kapal yang sudah tenggelam didasar lautan dunia .
– ada juga kapal yang sudah sakarotul maut.
6.  Kalau ingin tahu perumpamaannya lautan dunia, bacalah surat An Nur nanti akan tahu bahwa dunia ini ibaratnya lautan yang luas dengan ombaknya yang besar-besar.
LAUTAN THORIQOH
Qolbu ibarat lautan yang luas lagi dalam. lautan yang luas dan dalam itu diliputi dengan ombak yang bersusun – susun, kemudian diatasnya ombak itu ada awan.
Manusia adalah ibarat kapal atau perahu, kemudian yang naik perahu adalah yang bisa mendengar, yang bisa berkedip, yang bisa membaca posting ini.
Perahu itu adalah Tajassudil makna, dalam nadhom Adzkiya’ diterangkan demikian : FASSARII’U KAS-SAFIINATIN WATH THORIIQOTU FIL BAHRI WA HAKIQOTIN DUURUNL GHOLA.
Artinya : ” Syari’at itu ibarat kapal dan thoriqot itu seperti lautan, sedang haqiqot itu seperti berlian yang ada dilautan “.
KEAJAIBAN ILMU SANGKAN PARANING DUMADI
Didalam tanah itu ada suatu mahluq yang namanya cacing, cacing itu adalah mahluq yang hina dan lemah. Walaupun mahluq yang lemah akan tetapi kalau diinjak juga akan bergerak. Akan tetapi setelah mendengar baiat ilmu sangkan paraning dumadi yang dibaiatkan Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga, maka hilanglah sifat hayawannya, dari mahluq yang hina menjadi mahluq yang mulya ( manusia). Disamping menjadi manusia juga menjadi WALIYULLOH. ( Ada bahasan tersendiri masalah ini)
SYAIKH
Kalimat syaikh itu bisa diartikan menurut bahasa juga dapat diartikan menurut istilah.
1.  Kalimat Syaikh menurut bahasa adalah : Setiap orang yang sudah berumur lebih dari 40 tahun, itu dinamakan syaikh baikpun orang itu kafir ataupun mukmin.
2.  Kalimat Syaikh menurut istilah adalah : Setiap orang yang mempunyai ilmu haqiqot itu dinamakan syaikh, walaupun orang tersebut baru berusia 17 tahun ( Syaikho untuk putri ).
SITI .       Siti adalah isinya hati, tempatnya didalam hati bukan dibibir.
JENAR
Jenar itu artinya kuning, kuning adalah menggembirakan. Tetapi bukan kuningnya mundu, bukan kuning emas akan tetapi kuningnya logam mulia. Makanya iman, islam ditempatkan didalam bokor emas. Dimana emasnya ? ya disitu ( bokor emas).
Siti Jenarisinya hati yang kuning ( yang meggembirakan) Disebutkan didalam Al Qur-an, surat Al Baqoroh surat ke 2, ayat no. 69.
SHOFROO-UN FAAQI’UL LAUNUHAA TASURRUN NAADHIRIIN
Artinya : ” Kuning warnanya, menggembirakan hati, orang-orang yang melihatnya “.
LAUTAN TUUBAN
Tuban itu berasal dari kalimat TUU-BAA, artinya: Bejo kemayangan ( sangat beruntung ). Apabila kita dilautan TUUBAA berarti kita berada diilautankabegjan(keberuntungan, atau lautan SA’AADAH.
Agar tetap didalam lautan Sa’aadah, maka kita harus menempatkan ilmu bathin pada tempatnya, janganlah meletakkan ilmu disembarang tempat. Meletakkan ilmu bathin disembarang tempat itu seperti menempatkan kalung berlian pada lehernya celeng.
Didalam sebuah hadits diterangkan demikian :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU `ALAIHI WASALLAM: KULLU MUSLIMIN WAWAADLO`AL `ILMI `INDA GHOIRI AHLIHI KAMUQOLLIDIL KHONAAZIIRIL JAWAAHIRI WAL LU` LU`I WADZ DZAHABI.
( `An Anas ) Rowaahu Ibnu Maajjah
( Jaami`us Shoghiir / Bab huruf Tho` / Hal 194 ).
Artinya : Bersabda Rosululloh S.A.W : ” Tiap-tiap orang muslim yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya laksana mengalungkan permata berlian dan mutiara serta emas di lehernya celeng “. bisa detainya di menyikapi Ilmu Khusus

WEDARAN JAWABAN SYAIKH SITI JENAR
Ketika Syaikh Siti Jenar dipanggil kesidang jawabannya. ” Syeh Siti Jenar tidak ada, yang ada Alloh”. Jawaban ini benar atau salah ? kalau mengatakan salah apa dasarnya ?.
PERHATIKAN TINGKATAN DZIKIR INI :
Dalam mengartikan Kalimat Dzikir LAA ILAAHA ILLAALLOH ada beberapa tingkat.
  1. Tingkat rendah atau umum, dalam tingkatan ini, diartikan :  “Tidak ada Tuhan selain Alloh “.
  2. Tingkat diatasnya mengartikan :   LAAFAA’ILA HAQIIQOTI ILLALLOH .       “Tidak ada yang membuat kecuali Alloh”.
  3. Tingkat diatasnya lagi dalam mengartikan :   LAA HAYYA ILLALLOH :” Tidak ada yang hidup   hakekatnya kecuali ALLOH “.(ALLOH yang hidup, lainya mati semua)
  4. Kalau naik lagi tingkatan berikutnya, mengartikan:     LAA MAUJUDA ILLALLOH      “Tidak ada yang wujud kecuali ALLOH.”
Jawaban SYAIKH SITI JENAR itu sangat mendalam, jangan sembrono mengatakan keliru, SYEH SITI JENAR tidak ada yang ada hanya ALLOH.
Manusia asalnya tidak ada, sekarang ada, dan adanya manusia itu karena diadakan, sebab tidak punya ada. Seandainya manusia itu mempunyai ada mengapa perlu diadakan?. Jadi wujudnya manusia itu adalah wujud hadiah dari Allooh Ta’ala.
Mengapa diberi hadiah wujud? Karena tidak memiliki wujud sendiri. Mengapa tidak mempunyai wujud sendiri, karena memang asalnya tidak ada.
Artinya : ” Sebelum wujud, manusia itu tidak ada”.
Maksud ayat diatas adalah :
  • Adanya wujud manusia itu karena diwujudkan oleh Alloh Ta’ala.
  • Tetapnya wujud manusia itu adalah karena ditetapkan oleh Alloh Ta’ala.
  • Hilangnya wujud manusia itu karena dihilangkan oleh Alloh Ta’ala.Semuanya itu adalah menjadi tanda bahwa manusia itu memang tidak mempunyai wujud sendiri, tidak punya tetap sendiri, yang mempunyai wujud hanyalah satu yaitu Alloh Ta’ala, kalau begitu benar Siti Jenar tidak ada.
LANJUTAN WEDARAN JAWABAN SITI JENAR
Oleh karena Syaikh Siti Jenar terlanjur ketahuan tidak meletakkan ilmu haqiqot pada tempat yang benar,maka kemudian dibunuh dan kuburannya diganti dengan anjing. Ketika itu Syaikh Siti Jenar dipanggil ke persidangan . Diutusnya, seorang utusan untuk memanggil Siti Jenar.
1.  Kemudian Jawaban pertama Siti Jenar ” Siti Jenar tidak ada, yang ada Alloh.
     Siti Jenar mengakui bahwa memang Siti Jenar tidak ada yang ada hanya Alloh Ta’ala. Jawaban ini benar atau salah ? Kalau mengatakan salah mana dasarnya ?
2. Kemudian utusan itu kembali menyampaikan jawaban Siti Jenar ke persidangan. Kalau begitu Alloh dipanggil ke persidangan. Lalu utusan itu kembali lagi memanggil Syaikh Siti Jenar. Maka jawaban Syaikh Siti Jenar : ” Alloh tidak ada yang ada Siti Jenar ” ( kalau mengakui bahwa dirinya itu Alloh itu adalah musyrik). Jawaban Syaikh Siti Jenar itu disampaikan juga kepersidangan.
3.   Kemudian utusan itu disuruh memanggil Alloh dan Siti Jenar. Setelah keduanya itu dipanggil maka Siti Jenar mau berangkat, hal ini sesuai dalam Al Qur-an surat Al Hadid, surat ke 57, ayat no. 4.
WAHUWA MA’AKUM AINAMAA KUNTUM
Artinya :” Dan Dia itu bersama kamu dimana saja kamu berada “.WANAHNU AQROBU ILAIHI MIN HABLIL WARIID ( surat Qoof, surat ke 50, ayat no.16)

Artinya :” Dan Alloh itu lebih dekat kepada manusia, lebih dekatnya dari dekatnya urat leher”.
Karena tidak fahamnya, sampai-sampai qishoh Syaikh Siti Jenar itu dibuat film. Oleh sebab itu perlulah di Ulas disini agar jelas
 Berdasarkan keterangan diatas, dapatlah diketahui bahwa jawaban Syaikh Siti Jenar yang pertama itu benar, jawaban yang ke dua juga benar dan jawaban yang ketiga juga benar.
Syaikh Siti Jenar sendiri nama aslinya adalah ABDUL JALIL. jalil itu namanya Pengeran (asma Alloh ).
Hati manusia itu adalah wadah atau tempatnya Alloh. seperti diterangkan didalam hadits.
QOLA ROSULULLOH SOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM.
INNALLOHA ANIYATUN MIN AHLIL ARDLI
Bersabda Rosululloh SAW : ” Sesungguhnya Alloh itu mempunyai wadah di ahli bumi “.
Dimana tempatnya ? Tempatnya itu didalam hati orang orang yang sholih.
QULUUBUN MIN ‘IBADISH-SHOOLIHIIN.
Makanya kalau sholat itu jangan menghadap kebarat, jangan menghadap ke timur, jangan menghadap ke utara atau keselatan. Orang kalau melaksanakan sembahyang itu tidak khusu’, karena tidak tahu kiblatnya.
Kalimat Qiblat itu memakai tak marbuthoh, kalau ditambah ya’, maka akan menjadi Qiblatii ( kiblatku) Ku itu bukan kiblatnya jasmani akan tetapi kiblatnya ruhani.
Dalam bacaan sholat itu disebutkan : INNI WAJJAHTU WAJHIYA.
PENGINGAT !!
Oleh sebab itu kalau mendengar cerita bahwa para wali itu mengganti kuburanya Siti Jenar dengan anjing, jangan dipercaya itu adalah bohong dan merupakan penghinaan terhadap wali-wali, karena cerita tersebut adalah tajassudil makna.
Maksudnya cerita Siti Jenar itu adalah peringatan supaya jangan sembrono meletakkan ilmu haq. Karena salah meletakkan ilmu haq itu adalah seperti mengalungkan permata berlian pada lehernya celeng. Kalau begitu yang salah itu bukan celengnya akan tetapi orang yang meletakkanya.
Celeng itu meskipun dikalungi dengan permata berlian tetap tidak akan mulia,dan si celeng itu tidak salah yang salah adalah orang yang mengalungkannya.
Semoga menjadi kepahaman kita bersama. bagi yang tidak sepaham, janganlah berkecil hati, semoga Alloh SWT memberikan kepahaman.