WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLAA LIYA`BUDUUN.

Coba kita cermati satu ayat ini :

Apakah Alloh Ta`ala itu butuh disembah , apakah tidak ?

Bila dijawab ” tidak butuh disembah “ , buntutnya sulit .

Dan bila dijawab ” butuh disembah “, buntutnya juga sulit.

Bila dijawab : ” Butuh disembah “

Kalau memahami ingin mencari mudahnya saja, yaitu :

1. ‘ Liya`buduun ‘ artinya : supaya beribadah kepadaKu.

2. Yang tidak beribadah kepada Alloh , diancam oleh Alloh dengan neraka.

3. Yang mau ibadah akan diberi pahala surga.

Bila dilihat secara sempit seperti ini, maka akan mengambil kesimpulan :

” Oh kalau begitu Alloh Ta`ala itu mempunyai kebutuhan , dan oleh karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya, maka kebutuhannya itu dipenuhi oleh manusia. Berarti Alloh Ta`ala itu butuh disembah, oleh sebab itu kalau tidak menyembah akan disiksa “.

Kalau tujuan Alloh Ta`ala menciptakan manusia itu untuk ibadah, berarti jelas Alloh Ta`ala itu mempunyai kebutuhan yaitu butuh disembah.

Tapi pendapat ini ada kelemahannya, yaitu :

1. Orang yang mempunyai kebutuhan-kebutuhan itu namanya ” faqir ” , padahal Alloh Ta`ala itu “Maha Kaya, Ghoniyyun mutlak “.

2. Kenyataannya ada manusia yang ibadah, tetapi   banyak manusia yang tidak ibadah.

Bila ditinjau dari segi manusia yang ibadah, berarti tujuan Alloh menciptakan manusia itu tercapai tujuannya, sampai lestari.

Tapi bila ditinjau dari segi manusia yang tidak ibadah, berarti tujuan Alloh menciptakan manusia itu gagal. Alloh koq gagal..

Inilah sulitnya kalau dikatakan : ” Alloh Ta`ala itu butuh disembah “.

Bila dijawab : ” Tidak butuh disembah “.

Kalau dikatakan ” tidak butuh disembah “, mengapa Alloh Ta`ala perintah kepada manusia untuk ibadah : LIYA`BUDUUNII

Artinya :” Nyembaho siro kabeh marang Ingsun ” (“NII” itu maknanya Ingsun ).

Dan lagi, kalau memang tidak butuh disembah, mengapa kok mengancam segala :

”    Sembahlah Aku, kalau kamu tidak menyembah-KU maka Kumasukkan ke neraka, tapi kalau menyembahKu maka Kumasukkan ke surga “.

Ini menunjukkan kalau butuh, sampai-sampai manusia itu disiksa bila tidak mau menyembah.

Tetapi bila dikatakan Alloh itu butuh berarti Alloh itu ” tidak Ghoniyyun mutlak “.

Sebaliknya, bila dikatakan Alloh itu tidak butuh, mengapa manusia itu dipaksa dan diwajibkan ibadah ?.

Sebetulnya tidak dipaksa tetapi sudah ada perjanjiannya. Perjanjian gimana? Ikuti posting lanjutannya..