SETIAP SAAT MANUSIA MENDAPAT PANGGILAN

Setiap hari kita di panggil, di panggil dari belakang, dari muka, dari kanan, dari kiri, dari atas, dari bawah, di panggil melalui mata, telinga, pikiran, perasaan akan tetapi banyak yang tidak mendengarkan.
YAA AYYATUHAN NAFSUL MUTHMA-INNAH IRJI’II ILA ROBBIKI ( Al Fajr / 27 ).
Wahai Nafsu Muthma-innah kembalilah!
Kembalinya harus sekarang juga jangan besok. Coba kita renungkan betul-betul, diam tapi merenungkan. Kalau sudah diam tapi tidak merenungkan ya tidak tahu, itu mungkin sangat tulinya. Itu kami sendiri bukan anda, tapi saya dan kamu sama. Yang menulis dan yang membaca sama-sama tuli.
Supaya di angan-angan.
Kita di panggil untuk kembali ( IRJI’ ), kembalilah, kembali kemana?
Apakah kembali ke bintang ?
Apakah kembali ke bulan ?
Apakah kembali ke air ?
Apakah kembali ke tanah ?
Apakah kembali ke angin ?
Apakah kembali ke api ?
Jangan kamu kembali ke bintang, karena ingsun bukan dari bintang.
Jangan kamu kembali ke air karena ingsun bukan dari air.
Jangan kamu kembali ke tanah karena ingsun bukan dari tanah.
Lalu kembali kemana ?
Yaitu kembali kepada TuhaNMU (ILAA ROBBIKI).
Tidak ROBBUKUM, ROBBUNAA, ROBBIL ‘AALAMIIN, ROBBINNAAS, akan tetapi ROBBIKI (Tuhanmu).
Lalu yang dimaksud ‘Mu‘ itu siapa ?
Kamu dari Alloh, kembali kepada Alloh.
Kamu dari Dzat Asy-syukuur kembali kepada Dzat Asy-syukuur.
Bagaimana agar bisa kembali kepada Alloh?
Untuk bisa kembali kepada Alloh harus ( tahu ) kenal lebih dahulu. Bagaimana bisa kembali kalau tidak kenal ?
Umpamanya, akan kembali ke Jakarta maka harus tahu Jakarta lebih dahulu.
Akan kembali ke Surabaya maka harus tahu Surabaya lebih dahulu. Akan ke Surabaya akan tetapi belum tahu tentang Surabaya akan mengalami kebingungan di perjalanan.
Seperti setelah Tahlilan mau pulang ke Jombang.
Kamu nanti kembali ? Ya..
Jam berapa kembalinya ? Jam sekian
Naik apa ? Sepeda Motor
Kembali kemana ? Tidak tahu.
Katanya mau kembali, di tanya kembali kemana jawabnya tidak tahu. Ini banyak yang kebingungan. Jelas ini dalam keadaan gelap.
Untuk kembali kita butuh bekal. Nah bekalnya apa? ikuti lanjutannya..
* Bersambung…