Pada beberapa waktu lalu kami memuat tentang REINKARNASI, dengan penjelasan yang panjang lebar, akibatnya justru sebagian dari kita sulit memahaminya. Kini kami mencoba mempersingkatnya dengan harapan Alloh SWT memberi kemudahan kepada kita untuk memhaminya. Kami tidak menggunakan dalil-dalil lagi, dan jika ada kata-kata yang kami ‘tebal’-kan mohon dipahami pelan-pelan.
Pada awal penciptaan(pe-wujudan) yang pertama-tama diciptakan adalah Pohon Yakin beserta Nur Muhammad dan diteruskan penciptaan Alam Semesta beserta Ruhnya, Ruh Alam Semesta. Sekali lagi ALAM SEMESTA bukan hanya BUMI saja. Itu terjadi bermilyar-milyar tahun yang lalu. Dari lauatn Ruh itu kemudian ruh menyebar beserta menyebarnya alam semesta, hingga sekarang.
Untuk lebih singkatnya, dari bertriliun-triliun Ruh yang tersebar ke segala alam semesta, kita ambil satu contoh saja misalnya ruh itu bernama Ali(ruh koq punya nama.. misal saja). Pada awal penciptaan, bermilyar-milyar tahun yang lalu, dengan kuasa Alloh, Ali menjadi ruh batu bintang, setalah berjuta-juta tahun berkeliling alam semesta, si Ali yang selalu bertasbih kepada Alloh tersebut, dengan Rohman Rohim-Nya dijadikanya dia menjadi meteor, yang akhirnya jatuh ke salah satu planet dari triliun-an planet di alam semesta ini.
Waktu itu planet tersebut belum ada apa-apa hanya hamparan kosong. Kemudian si Ali yang selalu bertasbih, berubah menjadi pasir/debu. Setalah beribu-ribu tahun Ali yang terkena sinar matahari, air hujan, akhirnya si Ali meningkat martabatnya menjadi unsur tumbuhan. Beratus-ratus tahun Ali dari unsur tumbuhan menjadi tumbuhan sempurna, dan dimakan hewan, keluar tumbuh lagi begitu seterusnya selama beratus-ratus tahun. Hingga Ali yang selalu bertasbih itu sangat ingin meningkat martabatnya menjadi hewan. Akhirnya Alloh menjalankan hambanya lagi menjadi bagian dari hewan.
Setelah beratus-ratus tahun menjadi unsur hewan, akhirnya menjadi hewan sempurna. Dari hewan sempurna ini kemudian dimakan manusia, manusia yang belum sempurna. Keluar jadi hewan lagi dan seterusnya. Proses ini juga lama, beribu-ribu tahun, akhirnya atas kehendak Alloh, berjuta-juta tahun yang lalu Ali meningkat martabatnya menjadi MANUSIA di awal-awal adanya manusia.
Dari perjalanan yang sangat-sangat panjang, karena bersyukur dan selalu memuji, Ali yang kini menjadi manusia, jasmaninya mati, dia (Ruh=Ali) melayang berupa cahaya ke langit ke segala arah selama beribu-ribu tahun. Kemudian menuju planet lain, dan atas Rohman Rohim-Nya, dia ditiupkan lagi kedalam jasmani baru, manusia baru. Begitu saterusnya selama beribu-ribu tahun.
Untung saja Ali selalu bertasbih dan memuji kebesaran Alloh, sehingga Ali tak pernah lagi kembali menjadi hewan, atau bahkan menjadi tumbuhan. Banyak sekali (bermilyar-milyar) seperti Ali kembali menjadi hewan, menjadi manusia, hewan dan seterusnya.
Suatu waktu dalan rentang waktu sekitar seratus tahun dari milyar-an tahun, Ali mengalami menjadi manusia yang sekarang ini. Bertemu dengan keadaan yang seperti ini, seperti kita saat ini. Akan kemanakah perjalannan Ali selanjutnya? Dia akan berjalan terus, singgah menjadi cahaya di langit beratus-ratus tahun dan menjadi manusia lagi. Sampai kapan?
Ali selalu bersyukur, bertasbih dan memuji-Nya. Hanya satu yang dia inginkan, melebur kepada sang pencipta kembali seperti dulu. Ali yang sudah sangat tua itu pada suatu waktu dilahirkan menjadi manusia yang sudah sangat sempurna, sejak kecil sudah begitu mudah memahami rahasia alam semesta ini. Sangat mudah menangkap berita-berita dari Alloh SWT. Hingga dia bisa melebur sempurna kepada kehendak Alloh. Ma’rifat sempurna. Itulah Akhir perjalan Ruh. Setelah bermilyar-milyar tahun, DARI ALLOH KEMBALI KEPADA ALLOH.
Semoga bisa direnungkan.
Yang biasa ditanyakan :
  1. Ruh. Hidup sekali mati sekali, bagaimana ? Benar. Ruh sekali diwujudkan berjalan bermilyar-milar tahun, akhirnya mati(kembali) kepada asalnya.
  2. Ruh dari mana asalnya ? jelas. Lillahi
  3. Jadi apa yang REINKARNASI? Re=kembali Inkarnasi = lahir. Ya, ruh itu dilahirkan ke wujud baru.
  4. Apakah ada hubungan dengan perjalanan wujud jasmani manusia secara sederhana? Ya, secara sederhana manusia dari saripati bumi, jadi sperma, segumpal darah, daging, hingga menjadi manusia. Di tiap wujud itu ada waktu yang kita tidak bisa mengingatnya sama sekali.
  5. Sebelum ini, jadi apakan ruh kita? Seperti point-4, ketika kita menjadi bayi dalam kandungan, apakah kita mengingatnya? Tahukan kita berada di perut siapa, dari sperma siapa, dst..
  6. Bagaimana kita tahu seberapa tua Ruh kita? Kita tidak tahu, yang tahu hanya Alloh. Dia yang mengatur perjalanan kita.
  7. Apakah Kiamat? Kiamat berarti transisi, berakhirnya suatu masa. Kiamatnya jasmani ya mati, kiamatnya masa tunggu, ya lahir kembali itu
  8. Apakah Surga dan Neraka? Surga dan Neraka adalah kondisi yang sama, tinggal bagaimana cara kita melihatnya/merasakanya. Dimana itu? Dimana saja kita berada selama bermilyar-milyar tahun tesrsebut.
  9. Inti dari semua ini? Cukup sederhana, jika kita mampu merenungkan dan menemukan maknanya, berarti itu Rohmat Alloh. Jika kita masih sulit memahami apalagi mencela, men-cap sesat, tidak masalah masih ada ribuan kesempatan. Jika kita mampu mengikuti petunjuk, bukan mendapat petunjuk, karena petunjuk sudah jelas dan banyak, kita akan mendapat keberuntungan yang besar.
  10. Apakah pentingnya semua ini? Terserah kita.
  11. Point-pointnya :
–              ALAM SEMESTA bukan BUMI saja, Bumi bagaikan sebutir pasir di lautan pasir, bumi kiamat(hancur) tak ada artinya sama sekali bagi alam semesta.
–              Waktu sangat relatif. Bayangkan jika semut harus berjalan dari Jakarta ke Bandung. Demikian pula seberkas sinar di tembakkan dari Jakarta ke Bandung.
–              Di sekitar kita saja tidak semua satu paham, Yang Islam tidak sepaham dengan Kristen dll. Itu HANYA di Bumi yang suangat-sangat kecil. Bandingkan dengan Alam Semesta. Makanya tidak pakai dalil, agar bisa lebih luas melihatnya.
Semoga manfaat.