* Semoga tidak ada yang protes..

“Sang Diri Sejati manusia harus mampu memimpin saudara saudaranya untuk melepaskan Jiwa manusia kealam Gaib / Mi’raj “
Kita harus mampu menjadikan Diri Sejati kita hidup. Artinya MENGHIDUPKAN NYAWA, dengan Ilmu TUJUH LAYAR PATI
Sebelumnya harap dipahami dulu bahwa diri kita terdiri dari:
  • 7 Lapis Jasmani kasar
  • 7 lapis jasmani halus/ghoib
  • 7 indra (rohani)
Itulah saudara-saudara kita.
Ada yang lain yang mengelilingi kita :
  • 7 lapis bumi
  • 7 lapis langit
  • 7 huruf penjaga pintu gerbang
  • 7 martabat wujud
Pertama-tama mereka kita hidupkan, kita beri cahaya kepada JASMANI LAHIR kita, dengan yang biasa disebut dzikir NAFI ISBAT. Dengan Dzikir ini, kita berusaha menjadikan jasmani lahir kita bercahaya dan hidup . Kalau jasmani kita belum hidup, tentu saja akan mustahil di dipimpin/dikendalikan. Untuk itu kita hidupkan dulu dengan Dzikit Nafi Isbat, Laa ilaha ilalloh.
Waktu untuk menghidupkan jasmani kasar ini tergantung keseriusan kita, bisa setahun, dua tahun atau mungkin bertahun-tahun, setiap hari harus kita isi jasmani kita dengan cahaya Laa ilaha ilalloh. Minimal 600 X sehari semalam. Mengapa 600 ? ya begitulah pelajarannya.
Yang kedua kita Hidupkan Jasmani Haluskita, sekaligus 7 Indra/Rohani kita. Kita menghidupkan ini dengan yang biasa di sebut dzikir Ismu Dzat, Alloh-alloh. Pada dzikir ini, diharapkan kita bisa mematikan/mengistirahtakan jasmani kasar kita, agar jasmani halus menjadi hidup. Demikian juga kita melatih indra kita agar menjadi hidup yang sejati. Ini juga berarti kita latihan mati. Hanya latihan lho
Setelah beberapa waktu kita akan bisa merasakan nikmat hidup yang sesungguhnya, saudara-saudara kita mendapat cahaya dan hidup, secara otomatis saudara-saudara kita akan bahagia dengan ini, ke’HIDUP’an mereka berarti ‘hidup’ kita juga.
Tahap ketiga & ke empat. Seperti dalam keseharian kita, kita sehat, kadang sakit. Kadang gembira, kadang susah. Untuk semua itu kita butuh DOKTER untuk menjaga tetap sehat, untuk itu kita belajar ilmu ‘ DOKTER ROHANI ‘ untuk menjaga jasmani kasar dan halus kita tetap sehat dalam menangkap cahaya yang kita isikan.
Ilmu DOKTER ROHANI ini terbagi menjadi 2 tahap atau 2 kelas. Tahap awal(ke-3) kita menggunakan waktu tempuh selam 7 hari, dan Tahap berikutnya(tahap-4) menggunakan waktu tempuh 40 hari.
Jika kita rasa diri kita telah cukup mampu dengan kondisi itu semua, jasmani telah hidup, indra kita juga telah hidup, maka bolehlah kita menyiapkan diri kita untuk memimpin mereka. Bagaima caranya ?
Pada tahap ke lima, kita akan menempuh pelajaran untuk mengendalikan / memimpin saudara-saudara kita. Pada tahap ini kita akan MENUNDUKKAN jasmani, rohani, langit, bumi, hari-hari , ‘sang penjaga’ dan ‘melebur dalam martabat tujuh’ . Pada pelajaran ini, mudah belajarnya tapi SANGAT-SANGAT sulit mencapainya. Butuh kesabaran, kecerdasan/keuletan . Banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang sangat samar (sulit dipahami) sehingga sangat sulit mencapai maqom tersebut.
Tahap ke enam . Jika kita telah mampu MENUNDUKKAN saudara-saudara kita dan memimpinnya, waktunya kita belajar tahap berikutnya. Tahap berikutnya ‘ MELEBUR DALAM CAHAYA ‘ untuk hal ini sedikit saja keterangannya. Semua ditundukkan, semua dikendalikan, semua dipimpin, melebur dalam cahaya NURRULLOH.
Tahapan ke tujuh, tahapan tertinggi. Ya, ‘MENINGGALKAN DUNIA’ artinya MI’ROJ. Saudara-saudara kita, kita tinggalkan kita pergi menuju sidratil muntaha – Mustawa – Arsyl Adzim . Yah seperti ibadah haji itu, kita tinggalkan harta, saudara kita, kita pergi ke tanah suci. Disana ada Air Zam-Zam, Ka’bah, Sa’I , Towaf, dsb..
Itulah tahapan-tahapan dalam MENGHIDUPKAN NYAWA kita. Untuk detail ilmu atau detail pelajaran tidak bisa dibahas disini.
Semoga manfaat.
* Sungkem dalem dumateng Mursyid Agung Guru Kawulo SMM