Ternyata banyak positifnya jika kita selalu berupaya berpikir optimis. Soalnya, bersikap positif adalah salah satu menuju kebahagiaan. Dalam Islam kita diajarkan untuk bersikap lembut, dan sabar dan penuh kasih sayang. Terlebih saat ini kita hidup di suatu jaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi kita harus selalu berpikir optimis. Tapi, apa hubungannya?
Kemajuan teknologi di satu sisi memudahkan hidup dan mempercepat banyak urusan, melipatgandakan kekuatan tangan dan kaki serta juga otak, namun di sisi lain, teknologi juga mungkin memiliki andil membuat kita semakin tidak sabar, lemah lembut dan rendah hati berhadapan dengan orang lain. Karena terbiasa serba cepat dan serba teratur, mekanis dan otomatis, maka penyimpangan sedikit saja bisa membuat darah kita mendidih dan ujung-ujungnya mendorong kita berkata dan bersikap kasar.
Kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi pribadi yang indah. Secara garis besar, Tuhan mengkaruniakan dua keindahan kepada manusia: keindahan fisik, dan keindahan kepribadian. Manusia pada umumnya mudah terpukau oleh keindahan fisik. Namun, keindahan fisik ini akan segera kehilangan kesan bila tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di sinilah, kelemahlembutan menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang indah.
Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal. Jika kita menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan diri kita, niscaya kita akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, Kita akan mulia di mata sesama. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Dan saya yakin dengan bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama, kepada orang tua, sahabat, rekan satu kantor, atasan, bawahan, rekan bisnis dan lainya berdampak besar, dan mungkin lebih besar dari bersikap positif yang membuat kita lebih bahagia. Karena kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan penyakit kalbu. Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan mengumpat, sebenarnya kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi, terlebih lagi, kita sedang menodai hati kita sendiri, mengotorinya dengan kekasaran, serta membuatnya menjadi keras.
Tidak percaya saya sedikit membuat percobaan diri sendiri dari hasil perenungan, ketika saya coba berpikir penuh kasih sayang dan bersikap lembut, dan saya coba membuat diri saya kesal, dan saya tidak bisa kesal. Mungkin berpikiran lembut dan penuh kasih sayang bersifat positif yang akan menetralisir sifat kesal atau marah yang bersifat negative.
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidak pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya, malah kadang menjadi keruh. Pernah suatu waktu ketika di jalanan motor saya di tabrak orang, ternyata orang itu dengan senyuman dan meminta maaf membuat hati saya cair, yang sebelumnya keinginan marah, sudah hampir meledak menjadi luluh, dan itu bisa terjadi sebaliknya jika orang tersebut marah mungkin akan terjadi pertengkaran yang hebat. ternyata begitu indah bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Bila pikiran anda sedang lembut, reaksi anda dengan terhadap kejadian-kejadian biasa terutama ada masalah kecil cenderung anda penuh pengertian, sering saya memperhatikan seorang ibu yang dengan penuh sabar melayani putra-putrinya yang merengek meminta sesuatu, dengan sikap sabar tanpa ekspresi kesal tetap melayainya. Karena rasa penuh cinta seorang ibu terhadap anaknya yang luar biasa.
Oh iya ketika kita sedang marah, sikap lembut sahabat atau orang tua akan meredakan amarah kita, sungguh luar biasa jika kita bisa bersikap lembut danpenuh cinta terhadap sesama. Jujur saya pernah mengalami jatuh cinta kepada seorang gadis karena, sifatnya yang lemah lembut, dan memberi kasih sayang yang tulus, dan memberi kesan yang dalam. atau ketika mantan atasan saya di suatu perusahaan memberi tugas dengan sikap yang lemah lembut, membuat saya nyaman dan membuat saya untuk memberikan balasan berupa hasil kerja yang baik. Coba bayangkan bila atasan nya galak, mungkin saya kerjakan tugasnya asal-asalan, karena hati saya tidak nyaman dengan perintahnya.
Pikiran yang lembut dan penuh kasih sayang akan menonjolkan tentang indahnya kehidupan, akan membangkitkan rasa syukur, dan memberi keihklasan karena anda menerima kehidupan ini dengan penuh rahmat dan anugrah. Dan membuat kejadian yang terjadi pada hari-hari anda begitu indah dan menabjubkan. Terkadang dalam hidup ini pikiran kita sering tertuju pada kesuksesan, kesempur naan, dan memenangan, dan saat itu ego kita bermain, yang membuat suasa yang bersifat biasa menjadi hal-hal yang menjengkelkan, dan hidup kita seperti menjengkelkan dan tidak menyenangkan.
Dengan mencoba hal kecil dengan berpikir lembut dan penuh kasih dengansesama, insya Allah akan membuat kita lebih tenang dan bisa menikmati kebahagiaan hidup. Dan dengan mencoba bersikap lembut dan penuh kasih sayang kita akan terlatih lebih sabar, dan tidak gampang kesal. Walaupun kita dalam keadaan gagal, atau frustrasi.
Kemarin sempat beberapa sahabat, menganggap saya marah karena hal-hal kecil, dan mengaggap saya akan mengakhiri suatu persahabatan, tetapi dengan belajar bersifat lembut dan penuh kasih saya tidak merasakan amarah, atau kesal. Dan persahabatan kami pun kembali normal.
Sesungguhnya lemah lembut telah diajarkan segenap orang-orang besar,baik itu muslim ataupun non muslim, dari Sidharta Gautama, Mahatma Gandhi, para Nabi dan Rasul sebelumnya. Tidak ada yang bisa menawan hati seseorang dengan sangat cepat dibandingkan sikap lemah lembut dankasih sayang.
Seseorang mesti menyeru dengan lemah lembut dan merendahkan diri. Jika mereka memperlihatkan kepadanya apa yang dibenci, janganlah marah. Karena (kalau marah) berarti ia ingin membalas untuk dirinya sendiri. Dalam diri kita tanamkanlah sikap yang lemah lembut. Hal ini dapat kita pelajari dari bayi, kita akan merasa selalu senang dan nyaman jika berada dekat bayai, kenapa karena bayi penuh kelembutan dan memancarkan kasih sayang yang luar biasa.
Fitrah setiap insan, baik pria maupun wanita, baik kaya maupun miskin, baik terpelajar maupun tidak, baik yang berada di belakang jeruji penjara ataupun menggunakan tuxedo/jas di berbagai pesta adalah sama. Setiap manusia di kolong bumi ini, memiliki hati nurani dan senang apabila diperlakukan dengan kelembutan dan kasih sayang. kekuatan lemah lembut dan kasih sayang telah memberikan kenyamanan kepada banyak manusia di seluruh penjuru dunia. Lemah lembut dan penuh kasih sayang bukan hanya milik wanita, tetapi juga pria memiliki sikap lemah lembut.
Pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang disekelilingnya. “Peka” berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin menolong orang lain, tidak “cuek”. Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya. Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang pekanya seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri. Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih memperhatikan kebutuhannya. Jadi lemah lembut pun bukan hanya milik kaum prempuan.
Dengan bersikap lembut dan penuh kasih, tidak menjadikan kita dianggap lemah atau rendah, dengan bersikap lembut akan membentuk pribadi kita jadi lebih kuat, dan luar biasa dalam menjalani kehidupan baik dalam menerima kebahagiaan dan dalam menerima cobaan hidup. Karena hidup tidak selalu dalam keadaan bahagia, dan cobaan yang membuat kita lebih kuat. Jadi mari kita mulai menularkan bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Berbahagialah orang yang selalu berupaya bersikap lemah-lembut. ***