SUNAN KALIJAGA DIBAIAT OLEH SUNAN BONANG

Sampai sekarang banyak orang yang keliru memahami cerita Siti Jenar, apalagi cerita itu sekarang difilmkan, untuk memperdalam kekeliruannya.
Ada suatu kisah, disuatu saat Syaikh Ibrohim Mahdum ( Sunan Bonang ) mengajar Raden Syahid ( Sunan Kali Jaga ). Yang diajarkan itu adalah ” ilmu LEPAS SANGKAN PARANING DUMADI” atau ” ILMU SATRO JENDRO HAYYU NINGRAT PANGRUWATING BAWONO ” atau diajarkan   “ILMU PUDAK SINUMPET PENETEP PENOTO AGOMO HABIBULLOH DIINUL MUSTHOFA SULTAN AGUNG BADRUL ‘ALAMIIN”.
Yang isinya adalah: ” INNII WAJJAHTU WAJHIYA”
Atau diajarkan ilmu yang isinya: ” INNAANII ANAA ALLOH, LAA ILAAHA ILLAA ANAA ” Ayat ini adalah ayat pengangkatan Nabi Musa AS, dan dibukakan rahasia.
” kuntu kanzan maafiiYYAN “
Ingsun iki gedung kang samar ( Aku ini adalah gedung yang samar). ” (hadits qudsi)
 Dibukakan lagi rahasianya:” MAN ‘AROOFA NAFSAHU, FAQOD ‘AROFA ROBBAHU “.
S. bonang    : ” jebeng kamu saya ajar, saya baiat ilmu lepas sangkan paraning dumadi, atau ilmu Sastro jendro hayyu ningrat pangkruwating bawono, atau ilmu Tapak-e kuntul nglayang”.
Berhubung itu masalah yang rahasia, tidak boleh diajarkan disembarang tempat, tidak boleh diajarkan ( dibaiatkan ) digubuk-gubuk, tidak boleh dibaiatkan di darartan, harus dibaiatkan ditengah lautan, waktunya harus malam.
Kemudian sunan Bonang dan Sunan Kalijaga naik perahu di lautan, namanya lautan TUBAN. Kemudian setelah prahunya sampai ditengah – tengah ternyata ada yang bocor. Oleh sunan Bonang perahu itu disuruh menambal dengan lempung (tanah). Ini aneh prahu bocor bukan ditambal dengan malam atau dempul akan tetapi ditambal dengan lempung.
S. Bonang    :   ” jebeng ambillah lempung (tanah) “
Waktu lempung ditambalkanada cacing yang terbawa. Kemudian sunan kalijaga di baiat di tengah-tengah lautan TUBAN, waktu itu yang dibaiatkan adalah SASTRO JENDRO HAYU NINGRAT PANGRUWATING BAWONO . Bunyinya :
AL INSAANU SIRRI WANAA SIRRUHU
“Manusia rahasia Ingsun dan Ingsun rahasiane Manusia.”
CACING BERUBAH JADI MANUSIA.
Mendengar baiat tersebut kemudian cacing berubah menjadi manusia. Di perahu itu yang awalnya hanya dua orang, tiba – tiba menjadi tiga orang .
S. Bonang :  ” Kamu siapa.”?
Cacing        : “Saya belum punya nama”.
S. Bonang : “Kamu manusia mengapa tidak punya nama?.”
Cacing        : ” Saya kejadian dari cacing.”
S. Bonang : ” Cacing yang dari tanah merah itu   tadi ?.”
Cacing        : ” IYaa.”
S. Bonang : ” Kalau begitu kamu saya beri nama SYAIKH SITI JENAR
SYAIKH SITI JENAR MENYIMPANG
Asalnya cacing berubah menjadi manusia kemudian namanya syaikh Siti Jenar. Bukan hanya menjadi manusia Siti Jenar juga menjadi wali. Sudah dipesan tidak boleh menyebar ilmu Haq disembarang tempat, akan tapi Siti Jenar tidak faham tetap menyebarkan ilmu haq disembarang tempat.
Akhirnya masyarakat kacau balau (resah), setelah diingatkan tidak bisa akhirnya para wali mengadakan sidang di Demak. Sidang yang dipimpin oleh SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT). Sidang tersebut untuk menyidangkan resahnya masyarakat sebab ajaranya SYAIKH SITI JENAR.
Akhirnya diputuskan untuk memanggil SITI JENAR. Sidang mengutus seorang utusan, sebagai wakil untuk memanggil Siti Jenar.
SYAIKH SITI JENAR DIPANGGIL KESIDANG
Utusan      :    “Syaikh Siti Jenar, kamu dipanggil dalam sidang para AULIYA’ di Demak.”
St. JENAR :    ” Siti Jenar tidak ada yang ada ALLOH “
                      (akhirnya utusan itu pulang, laporan)
R. Rohmat :   “Bagaimana sudah ketemu.”
Utusan       :   “Ya, sudah ketemu, katanya Syaikh Siti Jenar tidak ada yang ada ALLOH.”
R. Rohmat   : “Sekarang kamu kembali lagi bilang kalau ALLOH dipanggil.”
                      ( kemudian sunan Qudus kembali ketempatnya Siti Jenar )
Utusan   :       “ALLOH dipanggil disidang .”
S.Jenar :       “ALLOH tidak ada yang ada Siti Jenar.”
                      ( utusan kembali lagi melaporkan kalau Alloh Tidak ada yang ada Siti Jenar )
R. Rohmat : “Kalau begitu kamu kembali lagi, bilang ALLOH dipanggil, Siti Jenar juga dipanggil.”
                      ( Utusan itu akhirnya kembali lagi pada Siti Jenar )
Utusan    :      “ALLOH juga dipanggil, Siti Jenar juga dipanggil.”
S.Jenar    :     “Kalau begitu saya berangkat.”
Kemudian berangkat sebab yang dipanggil keduanya. Disitu Siti Jenar disidangkan, akhirnya tidak mau mengubah keputusannya / pendi­riannya, kemudian Siti Jenar dijatuhi hukuman mati (dibunuh),
Suatu saat kuburannya, dibongkar, kepalanya berubah menjadi anjing. setengah dari dongeng itu ada yang mengatakan diganti anjing. Supaya kesan umum kalau Siti Jenar meningalnya berubah jadi anjing. Betulkah dengan itu ..? nanti dulu.
Itulah Kisah yang sering kita dengar, kita baca dimana-mana. Karena sangat hebatnya si pembuat cerita, sampai-sampai sangatlah sulit bagi kita untuk membedakan antara cerita fiksi dan sejarah..

Di dalam wikipedia, disebutkan bahwa ada sebuah Tarekat bernama tarekat Akmaliyah yang mengajarkan wirid-wirid dari Syeh Siti jenar, benarkah? kami tidak tahu persis. Yang kami tahu, dari Buku Ensiklopedi Islam disebutkan bahwa Guru Kami telah tamat Baiat Tarekat Akmaliyah. Nah Kini Beliau mencoba mengungkap rahasia kisah Syaikh siti jenar ini. Untuk itu Kisah berjudul WEDARAN KISAH SYEKH SITI JENAR akan kami postingkan selanjutnya..