Dalam kisah asal mula air zam-zam diceritakan bahwa, ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di makkah, ketika itu Hajar dan Ismail kehabisan air. Hajar berlari dari bukit Shofaa dan Marwa hingga 7 kali. Akhirnya dibawah kaki Ismail memancar air, sumber air itu dikumpulkan oleh Hajar, dan kumpul bahasa arabnya ZAM-ZAM.
Umur mata air zam-zam sudah kebih dari 5000 tahun, tak pernah kering. Mengenai sumbernya kalau ditelusuri ternyata berasal dari dalam bumi yang diatasnya tepat letaknya ka’bah.
Shofa berarti niat yang keras tapi bersih, sedangkan Marwa artinya batu keras. Lari kesan-kemari (jawa:riwa-riwi ) namanya SA’I. Jadi maksudnya Shofa dan Marwa adalah menjaga kebersihan hati yang keras, jangan lembek.
HIKMAH :
CARA MENCARI AIR HIDUP
Yang mencari air itu adalah Hajar. Hajar artinya orang yang Hijrah. Jadi kalau tidak hijrah dengan sungguh-sungguh dan tidak berjuang sungguh-sungguh maka tidak akan menemukan air. Oleh sebab itu bila ingin menemukan air maksudnya air hidup dan menghidupkan haruslah hijrah dan tetap didalam hijrahnya serta harus berjuang. Bila menginginkan air hidup tapi tidak mau hijrah, mana mungkin akan bertemu dengan air hidup, mungkin yang ditemukan air keruh.
Dalam Alqur’an : “Dan jika kamu istiqomah atau tetap diatas thoriqot (pokonya tetap di thoriqot), pasti aku memberikan minuman kepada mereka yang tetap dengan air yang segar “( Al Jin:16)
Jadi bila ingin mendapatkan MAA-AN GHODAQOO (air segar) atau MAA-UL ZAM-ZAM ruhaniyah, syaratnya harus istiqomah/ tetap didalam thoriqot. Kalau tidak Istiqomah tidak mungkin menemukan MAA-UL HAYAT , MAA-AN GHODAQOO (air segar yang bisa menyegarkan iman, menyegarkan qolbun, menyegarkan fikiran, menyegarkan perasaan)
LETAKNYA AIR HIDUP
MAA-UL HAYATUL HAQ atau MAA-IN WAAHIDIN ( istilah dalam surat Arro’du) atau MAA-UL HAYAT (istilah dalam surat Al Anbiyaa’) atau MAA-AN GHODAQOO (istilah dalam surat Al Jin) atau MAA-UN SHOFIYYUN yang sangat jernih itu adanya pada masing-masing diri manusia atau pada Insun kita. Lalu darimanakah Insun itu? Ya dari sana, pokoknya dari sana. Sebab membahas ini adalah larangan karena termasuk ASRORILLAH (rahasia Alloh) .Malahan oleh orang tasawuf membuka rahasia itu bisa jadi kufur.
Jadi terserah kita mau menggali sendiri apa tidak. Jasmani kita yang nyata ini ibaratnya SENO, sedangkan hati kita adalah DEWO RUCI. Berhubung tempatnya air itu berada ditempat yang sangat dalam dan banyak yang lupa, maka sumberan MAA-UL HAYAT itu banyak yang tertimbun oleh macam-macam sampah yang terkumpul selama beberapa tahun. Sehingga bila sampah-sampah itu tidak dibersihkan dengan jihad atau tidak di mujahadahi ya akan tetap tertimbun.
Selamat berjuang mencari MAA-UL HAYAT – Air Hidup.